Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Filsafat kuno jin


Lubang misterius menjadi momok mengerikan dari jaman dahulu kala. Kini karma menimpa kepada kedua cinta biru akibat sebab dan akibat para leluhur di masa lalu. Tidak ada yang bisa membaca kolam takdir di dunia jin sekalipun sosok cenayang sakti. Dia pula mendapat kutukan akibat mendapatkan ilmu yang lebih tinggi dari cenayang lainnya.


Nafasnya tersengal-sengal, bola mata memerah menahan rasa perih. Suhu tubuh begitu terasa dingin dan keringat bercucuran di dahi. Saat tiba di ujung jalan, raga Astro terhempas kembali ke dunia nyata. Sebelum bersusah payah jantung nya terpompa dan manik mata masih terbuka, dia terbanting kembali menuju rak buku dan mengalami koma yang berkepanjangan. Namun jiwanya masuk ke dalam tubuh Raja Permadi. Di alam jin, sosok raga pemimpin kerajaan Yaksa kedua itu telah bersemayam seorang jiwa manusia di masa mendatang.


"Hu.. ha.." sorak suara pemimpin Taraya mengelilingi tubuh Raja.


Bersama cenayang karang, mereka membungkus tubuh besar jin bersayap dengan daun yang menjalar dan tumpukan darah hewan-hewan yang mereka tebas lehernya. Syarat dan persembahan untuk membuka mata ruang kedap yang di tenggelam oleh asa. Cenayang menggerakkan mulut beberapa kali mengucap mantra tanpa henti. Asap putih muncul mengelilingi mereka. simpanan kekuatan ghaib dari kekuatan cenayang karang yang dia kerahkan agar berusaha bisa membangunkan Raja.


Sementara di pura ghaib


Ketua cenayang muara hijau sedang mengumpulkan seluruh para anggota cenayang untuk mencari tau siapa salah satu yang telah menghilang. Tampak mereka berbaris menundukkan kepala dan saling menatap. Ibu Suri yang hadir disana menolak pinggang melotot memperhatikan semua.


"Cepat beritahu aku, siapa diantara mereka yang berani berkhianat!" ucap ibu Suri dengan nada meninggi.


"Cenayang Han, dimana cenayang Karang?" tanya ketua berdiri di hadapannya.


Jauh sekali ibu Suri sampai ke muara hijau hanya untuk mencari tau siapa cenayang yang sudah bersama Raja Permadi. Dia mendengar informasi penting itu dari panglima perang kerajaan Yaksa. Terhitung sebab suatu hal yang sangat di larang jika salah satu cenayang keluar dari pura dan meninggalkan bekas di kerajaan lain. Dia sudah di menjadi buronan dua kerajaan, pita simbol muara hijau tertinggal di wilayah istana jati jajar.


"Aku mendengar nya, dia juga sedang di cari oleh kerajaan lain! ceroboh sekali! dan siapa yang menyangka dia berani keluar dari pura ini. Hah..." ibu Suri mendengus dan menyeringai sinis.


"Tidak! dia harus membayar dengan nyawanya karena telah menjadi contoh buruk! pengawal! cari cenayang Karang dan bunuh saja dia!" perintah ibu Suri berjalan meninggalkan pura.


...----------------...


Setelah sekuat tenaga berusaha menyelamatkan Raja Permadi. Suku Taraya seolah telah kehilangan kekuatannya. Mereka terhempas jauh ketika melihat sinar berwarna oranye begitu silau. Semua suku tersebut pun seketika menghilang kecuali cenayang Karang. Dia terpelanting menuju hutan lembah sungai jin dengan mengeluarkan muntahan darah.


"Uhuk..!" cenayang memukul dada nya yang sangat kesakitan.


Nyawanya sedang terancam, gerakan cepat ibu Suri untuk mencari keberadaan cenayang Karang yang sudah tidak sabar ingin membunuhnya.


"Itu dia!" teriak salah satu prajurit melihat Karang yang sedang berjalan tergopoh-gopoh pincang.


Saat melihat beberapa pengawal mengejar, dia berusaha berlari menghindari. Sampai si cenayang tergelincir jatuh di dalam jurang.


"Arghh.."