Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Sisipan Answer and question


Suaminya menekan rasa pusing di kepala, semua untuk Maharani dan ingin kebahagiaannya.


Dokter sudah memvonis hidup Maharani yang sudah tidak lama lagi jika seseorang tidak mendonorkan hati atau mendapatkan hati yang cocok untuk tubuhnya. Tapi tingkat resiko melakukan operasi besar itu berkemungkinan besar bisa gagal ketika suhu tubuh dan tekanan darah semakin menurun. Antara hidup dan mati, keputusan yang di ambil oleh kedua orang tua Maharani adalah membatalkan jadwal operasi dan berharap dirinya tetap hidup dengan berbagai macam obat-obatan pereda yang dia konsumsi setiap hari.


Gadis bertubuh ramping yang sendu itu berjalan memasuki kamar dan membaringkan tubuh. Buku yang mempunyai simpanan teka-teki itu tidak dia buka semua. Dia menyimpannya di dalam laci meja belajar lalu memejamkan mata menikmati angin semilir sejuk yang menerpa dari jendela.


“Maharani, Maharani..” panggilan dari kejauhan terdengar di daun telinganya.


Sepasang matanya tidak bisa terbuka, dia sedang memasuki alam mimpi di sebuah padang rumput hijau yang luas penuh bunga berwarna biru. Banyak kupu-kupu kecil berterbangan di antara bunga lalu salah satunya terbang menuju dirinya. Kupu-kupu kecil berwarna putih mengitari tubuh Maharani. Dengan penuh gembira Maharani membalas senyuman berjalan menuju hamparan tumbuhan bunga dan menghirup salah satu kelopak bunga ranum tersebut.


“Indah sekali..” ucapnya bersuara pelan lalu menatap sekitar.


Sayup kembali suara itu terdengar sangat dekat. Dari kejauhan terlihat cahaya berwarna hijau. Suara panggilan yang memanggil namanya berulang kali.


“Siapa kau?”


“Putri, kau harus bangun..” ucap suara cahaya hijau itu lalu menghilang.


Namun, sekelompok rombongan berkuda berwajah dan tubuh menyeramkan menuju Maharani dengan membawa pedang besar dan anak panah seolah akan menyerangnya. Maharani sangat ketakutan, dia berlari sekencang mungkin menghindar dengan keringat bercucuran.


“Arghh..” jerit suaranya.


Dia menghentakkan tubuh terasa ada yang mengguncangkan tubuhnya.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya ibu mengerutkan dahi.


Maharani memeluk ibunya sangat erat, dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia menggelengkan kepala, menarik nafas dan meraih segelas air yang berada di atas nakas.


“Tidak ibu, Maharani tunggu di rumah saja.”


Mata yang terasa sangat berat dan mengantuk dia berniat melanjutkan tidur siang kembali.


Lanjutan bunga tidur manis pahit, Maharani berada lagi di tempat tadi. Para gerombolan berkuda berbentuk aneh menghilang di ganti sosok lelaki bertubuh tegap memiliki sayap raksasa. Sorot mata tajam dan pandangan tegas.


“Aku akan selalu menunggu mu di kehidupan lalu dan kini”


...----------------...


Assalamualaikum.. nice to meet you all💕


Kita sudah bertemu sampai pada Bab ini, rasanya di pertengahan cerita nanti kalian akan menyiapkan banyak tisu dan kegalauan dalam menyimak cerita penuh derai dan genangan sudut manik netra. Author mau kasih pertanyaan nih kepada para pembaca, silahkan jawab semua pertanyaan berikut dengan senyum dan kesabaran :


🔥Bagian cerita mana yang paling seru untuk di baca?


🔥Siapakah peran atau tokoh yang paling kamu sukai?


🔥Apakah putri Arska bisa kembali lagi ke dunia jin?


🔥Apakah Raja Permadi tetap setia dan tidak pernah lelah mencari putri Arska?


...🌿🌿🌿...


Jangan lupa tetap dukung author ya, tetap tinggalkan jejak dukungan penyemangat. Semoga berkah bagi yang sudah menapaki serpihan like👍🏻, komen, favorit♥️, rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐ dan vote. Salam santun semuanya…