
Di balik layar mendengar segala cerita kerajaan Jati Jajar. Ratu Harun tertawa menggelengkan kepala mendengar kabar kegagalan sang putri Helena, perjuangan ibu suri yang sia-sia membunuh sang putri dan kejadian pangeran Tranggala dengan hewan bersayap. Tapi, tiba-tiba perasaan sedih itu muncul mengingat kabar putri Arska selalu di timpa masalah bertubi-tubi dalam hidupnya. Sejenak dia memahami perilaku sang putri yang selalu berjaga jarak dengannya.
Raja Permadi sudah menyerahkan tanaman langka kepada tabib istana. Dia meletakkan harapan yang begitu besar kepada tumbuhan langka tersebut.
“Wahai Raja Yaksa, meskipun engkau musuh terbesar kerajaan ini tapi percayalah sang Raja akan memberikan engkau hadiah setelah menolong keselamatan sang putri” ucap panglima perang melihat semua luka di tubuh sang Raja.
Perjalan menuju tebing raksasa dalam sekejap, tergelincir berkali-kali dan di hantam oleh hujan semalaman. Raja sudah tidak sanggup lagi menyampaikan rasa dingin dan sakit berlebihan yang dia derita.
“Wahai panglima, sesungguhnya aku ingin menjadikan pengorbanan ku ini bisa di ganti dengan segumpal hati”
“Pengumuman kabar baik tentang sang putri. Kemajuan tanaman langka terbukti kan membuka aliran darah putri terasa hangat kembali dan perlahan membuka matanya.
Raja Permadi berasa di Aula istana. Raja paham betul akan segala gerakan penghuni Yaksa. Tapi setelah mendekat kabar kemajuan dari obat tanaman langkah itu perlahan menyembuhkan sang putri.
“Putri telah sadar…” ucap kasim berjalan dan berhenti du halaman isya.
Raja permadi berlutut di depan panglima, pejabat, punggawa dan raja Permadi. Semua sosok jin kebingungan dan ketakutan saat mengetahui tindakan sang Raja.
“Aku menyatakan perdamaian meminta dengan rasa hormat meminta sekali lagi untuk bertemu putri Arska”
“Wahai Raja yang agung, setelah melihat semua perjuangan engkau sungguh aku sudah siap jika harus di beri hukuman sampai mati jika mempersilahkan engkau kembali menemui putri Arska” ucap panglima jati jajar.
Sudah tiga jam ramuan dari tumbuhan langka yang di racik oleh tabib istana akhirnya bereaksi. Putri Arska membuka mata, kini di sampingnya ada Raja Permadi yang begitu mengkhawatirkan dan mencintainya. Raja menggenggam tangan sang putri, mengusap punggung menepikan kehangatan dengan menahan bendungan yang hampir tumpah.
“Raja.. aku membenci mu, kembalilah ke kerajaan mu sekarang. Ibu suri pasti sedang mencari mu” ucap putri Arska.
Di dalam hati sang putri tersayat melihat keadaan Raja Permadi. Tidak ada sesuatu yang lebih sakit di dunia jin itu ketika melihat musuh berubah menjadi sosok pelindung dan memberikan rasa yang berbeda. Basah kuyup sayap raksasa itu, ada darah dan sayatan luka terkoyak.
“Putri, aku akan selalu mencintai mu. Wahai putri, sambutlah tangan ku agar cinta kita menjadi cinta biru” ucap Raja Permadi.
Rambut sang putri terkena darah bekas luka Raja, jin bersayap itu sudah tidak sabar lagi menyentuh rambut panjang sang putri dan wajah putih sendunya yang tidak pernah berubah. Kelopak mata besar putri membalas tatapan Raja Permadi.
“Kita tidak akan mungkin bersatu” kata putri Arska.
...----------------...
Jangan lupa tetap dukung author dengan jejak, like👍, komen, vote, favorit❤️, rate bintang lima🌟🌟🌟🌟🌟 setangkai bunga mawar🌹 dan secangkir kopi hangat☕. Terimakasih, salam persahabatan selalu.