Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Mengurai waktu di alam jin


...Cinta biru itu seolah sedikit terasa indah dan selalu bersemi menuai bibit kesetiaan selembut sinar mentari dan senja yang membungkus menghadapi dinginnya malam....


......💙💙💙......


Sejak awal, tanaman yang katanya bersemi itu di siram dengan sejuta api di masa depan mengeringkan dan menghanguskan sekujur bagian tumbuhan di balik sayap besar dan jejak kaki manusia di putaran hari yang berlalu.


Sang Ratu di temukan sedang kesakitan dengan luka di sekujur tubuh.


Badan yang penuh lumpur, suara lirih ingin mengatakan sesuatu yang sulit untuk keluar karena terlalu lemah tidak berdaya. Raja Permadi langsung mengangkat tubuh sang Ratu di atas tubuh Gangga. Mereka mengudara menuju kerajaan Jati Jajar akan tetapi Pangeran Tranggala masih melakukan penyerangan berniat ingin membunuh sang Raja. Serangan bola api itu sudah berhasil mengenai ujung sayap Gangga. Suara Gangga menggelegar dan bergerak lebih cepat ke segala arah membuat Raja tidak bisa menyeimbangkan dan menopang tubuh sang Ratu.


“Gangga, dengarkan aku. Engkau harus bertahan demi putri Arska dan kerajaan jati Jajar. Luka mu akan aku obati setelah menyingkirkan pangeran Tranggala.”


Hewan jinak dan pintar itu mendengar perkataan Raja Permadi. Dia mengepakkan sayap lebih pelan setelah sang Raja menyenderkan tubuh sang Ratu di tengah punggung Gangga.


“Ratu jangan sampai terjatuh” pinta sang Raja.


Hasrat menggebu ingin menghancurkan, pangeran menghembus semburan api mendekati Raja lalu mendaratkan tebasan ke sayap sebelah kanannya. Hanya ada sehelai bulu raksasa yang terkena, gerakan cepat Raja memutar dan mendorong tubuh pangeran. Segala serangan, kekuatan pamungkas di tuju ke arah Raja Permadi.


“Arrgghhh…” teriak pangeran sambil menyembur bola api ke segala arah.


Setelah Raja berhasil membawa Ratu dan Gangga untuk menghindari pangeran. Mereka tiba menuju istana Jati Jajar, dari kejauhan Raja Jati Jajar melihat kehadiran mereka. Raja Permadi menggendong sang ratu dan menurunkan dari tubuh Gangga. Pemandangan langka dari sosok dua kerajaan yang kini sedang berperang malah menyelamatkan musuh. Raja Jati Jajar langsung merampas sang Ratu dari Raja Permadi. Wajah yang di takut tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Apa yang harus dia katakan sekarang? Di benaknya kini anak istri sedang terluka dan sekarat akibat serangan dari kerajaan Yaksa.


Para pasukan yang melihat kehadiran Raja Permadi langsung tercengang dan menghentikan perlawanan. Suara sinyal dari panglima perang kerajaan Yaksa di layangkan untuk mundur dan meninggalkan tanah musuh. Futon dan Huson yang tidak terima dengan hal itu langsung menyerang Raja Permadi dan menebas kepala panglima perang kerajaan Yaksa.


Sraakkkkk.


Suara keras tulang leher yang patah, kepala panglima itu terjatuh dengan sepasang bola mata yang masih terbuka. Para prajurit gemetar sampai menjatuhkan senjata mereka, suara rintihan dan rasa iba akan nasib sang panglima.


“Semuanya tetap pada posisi kalian!” hentak Futon berjalan menuju Raja Permadi.


Dia mengarahkan tombak ke tubuh penguasa wilayah Yaksa itu. Melihat pertentangan sebagai pembangkang sosok jin yang bergelar sebagai paman. Membuat Raja melawan belas kasih menjadi amarah menepis tombak dengan sayap raksasanya.