Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Di balik rasa benci


Sampai pada hari ini dia menyerang keponakannya sendiri dan tidak akan membiarkan sang putri selamat. Serangan dan pukulan tepat mengenai dada sang Raja. Dari arah samping Huson ikut membantu Futon untuk menyerangnya. Seolah hari ini mereka akan menghabisi sang raja. Gerakan yang tanpa jeda dan memikirkan ulang siapa yang sedang mereka serang. Putri Arska merasa kasihan dengan jin bersayap tersebut dan berlari membantu sang Raja.


“Jangan kesini, pergilah!” teriak raja melihat sang putri.


Sang putri tidak mendengar perkataanya, dia mengeluarkan pedang dan menyerang Futon. Semula jin kejam itu memang berniat menghabisinya. Futon menggunakan kekuatan tenaga dalam untuk membakar tubuh sang putri. Kilatan cahaya api sangat merah dan sangat besar. Dari arah samping, Huson mengangkat pedang bersiap menebas putri. Gerakan Raja untuk melindungi sang putri membuat dia terkena tebasan pedang tepat di lengan kanannya.


“Raja…!” teriak putri menarik jin bersayap itu untuk berlari menghindari keduanya.


Mereka melarikan diri memasuki hutan di dekat lembah sungai jin menaiki perbukitan agar tidak hanyut oleh derasnya banjir. Di situasi yang sulit ini Huson dan Futon tidak memperdulikan curah hujan dan banjir, hasrat melenyapkan pewaris jati jajar adalah tujuan utama mereka. Putri menarik tangan Raja Permadi dan menggiringnya untuk bersembunyi di balik pohon yang besar. Dalam hati sang Raja sangat bahagia bahwa sang putri sudah mulai menerima dirinya. Senyum kemenangan menghiasi bibirnya dengan tawa yang di tahan.


“Putri..” ucap sang Raja melihat tangan sang putri tidak melepaskan tangannya.


Sssttt… desis sang putri menutup mulutnya sambil melotot.


“Putri, kita bersembunyi di tempat yang salah. Engkau melupakan sayap ku yang tidak bisa di tutupi batang pohon ini” kata sang Raja mendekat.


Pipi merah merona putri memperhatikan sayap raksasa Raja Permadi. Dari Kejauhan Huson dan Futon melihat keberadaan mereka. Kini sang Raja yang menggiring putri untuk bersembunyi, Raja menariknya memasuki sebuah gua. Tempat mereka pernah bersama dengan Gangga. Lalu terlintas di pikiran sang Raja jika hewan itu mengetahui keberadaan mereka dan mengikuti sampai kesini yang membuat Huson dan Futon akan mengetahuinya. Pandangan putri berkeliling melihat isi dalam gua.


...💙💙💙...


Kita sudah pernah di tempat ini


Bersama mu terasa tidak sesakit yang terlihat


Tidak seburuk hari yang sekarang tersirat


Kehidupan yang telah kita lewati


Tetap saja kekhawatiran ku masih sama tiada henti


Kamu bunga jiwa di musim salju tetap lah disini dan jangan pergi


...💙💙💙...


Luka di lengan raja mengalirkan darah tiada henti, sang putri yang baru sadar akan luka Raja itu membuat dia kebingungan. Putri meraih pedangnya dan merobek ujung gaunnya. Dia mengikat kuat lengan sang Raja berharap luka itu adan berhenti mengalir. Baru saja hari ini mereka bertemu, namun kedekatan keduanya menghilangkan tatapan kebencian sang putri pada Raja. Guntur menggelegar, angin kencang masuk dari atas gua.


Duarrr…


Kilatan bersambung membuat sang putri terkejut secara tidak sadar memeluk sang Raja.


Sayap raksasa sang raja bergerak membungkus tubuh sang putri, keras suara petir belum berhenti. Sampai larut malam sang putri tertidur di pelukan sang Raja. Sambil memperhatikan wajah sang putri yang tertidur, sang Raja mengusap wajah sang putri. Gangga memasuki gua dan terbang menarik baju sang putri. Hal itu membuat putri terbangun dan melepaskan pelukannya.