Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Luka


Lorong waktu terbuka, perpindahan dan persinggahan. Para jin di era yang pernah tersembunyi sudah menguak mengetahui cerita pengulangan di alam dunia. Tidak ada yang bisa memungkiri takdir yang tertulis. Ini lah kisah panjang lebih menguras emosi dan kesedihan. Maharani dan Arska tetap berpendapat sama. Seharusnya tidak di pertemukan jika harus terpisah dan di pisahkan. Tapi, suatu hari batu penghalang dan sayap yang tidak kokoh itu sebentar ingin berpaling. Membuat dia lupa, sampai tersadar dan menyesal selama-lamanya. Gelas kaca telah pecah dan tidak bisa di satukan kembali.


...----------------...


“Lalu apa yang sudah terjadi selanjutnya di negeri jin?” gumam putri Arska berusaha bangkit dari tempat tidur.


Dia masih di topang oleh Astro dengan gerakan tubuhnya terasa kaku. Terjatuh dari ketinggian dan terlempar ke dunia nyata. Seolah sinyal nyata bahwa dirinya di dunia jin sudah seharusnya tidak bernyawa lagi. Kini seutuhnya putri Arska adalah Maharani yang berada di dalam tubuh manusia di alam dunia. Dia memegang kepalanya, begitu pusing dan sakit berdenyut memutar membentuk kunang-kunang bayang gelap.


“Engkau tidak apa-apa? Mana yang sakit?” tanya Astro mengusap kepala wanita yang teramat dia khawatirkan.


Maharani hanya menggelengkan kepala, menurunkan tangan Astro dengan gerakan perlahan bergerak menapaki lantai. Maharani memutar badan melihat sebuah kaca di dekat sudut ruangan. Maharani menepuk pipi dan melihat jari jemari tampak jauh berbeda saat dia menjadi jin di cangkang lembah sungai ghaib kerajaan Jati Jajar.


Dubrakkk..


Suara pintu yang terbanting, sepasang lelaki dan perempuan terburu-buru menuju Maharani dan memeluknya.


“Syukurlah kamu selamat” ucap seorang lelaki mengusap rambutnya.


“Maharani, bagaimana keadaan mu nak?” lirih seorang wanita yang mengenakan setelan baju putih dengan tas sandang di tangan kananya memeluk Maharani dengan isak tangis.


Mereka tidak memperdulikan kehadiran Astro, sepasang orang tersebut yang tidak lain adalah orang tua Maharani menariknya meninggalkan ruangan.


Memang baru hari ini dia melihat sosok manusia itu begitu dekat dengan dirinya. Seolah ada Raja Permadi di dalam sana. Ingin sekali dia bertanya apakah sang Raja juga mengalami kejadian yang sama dan hidup di dunia nyata. Baru saja seharian bertemu, kini terpisah dan di pisahkan tanpa jeda dan titik tengah akan petimbangan atau jalan keluar agar menerima kehadiran Astro.


Flashback


Sudah empat purnama berlalu, masihkah aku harus menunggu?


Engkau selalu meminta meyakinkan ketetapan diriku engkau selalu meragu dan sulit membuka hati setelah hari itu


Hari di mana aku mengecewakan mu


Tepatnya malam ini malam kelima terang benderang bulan purnama menyinari jalan menuju pedesaan hijau di dekat perbukitan tinggi. Cuaca disana sangat dingin walau sinar terik matahari menyinari. Sering kali hujan mengguyur di sertai kilatan petir dan angin kenang menyambar pepohonan. Awal yang tidak saling mengenal terhalang oleh samudera dan lautan luas. Takdir yang mempertemukan mereka dan langsung memisahkan pula. Seharusnya Maharani sudah tidak bernafas lagi, hanya saja ada yang harus dia selesaikan melalui putri Arska di alam manusia.


 


Salam Persahabatan selalu, tolong ringankan jempolnya untuk memberi like penyemangat author untuk up date lagi. Jangan lupa juga dukungan favorit♥️, Rate bintang lima⭐⭐⭐⭐⭐, bunga mawar🌹 dan vote. Terimakasih sampai saat ini dengan sabar masih menerima segala kekurangan author🙏🏻


See you….