Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap

Cinta Biru: Runtuh Hati Jin Bersayap
Hadirnya Taraya berwujud serigala jadi-jadian


Di masa ini aku menekankan hati mu untuk menerima ku


Selalu aku mencoba memahami gumpalan awan yang hadir mengusir kepakan sayap ketika menuju mu


Aku tidak memperdulikan sekalipun waktu berusaha memisahkan kita


#Teruntuk putri Arska


Wanita itu lebih cerewet dari biasanya. Wajah yang terlihat lebih muda dan selalu ingin pergi dari raja Permadi. Maharani menarik ujung baju raja, penampilan lelaki yang selalu rapi dengan setelan jas itu mengikuti arah langkah kaki kecil wanita yang membuatnya tergila-gila.


"Putri, aku masih ingin membelikan mu sesuatu" ucap raja berjalan keluar bersamanya.


"Putri siapa yang engkau maksud?"


Mereka berhenti sejenak, baru beberapa menit mereka masuk. Penjual aksesoris langka telah menghilang. "Kemana perginya wanita tua tadi?" gumam raja.


Raja berjalan ke arah belakang gedung, disana suasana tampak sepi. Raja langsung mengangkat tubuh Maharani mengudara sampai ke belakang rumahnya. Degup jantung Maharani memompa cepat. Perasaan ini sama ketika Astro dahulu berusaha mencuri hatinya.


"Paman, jangan bawa aku terbang seperti ini lagi. Aku tidak mau menggantikan posisi Astro dengan yang lain" ucap Maharani berjalan masuk ke dalam gerbang halaman.


Raja ikut terbang dan masuk mengikutinya, dia membisikkan sesuatu ke arah Maharani lalu pergi meninggalkannya. "Jika waktu mu begitu singkat saat senja maka aku menunggu mu di tepi sungai saat engkau pulang dari sekolah"


Di kediaman raja Permadi


"Wa_wanita!" gumam Kasim melirik raja Permadi.


Terlihat manusia terbang di atas langit menuju ke tepi sungai. Penampakan yang menggemparkan itu membuat sorotan banyak orang berbondong-bondong menuju tepi sungai. Kamera yang berusaha menangkap wajah mereka tiba-tiba tidak fokus membuat berbagai pertanyaan yang melihat.


"Kenapa wajah ku dan sang putri tidak terlihat? sayap ku juga tidak mereka ketahui. Sudah jelas bahwa hanya putri yang mengetahui nya" gumam raja meneguk teh hangat di hadapannya.


"Raja, bagaimana jika engkau berpergian menggunakan kendaraan roda empat?" tanya Kasim Jou.


"Kasim, apakah engkau telah lupa bahwa aku tidak pernah menggunakan kendaraan di dunia jin? aku mempunyai sepasang sayap yang bisa membawa ku kemana saja."


Kasim Jou membungkuk berwajah memelas. Dia memohon kepada raja sekali lagi. "Raja, disini adalah dunia manusia. Engkau tidak boleh menggunakan sayap mu. Tolong kabulkan permintaan hamba."


Raja berpikir ulang mendengar perkataan Kasim. Sepertinya langit telah menyelamatkan sehingga para manusia tidak melihat waja yang tertangkap oleh kamera.


"Baiklah, aku akan mengikuti keinginan mu."


"Terimakasih raja yang bijaksana.."


Sekalipun raja telah di dunia manusia, keinginan suku Taraya mengikuti bau darahnya dan putri Arska di dalam wujud Maharani. Kepala suku Taraya mencari umpan kembali sebagai boneka penghubung kekuatan hitam. Kepala tengkorak hitam di dunia jin telah terlepas dari sarangnya. Kepala suku Taraya berwujud serigala hitam jadi-jadian. Di saat matahari terbit wajahnya menyerupai seorang wanita dan ketika matahari terbenam dia berubah menjadi serigala buas.


"Aku pastikan di kehidupan ini kalian tidak akan tenang dan bisa bersatu. Raja, engkau terlalu serakah dan tidak mau menerima takdir. Aku akan menghabisi wanita itu" ucap serigala jadi-jadian mengaung.