Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Ulah dari Marsha


Tiba-tiba putra dan Satria yang tak sengaja melintas di daerah sana langsung berhenti seketika membulatkan mata nya saat melihat Keon sedang di kroyok oleh tiga lelaki dewasa.


mereka bergerak dan berlari menuju ke arah Leon, lalu melayangkan beberapa pukulan kuat kepada lawan nya.


Leon menatap mereka dengan tatapan dalam dan tersenyum lebar.


Mereka langsung menghabisi para lelaki itu hingga Mereka pun kabur terbirit birit saat Lea membunyikan suara sirine polisi dari ponsel nya.


Leon langsung menatap ke arah Lea dan menghampiri nya, seraya menangkup wajah istri kecil nya itu.


"sayang, kamu nggak apa-apa kan? apa ada yang luka? ". Leon pun langsung menatap ke arah kaki Lea yang berdarah dan menggendong nya ala bridal style, membuat Lea memberontak karena malu di perlakukan seperti itu di hadapan orang-orang.


sebenar nya luka di kaki nya tidak seberapa dari pada rasa sakit yang di rasakan oleh Leon saat ini


"mas, kamu nggak usah kayak gini. kamu itu lebih parah dari aku, jadi turunin aja aku". pinta Lea


"diam sayang". tegas Leon


Tiba-tiba terdenyar bunyi motor lagi yang berhenti di apartemen milik Leon, ternyata motor itu adalah Cakra.


Lelaki itu berhenti di apartemen itu, membuat Putra dan Satria menghampiri nya.


"ngapain Lo kemari?". tanya putra


"ini nih, gue di suruh nganterin makanan dari Tante indah, Lah ngapa lo pada kusut banget sih muka nya kayak baju belum di setrika aja". Ujar Cakra yang kebingungan


"Aaarrgghh...". teriak Leon dengan kuat membuat mereka bertiga membelalakan mata dan langsung berebut naik terlebih dulu


sesampai nya di apartemen, mereka bertiga mengerjapkan mata nya berulang kali, saat melihat Leon dan Lea berciuman tanpa sengaja.


Ternyata Leon tidak sengaja terjatuh, sehingga membuat Lea juga ikut terjatuh. Karena posisi nya sedang di gendong oleh Leon, kedua tangan Satria refleks menutup mata Cakra dan juga putra.


Lea langsung bangkit dan duduk sambil mengusap bibir nya itu, wanita itu berlagak seperti tidak sedang terjadi apa-apa.


begitupun dengan Leon yang ikut duduk di sebelah istri nya itu dengan wajah sok polos nya.


"aduh tiba-tiba gue udah jadi dewasa aja nih". ujar Cakra


putra pun menepis tangan Satria dan menghampiri Leon dan Lea


"Busett... kalian berdua ini gk lihat situasi apa ngelakuin kayak begituan". ujar putra memperagakan ciuman dengan tangan nya


Lea pun menutup wajah nya karena malu, Lalu ia langsung bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar, yang di ikuti oleh Leon.


ketiga lelaki jomblo itu saling menatap dan menggaruk belakang kepala nya yang tidak terasa gatal.


Cakra terduduk dan membuka makanan itu lalu memakan nya, begitupun dengan putra dan juga Satria yang ikut memakan nya.


bahkan Cakra lupa tujuan awal nya datang ke tempat ini, untuk memberikan makanan kepada Leon dan juga Lea.


"Sayang ayo makan dulu". ujar Leon


" iya..". Lea pun dengan semangat melangkahkan kaki nya dan melingkarkan tangan nya ke pinggang suami nya itu


"aku lupa kalau mereka semua masih ada di sini". ujar Lea yang langsung menoleh dan membelalakkan mata nya


kini wanita itu tersenyum kaku, lalu langsung melepaskan pelukan nya dan ia bersembunyi di belakang tubuh Leon.


putra menyantap makanan itu dengan lahap begitupun dengan yang lain nya, mungkin karena tenaga mereka habis untuk menghajar 3 orang suruhan Marsha tadi, kecuali dwngan Cakra


Setelah makan, Lea pun langsung duduk di sebelah Leon dan menatap nya dengan tatapan yang datar.


sedangkan Leon langsung menggenggam tangan istri nya dan menatap manik mata nya dengan dalam


"sayang, kenapa kamu tadi bisa di kejar-kejar sama tiga lelaki itu, coba jelasin sama mas sekarang". pinta Leon


" iya nih, gue juga penasaran banget, kenapa sih kalian berdua tadi berantem sama lelaki lelaki itu? ". tanya Satria


"apa??? jadi kakak ipar di hajar sama lelaki tadi yang lari terbirit birit itu? ". tanya Cakra terkejut


" Oh gue tahu, pasti dia itu insecure sama lo". lanjut Cakra


Leon langsung menatap tajam ke arah Cakra dan lelaki itu pun langsung diam seribu bahasa.


Lea menatap ke arah mereka semua dengan tatapan yang sangat sulit di artikan


" itu semua Marsha pelaku nya". jawab Lea dengan datar


Semua nya langsung membukatkan mata dan emosi seketika, mereka tidak menyangka jika Mahsya akan berani melakukan hal senekat itu. yang mereka tahu dulu Marsha tidak serburuk saat ini.


"Lea, Lo yakin kan kalau itu emang ulah Marsha?". tanya Satria


Lea pun menganggukan kepala nya dengan mantap, lalu ia menceritakan seluruh kronologi nya kepada mereka semua.


Leon langsung mengepalkan tangan nya, karena ia benar-benar tidak bisa memberi toleransi lagi terhadap wanita itu.


karena perlakuan Marsha kali ini sudah sangat keterlaluan untuk nya.


"gue harus datangi Marsha sekarang juga, ini udah enggak bisa di biarin". Leon pun berdiri dan langsung ingin melangkahkan kaki nya untuk menuju keluar


namun Lea mencegah nya dan begitupun dengan yang lain nya, putra menghadang di depan Leon dan menatap nya dengan tatapan yang tajam.


"sekarang Lo nggak punya bukti apapun, yang ada malah Lo bisa bermasalah. di sana enggak ada yang melihat kejadian itu dan enggak ada saksi nya kan? apa lo liat kalau Marsha ada di sana?". ujar putra dengan bijak


"Gue emang nggak lihat dia, tapi ini sudah keterlaluan. dia harus habis di tangan gue saat ini juga". Ujar Leon yang sudah emosi tinggi


"enggak bisa kek gitu Leon, Lo harus tenangin diri dulu, yang harus kita lakukan kali ini, kita harus mencari bukti kejahatan Marsya. mendingan kita cari lelaki suruhan dari Marsha dan jangan biarin Marsha tahu apa yang akan kita lakukan, gue sendiri juga nggak terima perilaku dia seperti ini, tapi lo harus pikir pakai otak"? tegas putra dengan kasar


Leon pun langsung memeluk Lea, karena itu cara yang bisa membuatnya menjadi lebih tenang.


Lea sendiri membulatkan mata nya, namun tangan nya membalas pelukan dari lelaki yang sudah sah berstatus sebagai suami nya itu.


semua yang ada di dalam kamar itu pun merasa kesal dan juga emosi, namun mereka masih bisa mengendalikan diri mereka.


" Yaelah Nasib Jomblo begini amat". Gerutu Cakra dan diangguki oleh Putra dan Satria


"benar kata kak putra mas, kita enggak bisa asal ngelakuin hal begitu aja, kita juga harus cari bukti dulu biar dia bisa enggak menghindar lagi, aku tahu kalau perlakuan Marsha sangat keterlaluan kali ini, tapi semua karena dia mencintaimu mas". ujar Lea mengusap lembut punggung Leon


Leon menggelengkan kepala nya dengan kepala nya, ia taruh di pundak Lea dengan masih saling berpelukan.


"mulai sekarang, kamu harus selalu berada di sampingku terus ya, apapun yang terjadi sama kamu , kamu harus selalu memberikan kabar sama aku apa kamu ngerti? ". Leon melepaskan pelukan itu dan kedua tangan nya memegang bahu Lea seraya menatap nya dengan dalam dan tersenyum ke arah suami nya itu.