Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Season Two : Kejutan Pernikahan


Raffa kini tengah berada di salah satu rumah sakit milik keluarga. Dia tengah melakukan pemeriksaan karena lambungnya sedikit bermasalah pagi tadi.


Karena terburu-buru dia tidak memberitahu siapa pun.Setelah mendapatkan penanganan dan obat. Raffa akhirnya bisa segera kembali ke rumahnya.


Tapi saat dia berada di lorong rumah sakit, tepat di depan ruang dokter kandungan. Raffa melihat Sanny di sana.Sepertinya dia hendak memeriksakan anak mereka. Tapi seharusnya jadwal pemeriksaannya barulah besok.


Raffa yang penasaran akhirnya menanyakan sesuatu pada seorang perawat yang baru saja dari ruangan itu.


"Suster kenapa ya wanita tadi masuk kedalam? apa ada masalah dengan janinnya?" tanya Raffa khawatir.


"Janin?" perawat itu malah balik bertanya pada Raffa.


"Iya, dia sedang hamil sus," jawab Raffa.


"Aduh tuan mungkin salah mengenali orang, wanita itu tidak sedang hamil. Dia hanya pergi memeriksakan perutnya yang kram karena datang bulan. Oh ya tuan ini siapanya? biar saya sampaikan pada nona itu."


Perawat itu memberitahukan keadaan sebenarnya Sanny.


Kedua tangan Raffa mengepal sempurna mendengar hal itu.Ternyata selama ini Sanny telah membohonginya. Dia telah memainkan trik licik padanya. Agar dia bisa terlepas dari Alea dan menjadi miliknya.


"Tidak suster, jangan beritahu dia kalau saya menanyakan tentang keadaannya," larang Raffa.


"Baik tuan." Perawat itu akhirnya pergi.


Sedangkan Raffa memilih bersembunyi di samping tembok saat Sanny keluar dari ruangan itu. Setelah memastikan bahwa Sanny pergi, Raffa segera menerobos masuk ke dalam ruang dokter kandungan.


Sang dokter kebingungan kenapa yang masuk malah seorang pria. Dokter itu tak mengenalinya.


"Ada yang bisa di bantu tuan?" tanya dokter itu seprofesional mungkin.


"Saya mau dokter memberikan bukti bahwa wanita tadi tidak hamil!" pinta Raffa.


"Tapi saya tidak bisa memberikannya tuan, itu adalah rahasia pasien!" ucap dokter itu.


"Kamu mau saya pecat atau kamu memberikan surat pernyataannya! Saya tahu anda bekerja sama dengan wanita itu!" ancam Raffa.


"Tapi!" dokter itu masih berkilah hendak menolak. Kedua tangannya gemetar karena ketakutan. Baru kali ini dia melakukan pembohongan dan secepat itu ketahuan.


"Aku harus bagaimana ini?" batin dokter itu.


"Kamu tahu ini rumah sakit siapa? Aku lah pemiliknya!" ucap Raffa.


"Anda tuan Raffa?" tanya dokter itu.


"Benar! Aku adalah Raffa, jika kamu masih mau bekerja dan tidak mendekam di kantor polisi, lakukan apa yang aku mau!" ancam Raffa.


"Baiklah saya akan memberikan bukti pemeriksaannya!" ucap dokter itu pasrah disertai rasa takut.


"Bagus, dan jangan bilang pada wanita itu tentang aku memintanya darimu!" ucap Raffa.


"Baik tuan!"


Raffa puas telah mendapatkan bukti itu. Dia akhirnya memegang kartu mati Sanny.


"Kamu berani menjebak ku Sanny? Tunggu balasan dariku!" gumam Raffa saat sudah berada di mobilnya.


Raffa memilih diam terlebih dahulu, dan memilih waktu yang tepat untuk membongkar semuanya.


Malam ini adalah waktu Raffa untuk mempersiapkan semuanya.Karena besok dia akan segera pergi meninggalkan Sanny bersama kebohongannya.


Raffa telah meminta orang kepercayaannya untuk mengikuti setiap gerak gerik Sanny saat tidak bersama Raffa. Termasuk saat wanita itu mengunjungi sang dokter sebelumnya.


Saat meminta dokter itu membuat surat palsu kehamilannya. Semua bukti sudah Raffa pegang tinggal mempublikasikannya saja.


"Tuan Raffa, semua sudah saya atur dengan baik," lapor Azen pada Raffa. Azen adalah pria seumurannya yang sudah menemani Raffa sejak lima tahun ini.


"Terima kasih Azen, aku harap kamu bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Dan untuk besok aku serahkan semuanya padamu," perintah Raffa.


"Baik tuan," Azen menerima perintah dari tuan yang sangat dia hormati itu.


"Apakah anda akan pergi besok tuan?" tanya Azen kemudian.


"Tentu saja, semuanya sudah beres bukan?" tanya Raffa.


"Sudah tuan, silahkan anda cek semuanya," Azen memberikan paspor dan sebuah tiket pada Raffa.


Pria itu menerima dan memeriksanya. Saat di rasa beres, Raffa segera menyimpannya.


"Baiklah, kita tunggu besok pagi, apa yang akan Sanny jelaskan tentang semua ini!" ucap Raffa tak sabar melihat hari esok. Rasa sakit yang akan dia berikan untuk Sanny yang telah membohonginya.


Malam pun cepat berlalu, beralih dengan pagi yang cerah untuk Sanny. Wanita itu sudah tidak sabar untuk menikah dengan Raffa.Tapi dia tidak tahu bahwa pria yang akan menjadi suaminya sudah berada jauh darinya.


Dia telah di rias secantik mungkin dengan gaun pengantin yang mewah. Para orang tua dari Raffa dan Sanny sudah berkumpul di ruang utama rumah megah itu.


Para tamu juga sudah hadir satu persatu. Menunggu dua mempelai yang akan segera menikah.


Saat Sanny turun dari lantai atas menuju ruang utama pesta pernikahan mereka. Tiba-tiba lampu padam. Semua terkejut karena hal itu.


Tapi tiba-tiba sebuah cahaya menyorot ke arah dinding besar ruangan itu. Sebuah layar proyektor menyala dan menayangkan sebuah video dimana Sanny sedang meminta dokter untuk memberikannya tes dan surat kehamilan palsu.


Serta bukti-bukti lain tentang kebohongannya. Sanny dan semua orang yang ada di sana terkejut.


Tapi video berikutnya lebih mengejutkan bagi Sanny. Di layar itu tampak wajah Raffa yang sempurna.


"Hai Sanny, aku sudah memberikan pernikahan yang kamu mau. Tapi hanya kamu sendiri yang menikah. Kamu pasti terkejut bagaimana aku tahu semua kebohongan mu! Aku sangat kecewa kamu sampai melakukan hal ini. Aku Raffa tidak akan pernah menikah dengan wanita pembohong sepertimu!"


Ucapan Raffa di video itu tertuju untuk Sanny. Wanita itu mengepal sempurna di kedua tangannya. Giginya tampak menyatu menggeretak satu sama lain.


Setelah selesai menayangkan video itu. Lampu utama kembali menyala. Tampak semua orang menatap ke arah Sanny. Begitu pula dengan mamanya Raffa.Wanita itu mendekati Sanny dan menamparnya.


"Tante sangat kecewa denganmu!" ucapnya lalu meninggalkan Sanny yang hanya bisa terdiam.


Begitu pula kedua orang tua wanita itu. Yang juga sangat kecewa sekaligus malu dengan tindakan putrinya.


Azen segera memberitahu Raffa tentang rencana mereka yang sudah berhasil. Pernikahan akhirnya di batalkan. Sedangkan Raffa sudah berada di pesawat. Dia ingin menyusul Alea.


Sanny yang sudah di tinggalkan oleh Raffa hanya bisa menangis kecewa. Dia sudah memiliki tekat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Termasuk Raffa, dia harus menjadi miliknya.


"Aku tahu kamu kemana Raffa? Aku pasti akan menemukanmu, aku tidak bisa menerima semua ini!" batin Sanny marah.


Semua yang sudah dia rencanakan dari awal secara perlahan akhirnya terbongkar begitu saja. Dia kehilangan pria yang dia cintai.