Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Kembali Sekolah


Happy reading guys 😁


***


Mira pun menoleh untuk melihat siapa yang memegang tangannya.


Ternyata orang itu adalah Anza.


Mira pun tak bersuara dan hanya memandang dengan tatapan bingung.


"Yuk, berangkat bersama" ucap Anza dan langsung menarik tangan Mira.


Mira pun tak menolak dan mulai mengikuti Anza.


Hari ini adalah Seminggu sebelum Mira ujian akhir, jadi Mira tidak mau tidak masuk sekolah, karena Mira mau fokus belajar, meskipun Mira adalah anak yang sangat pintar dan cerdas, tapi Mira tetap belajar dan tidak pernah lompat kelas.


Mira maunya sekolah seperti anak biasanya dan mengikuti kelas bertahap hingga akhir.


Mira adalah seorang pelajar yang tak diragukan kejeniusannya, tapi Mira tetap terlihat seperti gadis biasanya.


Mira dan Anza pun akhirnya berangkat bersama.


Anza sengaja mengantarkan Mira ke sekolah agar Anza bisa menjaga Mira dan calon anaknya yang ada di kandungan Mira.


Anza mulai khawatir, karena Mira sudah di ketahui oleh para mafia.


Mereka berdua pun sampai, Anza memang mengendarai sendiri padahal banyak supir yang siap kapan saja, tapi Anza ingin berdua.


Selama di perjalanan, Mira dan Anza saling mendengarkan lagu yang di setel di dalam mobil sembari sesekali melirik satu sama lain.


Mira pun turun dari mobil dan tak lupa ia juga berpamitan dengan Anza.


Anza pun mulai menjalankan mobilnya secara perlahan dan mulai menaikkan kecepatan mobilnya hingga menjadi kecepatan rata-rata.


'Aaargh, kenapa Mimi sangat lucu sih, gemes gua, aduh gua pengen balik trus bawa dia pulang dan bermain, gua gak rela kecantikan dia di lihat orang, oh no, kayaknya dia memang menjadi primadona di sekolahnya, gimana nih, ok, ok, tenang, tenang' ucap Anza tak rela dan lebih memilih memikirkan kerjaannya agar dia bisa membebaskan Mira sedikit sebelum Mira lulus sekolah.


"Dia benar-benar membahayakan, dia sangat membuat aku terbayang, dan yang paling gua gak habis pikir adalah gua baru tau ternyata dia anak dari bos mafia" ucap Anza bergumam.


Akhirnya Anza pun menyetel lagu lagi agar dia rileks.


Sedangkan Mira, Mira benar-benar berubah lagi, dulu Mira sangat baik, ceria, ramah, semenjak ayahnya bercerai dia jadi pendiam, dan sekarang Mira mulai berubah menjadi dingin, tak tersentuh dan bijaksana, Mira benar-benar cocok menjadi anaknya bos mafia.


Mira berjalan santai ke ruang kelasnya dan tak menghiraukan orang-orang yang menjadi takut dengannya.


Mira kini memakai tatapan tajam yang sebenarnya ingin ia pakai sedari dulu, karena kini dia sudah lelah menahan dan dia benar-benar mengeluarkan tatapan itu.


Dulu Mira tak ada teman karena rata-rata dari mereka merasa tak pantas, Mira pun di ajak berteman dengan salah satu penguasa di sekolah itu dan dia pun bersahabat dengan orang-orang yang baik, Mira memang menjadi primadona sekolah, tapi karena itu dia hanya mempunyai beberapa sahabatnya.


Mira pun menghampiri sahabatnya dan duduk di tempat duduk yang biasanya ia tempati.


"Lho kenapa nggak masuk kemarin-kemarin?" ucap salah satu sahabatnya bertanya, yang bertanya ini bernama Farila.


"Iya, kenapa?" ucap yang lainnya menyahuti dengan kompak kepada Mira.


"Emm, nggak apa-apa" ucap Mira yang memang menutupi perban yang ada di kepalanya dengan hoodie yang bertudung dan memakai tudung kepala itu.


***


BERSAMBUNG...