
di apartemen Lea sedang mengerjakan beberapa Tugas nya di ruang keluarga, wanita itu terlihat sangat fokus saat ini, karena Mungkin tiga hari kedepan adalah Hari terakhir nya belajar di sekolah, sebelum ia pergi untuk program pertukaran pelajar.
Leon yang baru saja keluar dari kamar melirik ke arah istri nya yang sedang fokus mengerjakan tugas, dengan menyeringai dia langsung menuju ke arah Lea dengan tangan nya langsung mengambil buku yang sedang di kerjakan oleh istri nya itu.
"Istri cantik Mas ini, lagi ngerjain apa sih Kok serius banget? ". Tanya Leon
"Hih balikin sini buku nya Mas, pasti kecoret itu kan buku nya gara gara Mas ambil tiba tiba, duhh.. Mas Leon jahil banget sih". Ketua Lea
"mentang-mentang mau pergi, suami nya malah di cuekin, nggak di peduliin". Sahut Leon dengan mencebikkan bibir nya
"bukan gitu ih Mas, balikin dulu buku nya sini". Ujar Lea berusaha untuk merebut buku nya kembali
namun karena Leon lebih tinggi dari Lea, maka wanita itu tidak bisa menjangkau buku nya. Lea langsung menyeringai, ia menggigit perut Leon, sehingga lelaki itu meringis kesakitan dan sontak menjatuhkan buku milik Lea.
lea langsung tersenyum menang dan wanita itu langsung mengambil buku nya kembali, dengan manik matan nya melirik ke arah belakang, melihat Leon yang sedang mengerang kesakitan sambil memegang perut nya membuat Lea menjadi merasa khawatir terhadap lelaki itu.
"mas... Mas, Emang sakit banget ya? tadi aku gigit nya pelan loh". Ujar Lea cemas
"Mas.. beneran terasa sakit? itu kamu nggak ngerjain aku kan, ya udah buat aja sesuka nya". Sinis Lea saat menyadari jika suami nya itu tengah berakting
Lea tidak memperdulikan suami nya, iaangsung duduk dan membuka buku nya kembali.
"Aduh..". teriak Leon mengerang kesakitan
"Mas tadi di kamar ada Kecoa Lo, mau aku ambilin gk? ". tanya Lea tanpa menoleh ke arah Leon
"Ck! gk ada romantis nya, romantis dikit kek ke suami nya ini". Gerutu Leon menyudahi akting nya
Lea menahan tawa nya melihat tingkah dari suami nya itu, ia mengacuhkan lelaki itu dan langsung mengerjakan tugas nya kembali.
sedangkan Leon mendorong tubuh Lea hingga wanita itu berhenti mengerjakan tugas, dan bersandar di sofa, hingga Leon berbaring dan meletakkan kepala nya di atas pangkuan Lea.
"Kamu ngantuk ya Mas". ujar Lea tersenyum melihat suami nya itu dan langsung mengusap lembut Puncak kepala Leon
Leon langsung menganggukan kepala nya dan langsung melingkarkan tangan nya di pinggang Lea dan memeluk nya.
Leon memejamkan mata nya agar ia bisa tertidur dengan nyenyak ,dengan Lea kembali mengerjakan beberapa tugas yang tadi, dengan tangan kiri yang ia letakan di atas puncak kepala Leon.
"Huftt... Akhir nya selesai juga tugas nya". ujar lea bernafas dengan lega
Lea langsung melirik ke arah bawah melihat pemandangan yang sangat indah Itu, melihat betapa tampan nya suami nya itu dengan posisi masih tertidur dengan lelap.
Tiba tiba Lea teringat akan peralatan make up yang sudah ia beli tempo hari lalu, dia sebenar nya ingin mencoba belajar make up.
dengan hati-hati dia mengatakan kepala Leon di Atas Bantal, untuk menuju ke arah kamar nya mengambil peralatan make up yang udah ia beli.
" Hemm... ke mana ya paket itu, aku Letakkan dimana ya kok jadi lupa sih". Ujar Lea langsung melangkah masuk ke dalam kamar untuk mencari nya
"Aduh kenapa enggak ada sih". ujar Lea membongkar seluruh isi kamar dan akhir nya ia menemukan nya di bawah bantal milik Leon
" Tunggu dulu, kenapa ada di sini". Gumam Lea seraya mengerutkan kening nya
Wanita itu langsung berjalan keluar dan meletakkan peralatan make up nya di atas meja.
Kini Lea sedang memegang pensil alis berwarna dark brown dan langsung melukis nya di alis milik Leon.
wanita itu terlihat sangat serius, sehingga dia sudah memberikan semua make up di wajah Leon dengan sempurna.
"Akhir nya selesai juga karya buatan ku satu ini". ujar Lea menepuk nepukkan tangan nya pelan dan langsung tersenyum dengan puas
dia memperhatikan dengan detail wajah Leon yang sehabis dia poles dengan jemari nya yang lentik, Lea langsung membulatkan mata nya dan menutup mulut nya dengan kedua tangan.
"astaga Mas Leon sekarang jadi Siapa? ". tanya Lea dengan mata yang melebar
tiba-tiba tawa nya semakin pecah sehingga membuat Leon terusik dari tidur nya dan ia pun terbangun.
Wajah Leon di make up dengan alis yang tebal dan tidak simetris, Bahkan Lea menggambar nya terlalu lebar di sebelah kanan dan juga blush on yang berwarna pink yang terlihat terlalu menor, dengan bulu mata palsu yang di pasangkan juga terlepas satu dan Leon mengambil nya lalu menatap bulu mata itu dengan mengerutkan kening nya.
"ini apa? kamu kenapa kok ketawa keras kayak gitu, Apa ada yang lucu? ". tanya Leon dengan polos, karena nyawa nya saja belum terkumpul dengan sempurna
Lea langsung menahan tawa nya dan merubah raut wajah nya menjadi datar, ia melingkarkan tangan nya ke leher Leon
"Nggak ada kok Mas, tadi lagi liat video lucu di tok tok jadi Lea ketawa deh. Ya udah Mas, Lea keluar dulu ya, Soal nya Lea ada yang mau di beli di supermarket". Ujar Lea berkata dengan menahan tawa nya dengan susah payah
"sendirian aja, nggak mau Mas anterin". tanya Leon menawarkan diri
" nggak usah deh Mas, aku bisa sendiri kok. lagian aku kasihan sama anak kecil nanti nya yang kita jumpai". Ucap Lea menahan tawa nya
Leon mengerutkan kening nya karena tidak mengerti maksud dari istri nya itu.
" ya udah Lea jalan dulu ya Mas, bye sayangku...". Ujar Lea yang langsung keluar dari apartemen nya dan menutup pintunya kembali
baru berbalik badan, ia melihat Putra dan Satria yang sudah berada di hadapan nya.
"Woi Lea, Lo ada di sini juga, Lah mana Leon? Lo kenapa sih ketawa kayak gitu". Ujar Putra menaikkan satu alis nya
"Heemmmm...".
" Iya Kak, biasalah tentang masalah yang tadi. jadi Gue menjelaskan sesuatu yang harus segera di tuntaskan, kalau gitu gue mau ke supermarket dulu ya, kalian mau nitip sesuatu nggak?". tanya Lea.
"Gue titip minuman Bir dua botol ya". pinta Putra
Lea langsung ingin memukul Putra, namun di halangi oleh satria, karena Putra bersembunyi di balik tubuh teman nya itu.
"biasa Le maklumin aja, umur segitu Emang lagi lucu-lucu nya". Sahut Satria.
"ya udah deh mending Lo buruan sana ke supermarket, Ntar keburu pindah lagi". Timpal Putra.
Lea langsung melengos dengan melangkahkan kaki nya pergi begitu saja, sedangkan Putra mengelus dada nya merasa lega.
"Buset dah ngeri juga ya tuhh cewek". Ujar Putra
mereka berdua langsung mengetuk pintu dan pintu pun terbuka, seketika mereka terlonjak kaget saat Leon menatap mereka.
"Astaga Dragon...". ucap Putra dan Satria secara bersamaan