
Happy reading guys
***
Faka yang bingung ngapain dia di rumah sakit pun akhirnya memutuskan untuk bermain hp.
"Faakaa, mama enggak bisa donor, huhu" ucap Acha datang ke arah Faka dan mengadu kepada Faka.
"Emang mama mau donor buat siapa?" ucap Faka bertanya.
"Buaat, udah nanti mama bilang, sekarang kamu ke dalam buat tes darah kamu cocok apa enggak, yuk" ucap Acha langsung menarik Faka tanpa menjawab pertanyaan Faka.
Faka pun pasrah, karena meski Faka dingin, cuek, dan terkesan tak peduli, tapi Faka sangat sayang keluarganya dan juga tak pernah membantah orang tuanya.
Kedua orang tua Faka tak pernah memaksakan tentang pernikahan, sehingga Faka sangat menyayangi mereka.
Faka pun berhasil mendonorkan darahnya dan kini dia sedang duduk di depan ruang UGD bersama yang lainnya.
Dokter pun sudah selesai mengurus semuanya dan Mira sudah di pindahkan ke ruang inap.
Akhirnya semua yang di situ memasuki ruang inap VIP tersebut.
Tiba-tiba ada hidayah yang datang dan Mira mulai membuka matanya ketika Anza memegang tangannya sembari duduk di samping brankar.
"Aku mau es krim" ucap Mira tanpa beban dan dia sama sekali tak terlihat seperti orang yang terluka.
Ekspresi Mira seperti anak kecil dan Mira mulai bangun dan duduk.
Mira pun menatap semua yang ada di sana dengan bingung, tapi Mira mengalihkan penglihatannya ke arah Anza lagi.
"Mau es krim" ucap Mira lagi dengan sangat kekanak-kanakan.
Akhirnya semua yang ada di situ pun tertawa karena kelucuan dari kelakuan Mira.
"Itu siapa?" ucap Mira tanpa beban menunjuk orang tua Anza.
"Itu orang tuaku" ucap Anza santai.
"Hallo tante, om" ucap Mira ramah.
"Jangan panggil tante dan om dong, panggil aja mama dan papa sama kayak Anza" ucap Alca.
"Ya udah, aku mau es krim dan pulang" ucap Mira santai.
Semua yang di situ pun terbengong-bengong karena ucapan Mira.
Awalnya Mira kira orang tua Anza itu bakalan galak atau gimana gitu kayak di novel-novel atau di sinetron, tapi ternyata enggak kayak gitu, emang sih wajah orang tua Anza dingin banget dan datar kayak Anza, tapi seketika berubah jadi hangat.
Seketika Mira jadi cemberut dan merajuk.
Mira pun hanya diam sembari cemberut, karena semuanya tidak ada yang mendukungnya.
Mira pun tiba-tiba meneteskan air matanya, benar-benar seperti anak kecil yang tidak di kasih sesuatu yang di inginkan nya.
"Hiks,hiks" Mira pun menangis, mungkin bawaan janin yang ada di dalam rahimnya.
"Yah, jangan nangis dong" ucap Anza panik.
"Es kriiim" ucap Mira di sela tangisnya.
"Oke, kamu boleh minta apa aja selain itu" ucap Anza lembut.
"Janji ya" ucap Mira lalu mengelap air matanya dan menunjukkan jari kelingkingnya.
"Janji" ucap Anza berjanji dengan jari kelingking.
Mira sudah benar-benar menjadi anak kecil yang ingin di manja.
"Oke, i won't Pizza two box ekstra cheese" ucap Mira girang.
Akhirnya Anza pun memutuskan untuk membeli apa yang Mira mau melalui aplikasi.
***
2 hari kemudian
Mira pun sudah boleh pulang dan kini dia di ajak pulang ke mansion orang tua Anza.
Seharian setelah pulang dari rumah sakit, Mira benar-benar di manja.
***
Keesokan harinya
Mira pun memutuskan untuk sekolah dan baju sekolah sudah ada di mansion itu karena Mira minta untuk di bawa ke mansion.
Mira pun mau berangkat sekolah dengan motor yang ada, tapi tiba-tiba Mira di pegang tangannya.
***
BERSAMBUNG....