
Happy reading guys 😁
***
Setelah makan malam, Anza pun pamit pergi sebentar.
Anza berjalan keluar dari ruangan Mira.
Berjalan perlahan tapi pasti menuju ruang dokter.
Setelah sampai di depan ruang dokter, Anza langsung masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu, karena dokter itu adalah bawahan sekaligus temannya.
"Cak, gw mau bawa Mira pulang, lu tulis surat kepulangannya ya" ucap Anza secara langsung
Temannya yang tidak merasakan kehadiran orang pun kaget, karena tiba-tiba Anza masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung berbicara spontan.
Temannya Anza bernama Cakri dan dia akan formal kepada Anza di depan orang-orang, tapi dia akan bicara santai ketika hanya berdua.
"Woy, lu ngagetin aja" ucap Cakri sambil mengelus dada.
"Cak, cepetan tulis surat kepulangannya biar gw bisa bawa Rara pulang" ucap Anza lagi sembari menduduki sofa yang ada di dalam ruangan Cakri.
"Iya, iya, tunggu bentar" ucap Cakri santai.
Dalam sekejap Cakri mengambil kertas dan menuliskan surat dokter di atasnya.
Hanya dalam waktu 1 menit, Cakri selesai menuliskan surat dokter untuk izin kepulangan Mira.
Cakri pun bangun dari kursi kebesarannya dan berjalan ke arah sofa.
"Nih!" ucap Cakri sembari menyodorkan surat dokter dan duduk di sofa depan Anza.
"Ok, thanks" ucap Anza langsung berdiri dari posisi duduknya ketika sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan.
"Eh, mau ke mana, buru-buru banget" ucap Cakri kepada Anza yang hendak pergi.
"Ya, balik lah, mau ngapain lagi, lagian ngapain banget gw di sini lama-lama, mending gw pulang sama Rara" ucap Anza secara langsung.
"Oh, ya udah, pergi sana" ucap Cakri mengusir Anza.
"Lu ngusir gw?!" ucap Anza kesal.
"Ya, kan lu emang mau pergi, bukannya gw ngusir" ucap Cakri menjelaskan
"Ok, bye"
Anza pun langsung keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan Mira.
***
Sedangkan di ruangan Mira, Mira sekeluarga sedang asyik mengobrol dan langsung menengok ke pintu ketika mendengar suara pintu terbuka.
"Habis ngapain, mas?!" ucap Mira bertanya kepada Anza yang baru masuk.
"Ini, habis minta surat dokter buat izin pulang" ucap Anza sembari memperlihatkan surat dokter.
"Jadi boleh pulang nih?!" ucap Mira lagi.
"Boleh" jawab Anza.
"Kita pulang ke Mansion mama ya" ucap Mira lagi.
Mereka pun pulang ke Mansion Acha dan tinggal di sana selama seminggu tanpa ada gangguan dari para mafia.
***
Seminggu kemudian
Setelah Seminggu tinggal di Mansion Acha, Anza sempat ada acara di luar negeri selama 4 hari, sehingga Mira jadi tinggal di Mansion Acha lebih lama.
Anza pun pulang dari luar negri dan langsung pergi ke Mansion Acha untuk menjemput Mira agar tinggal di Mansion Anza.
***
Beberapa bulan kemudian.
Waktu pun berlalu tanpa terasa, hari-hari di lalui dengan sedikit gangguan mafia dan Anza yang beberapa kali ada acara kantor di luar negeri sehingga Mira harus tinggal bersama Acha selama beberapa kali.
Waktu berlalu dan kejadian-kejadian berlalu bagai air yang mengalir di sungai.
Mira kini sudah lulus SMA dan tinggal hitung hari hingga waktu melahirkan bayi yang di kandungnya.
Dari perkiraan dokter, kira-kira waktu melahirkannya sekitar 15-20 hari lagi dan Anza pun sudah membuat jadwal agar tidak keluar negeri selama 2 bulan ini agar tidak jauh-jauh dari Mira.
***
Siang harinya.
Sesuatu yang mengejutkan datang.
kini yang seharusnya waktu makan siang, tapi Mira merasakan sakit yang amat sangat di perut bagian bawahnya.
Mira memperkirakan bahwa ia akan melahirkan, karena kontraksi kali ini sangat sakit di banding yang biasanya.
Mira merasakan kontraksi di sofa lantai satu dan ada beberapa pembantu rumah tangga yang sudah di panggil lagi oleh Anza untuk menjaga Mira, melihat Mira mengalami kontraksi.
Para pembantu itu pun menghampiri Mira dan ada yang menelpon Anza dan ada pula yang menelpon Acha atas permintaan Mira.
Anza yang saat itu sedang rapat pun langsung mengakhiri rapat tersebut dan terburu-buru pulang untuk melihat dan membawa Mira ke rumah sakit agar ditangani oleh dokter.
Sedangkan Acha, Acha sedang perjalanan menuju rumah Mira untuk menengok anaknya yang sedang hamil dan tiba-tiba handphone nya berdering.
Setelah Acha mendengar kabar Mira di dekat mansion Anza, Acha pun menyuruh sopirnya untuk mempercepat laju mobilnya dan dalam waktu beberapa menit, Acha pun sampai lebih cepat dari pada Anza.
Saat Acha sampai, ternyata ketubannya Mira sudah pecah, setelah melihat itu Acha pun langsung membawa mira menuju mobil dengan di bantu beberapa orang.
Mira pun masuk ke mobil bersama Acha dan langsung pergi menuju rumah sakit milik pribadi yang paling dekat.
Selama di jalan, Acha pun memberitahu Anza bahwa Acha dan Mira menuju rumah sakit xxxxxx.
Anza yang saat itu sedang di jalan menuju rumah pun langsung berganti arah.
Anza pergi dengan asisten sekaligus temannya agar dia tidak membahayakan diri sendiri dengan ketidak tenangannya.
***
BERSAMBUNG....