Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Di taman


pagi ini Leon dan Lea telah bersiap-siap ingin berjalan-jalan keliling taman.


"mas, Ayo kita jalan-jalan, aku udah semangat nih". teriak Lea


" Duuhh semangat banget sih sayang, biasa nya juga kalau di ajakin lari pagi nggak mau, alasan nya capek mulu". Ucap Leon


"Yakan itu kemarin Mas, kayak nya aku makin gemukan deh Mas, jadi aku harus bakar lemak lemak jahat ini". Sahut Lea


"kamu itu udah sempurna sayang, mana ada kamu gemukan, kamu halu aja". Ujar Leon tertawa dengan lebar


"Masa sih tapi pipi aku udah gembul kayak gini, lihat deh Mas". Ujar Lea menarik pipi nya


"imut dong berarti sayang". Ujar Leon


"bener kan kalau Lea gendutan".


"enggak sayang, kamu itu udah cantik banget, imut, gemesin pula. duuhh udahlah sempurna, pokok nya semua ada di kamu". jujur Leon


" Halah bohong mah kamu". Sahut Lea lalu keluar terlebih dulu dan berlari menuju ke arah Taman


Leon menggaruk-garuk belakang kepala nya karena bingung harus berkata seperti apa lagi kepada istri kecil nya itu, Ia langsung berlari juga mengikuti lea.


"sayang lari nya jangan cepat-cepat kayak mau ikut lomba lari maraton aja, kita lari santai aja". teriak Leon


Lea tidak memperdulikan perkataan dari suami nya itu, Ia hanya terus berlari hingga merasa kelelahan dan berhenti di tempat.


lalu Leon mendekati nya dan tertawa kecil melihat istri nya itu.


"maka nya kalau di bilangin itu dengerin, ya udah ayo kita lari santai aja". ucap Leon


"Capek ih Mas". keluh Lea


"baru juga lari sebentar udah ngeluh capek". Ujar Leon


"Kalau capek ya mau gimana lagi, aku duduk di sini dulu aja deh kamu aja yang lari duluan". perintah Lea


"Ya udah ayo naik ke Punggung aku". Ujar Leon yang langsung berjongkok di depan Lea


"Enggak ah kalau di gendong mah bukan lari pagi nama nya". tolak Lea


"lari Woi!!! ada anjing galak! ". teriak Putra yang baru saja datang


Mendengar hal itu Lea membulatkan mata nya dan langsung melirik ke arah belakang dan benar saja ada seekor anjing yang sedang mengejar.


terlebih lagi ada Cakra yang berlari paling belakang, Lea yang melihat hal itu langsung naik ke atas punggung Leon dan lelaki itu juga ikut berlari dengan kencang.


"Sayang ayo cepet naik". Ucap Leon


"Aduh sial mulu kalau ketemu mereka". ujar Leon sambil terus berlari


guk.. guk.. guk..


Gonggongan anjing terus saja terdengar, mereka terus berlari dengan kencang.


untung saja Leon tidak pingsan atau terjatuh karena berlari sangat kencang saat menggendong Lea.


"kak Leon cepat lari anjing nya makin dekat tuh". teriak cakra


"kalian ini Kenapa sih harus ada di mana-maa, heran banget. Kenapa bawa anjing segala sih!". Ketus Lea


anjing itu semakin mendekat dan membuat mereka semua berlari tunggang langgang.


Putra pun langsung naik ke atas pohon dan yang lain nya tetap terus berlari, namun anjing itu tidak lagi mengejar mereka, tetapi menunggu Putra di bawah pohon sambil menggonggong.


"sialan dia cuma ngejar Putra ternyata, kalian kenapa ada di sini juga, nggak bisa apa Biarin kami berdua aja gitu". ujar Leon yang menonyor kepala Satria dan cakra


" ya mana kita tahu kalau kalian juga ada di sini, kita kan juga lagi cari pacar di taman ini biar enggak jomblo lagi". sahut Satria


"Iya itu yang kalian maksudkan di kejar betina, tuh Putra udah dapat tinggal kalian berdua aja". Ketus Leon


"Mas turunin". pinta Lea


setelah turun, Lea langsung menatap ke arah Cakra dan Satria dengan tatapan tajam.


"Emang nya Kak Putra ngapain sih sampai di kejar-kejar sama anjing". Tanya Lea


"Woii!! tolongin gue Woi! ". teriak Putra


"Sat.. Bang*Sat gue tadi malam bawain makanan buat lo ya". Ujar Putra


"iya iya". Sahut Satria dan langsung mencari apa saja yang di sekitar nya bisa membuat anjing itu berhenti untuk mengejar Putra


"rayu aja deh dia, kan betina pasti nurut sama lo". usul Leon


"Coba aja Lo panggil sayang pasti dia Luluh". Timpal Cakra dengan terkekeh


Leon langsung menarik tangan Lea untuk melanjutkan lari pagi dan membiarkan mereka bertiga melakukan apa saja yang mereka lakukan.


"sudah deh Sayang, ayo kabur. gimana rasa nya di kejar-kejar sama betina, enakkan? ". tanya Leon berteriak lalu tertawa dengan keras


Putra hanya menatap kesal ke arah mereka semua dan melepaskan sepatu nya, kemudian melemparkan ke anjing tersebut.


Namun langsung di tangkap oleh Devan, lelaki itu malah mengusap usap lembut kepala hewan itu, hingga ia pergi.


devan lalu menatap Putra dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, Devan pun melemparkan sepatu itu kembali ke arah Putra dan langsung berlari kembali.


"Wah gilasehhh ternyata pawang nya udah datang, bukan cuma perempuan gukguk pun bertekuk lutut sama Devan". ucap Cakra yang takjub melihat pemandangan tadi


karena hari ini hari libur, Taman terlihat sangat ramai dengan orang yang sedang berlari dan berolahraga Pagi ini.


Lea dan Leon berjalan santai karena telah berlari sedari tadi akibat di kejar oleh anjing.


"ternyata rame juga ya Mas". ujar Lea


"rame lah sayang, kamu aja yang enggak mau kalau Mas ajakin lari". Sahut Leon


"Lain kali kita lari pagi ya Mas, suasanannya enak banget". ujar lea yang nampak senang


Leon pun mengusap puncak kepala istri nya dan mengecup lembut kening istri nya itu, seraya tersenyum manis ke arah nya.


"apa yang kamu inginkan pasti mas kabulin". Ucap Leon


Lea tersenyum dengan lebar Mendengar hal itu Dan langsung berjinjit Seraya mengecup pipi Leon.


kini pipi Lea sudah merah merona, setelah itu ia langsung berlari karena merasa malu akibat perbuatan nya itu.


Leon sendiri memegang pipi nya dan langsung mengejar Lea.


"nambah lagi". pinta Lea


"Nambah lagi apa? ". ujar seorang lelaki yang suara nya tidak asing bagi mereka


Leon dan Lea menghentikan langkah nya dan melirik ke arah belakang, yang ternyata pak Budi berada di sana.


Lea dan Leon meneguk saliva nya dalam-dalam, mereka seperti sedang berpacaran dan terciduk oleh kedua orang tua mereka sendiri.


langkah kaki Pak Budi mendekat dan tersenyum lebar ke arah mereka.


"kaget ya kalian berdua".


Leon menghela nafas nya dengan panjang dan tersenyum dengan kaku, lalu manik mata nya tanpa sengaja melihat ke arah Mutia yang sedang berolahraga di sebuah pohon besar dengan dahan nya hampir patah.


"mutia awas!!". Teriak Leon


Pak Budi dan Lea juga ikut melirim ke arah tatapan Leon.


Pak Budi sontak berlari, begitupun dengan Leon setelah Dia menyuruh lea untuk tetap di tempat.


"apaan sih". Ujar Mutia menaikkan satu alis nya


dahan yang lumayan besar itu benar-benar patah dan terjatuh akan menimpa tubuh Mutia.


namun Putra yang ingin menarik tubuh mutia, tapi kaki nya tersandung dan dia hanya bisa mendorong mutia hingga wanita itu terjatuh ke depan.


Mutia melirik ke arah belakang dan melihat Putra yang telah tertimpa oleh dahan pohon.


"Kak Putraaa, Awasss!!!!!".