
"Erlan, sekarang juga ikut gue ke toilet perempuan, cepat."ucap Angga yang tiba-tiba menarik Erlan dari kursinya.
"Astaga Lo Kambuh ya? Mau ngintipin siapa Lo? Gue bilangin Nabila ya."Ucap Erlan kepada Angga.
"Bacot banget sih, ikut aja!"Marah Angga sambil terus menyeret Erlan.
Sementara itu di toilet perempuan.
"Hay, gimna kabar Lo sekarang? Udah baikan? Oh iya, gue rasa baikan nya udah lama ya, cuman tingal pura-pura doang ya kan?"Ucap Lana yang saat ini berdiri di depan cermin yang ada di dekat wastafel tepat di samping Tina.
Lana pun berkata demikian sambil membenarkan rambut nya.
"Apa maksud Lo? Jangan sembarang ngomong ya."Ucap Tina.
"Alah, Lo gak perlu nyembuyiin apa-apa toh di sini juga cuma ada kita berdua kok,gak usah sandiwara dong."Jawab Lana dengan Santai nya.
Tina lun melirik sekeliling, benar saja, tidak ada siapapun kecuali dirinya dan Lana.
"Ya, kalau Lo udah tau gue pura-pura ya diam aja, gue juga nyaman kayak gini, bisa deket-deket terus sama kak Erlan, dan gue juga bisa di jemput sama di anterin pulang sekolah sama dia."Ucap Tina seketika jalan nya jadi Bagus dan baik-baik saja.
"Haha, selamat ya, gue pikir Lo lah pemenang nya."Ucap Lana sengaja memancing.
"Ya, dan gue harus berterima kasih sama Lo, karena Lo udah kasih rencana bagus ke gue, meskipun bikin tubuh gue remuk dikit karena ngejatuhin diri sendiri dari tangga, ya gak apa-apa lah, yang penting sekarang gue bisa deket-deket sama Erlan."Ucap Tina.
Plok! Plok! Plok! Tiba-tiba terdengar beberapa suara tepuk tangan dari Erlan, Nabila dan juga Angga.
Ternyata sedari tadi mereka bertiga sudah mengintip di pintu masuk toilet.
"Ka,kak Erlan."Kaget Tina.
"Lana Lo! Lo ngejebak gue ya?"Tanya Tina menujuk Lana.
"Menurut Lo?"Tanya Lana lagi.
"Ah, aduh, kaki gue sakit banget, kepala gue juga pusing, Kaka Erlan, Tolong, semua ini, cuma tipu daya Lana aku itu di suruh sama Lana."Ucap tina kembali sok lemah dan bersandiwara sakit.
"Cukup! Lo udah bikin gue gak percaya sama Clara! Lo dah bikin dia kabur dari apartemen gue, keterlaluan banget Lo! Lo juga udah mencemari nama baik nya! Gue nyesel selama ini udah bantuin Lo!"Ucap Erlan menujuk Tina dengan jari telunjuk nya.
"Tapi kak."Ucap Tina mulai bersandiwara lemah.
"Lo gak perlu sandiwara lagi, karena hari ini juga Lo, bakal di keluarin dari sekolah ini dan gue pastiin gak bakal ada sekolah yang mau nerima Lo!"Ucap Erlan.
"Apa? Gak! Tolong jangan! Kak, aku gak mau di keluarin dari sekolah! Memang nya siapa sih Clara itu di mata kakak dia berharga banget apa? Sampai segitunya kasih hukuman ke aku!"Marah Tina yang kemudian berdiri.
"Dia istri gue! Istri gue! Gak budek kan Lo!"Ucap Erlan dengan amarah yang berapi-api.
Kini suasana toilet yabg awalnya sepi jadi sangat ricuh melihat pertengkaran antara Erlan dan Tina, apalagi Erlan menekan kata istri beberapa kali di Kalimat nya barusan, hal ini tentu membuat heboh sekolah.
"A,apa? Istri?"Kaget Tina.
Erlan tak lagi menjawab, dia mengkode Nabila untuk menyelesaikan Tina hari ini juga dari sekolah itu.
Sementara Erlan keluar dari toilet untuk mencari keberadaan Clara di kelas nya.
Bersambung ....