Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *57


"ssst, udah, jangan nangis nanti gue jelasin, jangan nangis sayang."Ucap Erlan menghapus air mata Clara dengan lembut dan membuat Clara tenang.


Sementara itu Anga, Nabila dan Riky hanya bisa menonton dan baper.


"Kok bisa salah kamar ya?"Tanya Angga kebingungan.


"Itu rencana gue dong, gue bilang ke suster, kalau ada yang tanya kamar Erlan bilang aja nomer kamar di sebelah nya, pinter kan gue."ucap Riky lagi.


"Astaga, jadi ini kerjaan Lo?"Tanya Nabila marah.


"Ya iya lah, lihat sekarang mereka berbaikan."


"Astaga Lo bikin kita jantungan tau gak."Ucap Angga.


"Ya maaf."Jawab Riky lagi.


Mereka bertiga bahagia, melihat Erlan dan Clara ini sudah berbaikan, mereka juga sangat bersyukur karena bisa membantu dua orang itu untuk kembali bersama lagi.


"Kita berhasil."Ucap Nabila.


"Ya, kita berhasil."Jawab Angga dan Riky Seca bersamaan.


Setelah selesai nya masalah antara Clara dan Erlan, kini semua nya berjalan lancar, dalam hubungan mereka kini tidak ada siapapun lagi yang bisa masuk, semua orang di sekolah pun tau jika Erlan dan Clara suami istri, jadi karena itu tidak lagi ada yang berani mengangu hubungan mereka.


Satu tahun kemudian.


"Yeyyy! Akhirnya kita lulus!"Ucap Clara dengan bahagia nya.


"Asik, gue mau langsung lamar kerja di perusahaan papa Lo."Ucap Nabila.


"Apa? Yang bener aja? Baru juga lulus SMA."Ucap Clara sambil tertawa.


"Udah iya-iya aja deh, Clara Lo lulus mau jadi sekertaris nya Erlan di kantor apa jadi mama muda?"Tanya Nabila kepada Clara.


"Emmm, mikir dulu deh."Ucap Clara dengan senyum tipis nya yang manis.


Ya, setelah lulus setahun yang lalu, Erlan langsung mengambil keputusan untuk mengantikan papa nya menjadi seorang CEO di perusahaan papa nya.


"Eh lihat itu Erlan kan?"ucap Nabila yang melihat sebuah mobil sport berwarna ungu muda masuk ke dalam area sekolah.


"Yah ni orang udah di jemput aja sama suami nya, baru juga selesai acara perpisahan."Ucap Nabila ngambek.


"Ayo ikut gue nyamperin dia."Ucap Clara yang kemudian menarik tangan Nabila menghampiri Erlan.


"Surprise!"Ucap Erlan mengeluarkan sebuah buket bunga dari mobil itu dan memberikan nya kepada Clara.


"Makasih banyak sayang!"Ucap Clara yang kemudian mengambil bunga tersebut dan memeluk erat Erlan.


"Cih, pemandangan macam apa ini?"Ucap Nabila kesal.


"Ini mobil buat gue?"Tanya Clara.


"Iya, sebagai hadiah kelulusan, gimna cantik kan?"Tanya Erlan.


"Cantik banget!"Terlihat Clara yang begitu bahagia dengan hadiah dari Erlan tersebut.


Nabila yang melihat keharmonisan Clara dan Erlan saat ini pun benar-benar merasa tenang karena sahabat nya kini sudah bahagia.


"Yang sabar gue juga iri kok."Ucap Riky yang berdiri di samping Nabila.


"Diam Lo."Ucap Nabila malas.


"Kalian berdua gak boleh iri, mendingan cari pasangan deh, buruan, gue sama Clara abis ini tingal cari debay doang, ya kan sayang?"Ucap Erlan sambil merangkul pinggang Clara.


"What? Mau langsung!?"Tanya Riky dan Nabila secara bersamaan.


"Erlan!"Kesal Clara karena di buat malu di depan kedua sahabatnya.


Namun tiba-tiba ada sebuah mobil lain yang datang, itu juga sebuah mobil sport, tapi warna nya merah dan kini berhenti di samping mobil sport nya Clara.


"Sampe juga ni anak."Ucap Erlan.


Sementara itu Nabila kaget, mata nya rasanya seperti mau keluar saja, melihat sosok laki-laki tampan yang keluar dari mobil itu.


Bersambung ....