Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Hamil Kedua


Setelah bertemu sang nenek, James dan Liana akhirnya ke rumah sang mommy, memberitahukan kepada orang tua James tentang kabar pernikahan mereka.


Kedua orang tua mereka terkejut karena berita tersebut, tapi keduanya merestui apa yang sudah di putuskan oleh James.


Di sisi lain Zelia tengah di sibukkan oleh berbagai tugas perkuliahannya.


Beberapa hari terlalu fokus mencari kakaknya sampai dia lupa dengan tugas-tugas itu.


"Uogh," rasa mual tiba-tiba mendera Zelia, tapi dia menahannya, Zelia berfikir mungkin dia kelelahan sampai masuk angin.


Tapi semakin di tahan, dia semakin mual, dan akhirnya dia ke toilet juga karena sudah tak sanggup menahannya.


"Uh lemas sekali, kepalaku juga pusing," ucap Zelia sambil keluar dari toilet kamarnya.


Matanya mulai berkunang-kunang hingga dia terpaksa menjatuhkan dirinya ke atas ranjang. Berbaring sejenak sampai dia terlelap begitu saja.


Kertas-kertas masih berantakan di meja di depan ruang keluarga saat Andrew pulang dari perusahaan.


Dia tak tahu kenapa istrinya tak menjawab panggilannya dari tadi, dengan langkah cepat dia menapaki anak tangga menuju ke kamarnya.


Dari balik pintu Andrew bisa melihat Zelia yang tengah terlelap dengan tubuh separuh di atas ranjang sedangkan kedua kakinya berayun ke lantai.


"Astaga wanita ini,segitu mengantuknya kah sampai tidur harus seperti ini?" gumam Andrew sambil menggelengkan kepalanya karena heran dengan Zelia.


Perlahan dia membenarkan posisi tidur istrinya, setelah selesai Andree pergi ke toilet untuk mandi terlebih dahulu.


"Uhh," Zelia mulai terjaga dari tidurnya, dia mendengar air gemericik di toilet kamar mereka.


"Andrew sudah pulang?" gumamnya sambil memijat pelipis wanita itu.


Andrew yang sudah selesai mandi keluar dari toilet hanya mengenakan handuknya.


"Sayang udah bangun?" tanya Andrew sambil memperhatikan istrinya yang sedikit pucat, dia mendekati Zelia dan menyentuh dahinya.


"Gak panas kok, kenapa kamu pucat sekali?" tanyanya lagi.


"Aku mual banget Ndrew," balasnya lalu dia berdiri dan berlari ke arah toilet.


Sekali lagi Zelia mengeluarkan semua makanan dalam perutnya.


Andrew ikut khawatir, dia kemudian mengikuti Zelia ke toilet, dan mencoba membantu wanita itu.


Melihat istrinya seperti itu Andrew segera membawanya ke rumah sakit,tak mau hal buruk sampai terjadi pada Zelia lagi.


"Bagaimana dok?" tanya Andrew saat melihat sang dokter selesai memeriksa Zelia.


Dokter itu tersenyum ke arah Andrew, lalu mengulurkan tangan kanannya untuk menjabat tangan Andrew, pria itu bingung kenapa dokter melakukan itu.


"Selamat ya tuan Andrew, istri anda sedang hamil," ucap dokter itu sontak membuat Andrew tak percaya.


"Beneran istri saya hamil dok?" tanyanya sambil menerima uluran tangan dokter di depannya.


"Iya tuan, saya permisi dulu," balasnya.


Andrew tanpa sadar berjingkrak saking senangnya, setelah menyadari apa yang dia lakukan, Andrew lalu kembali bersikap normal.


Dia duduk di samping Zelia yang masih tertidur akibat dirinya kekurangan cairan.


"Sayang, kamu hamil, aku pasti akan menjaga calon anak kita ini dengan baik," gumam Andrew sambil menggenggam tangan Zelia.


Merasakan seseorang menyentuh tangannya, kesadaran Zelia perlahan kembali, dia melihat Andrew yang sedang menatap ke arahnya.


"Andrew?" panggil Zelia, Andrew tersenyum ke arahnya.


"Zelia kamu sudah bangun?" ucap Andrew, Zelia mengangguk.


"Apa aku baik-baik saja? apa kata dokter?" tanya Zelia penasaran.


"Kamu baik-baik saja, dan kamu hamil sayang."


Zelia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya sekaligus rasa bahagianya mendengar hal itu.


"Kamu gak bercanda kan Ndrew?" tanyanya tak percaya.


"Aku serius," balas Andrew.


Zelia mencoba duduk di bantu oleh Andrew, dia lalu memeluk suaminya.


"Aku senang banget Ndrew, aku akan jagain anak kita, gak boleh seperti dulu lagi," ucap Zelia, mata wanita itu mulai berkaca-kaca.


"Iya sayang, aku juga akan menjaga kalian."


Keduanya larut dalam kebahagian hari itu, rasa bersyukur menyelimuti mereka. Setelah mengalami kehilangan sebelumnya kini keduanya mendapatkan kepercayaan untuk memiliki anak kembali.