Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
eps.13


Satu minggu berlalu. belakangan ini Rio selalu sibuk. pergi pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Rio hanya memberi tahu bahwa kantor sedang ada masalah. jadi dia sibuk untuk menyelesaikan masalah di kantor. tapi yang sebenarnya terjadi adalah,karena ada yang diam-diam mengintai dan mulai mengusik ketenangan keluarganya. siapa lagi kalau bukan Klara. mantan istri Rio.


Rio belum tahu apa motif Klara sebenarnya. namun saat ini kekhawatiran Rio adalah putrinya. dia tidak ingin Klara mengusik kehidupan putrinya. sampai kapanpun dia tidak akan membiarkan Akira tahu siapa ibu kandungnya. seorang wanita yang rela meninggalkan suami dan juga anaknya yang baru lahir hanya demi karirnya sebagai model.


pagi itu, keluarga Wijaya sedang sarapan dan kebetulan hari minggu,jadi Rio tidak pergi ke kantor.


"Akira, kamu masih ingat kan dengan ucapan eyang buyut waktu itu? yang dia bilang kalau kamu diminta menemaninya dan sekolah di Swiss." Rio mulai membuka pembicaraan.


"iya pah, Akira ingat. memangnya kenapa?" jawab Akira.


"papah akan kirim kamu kesana. lagipula disana juga ada Tante Ria, jadi kamu gak akan merasa kesepian" lanjut Rio lagi. Ria adalah adiknya Rio, Putri kedua keluarga Wijaya yang sedang melanjutkan studinya di Swiss.


semua orang terkejut dengan penuturan Rio. semua menatap kearah Rio. Bu Rani sangat tahu kalau Rio tidak bisa jauh lama-lama dari putrinya. tapi kenapa sekarang dia ingin mengirim putrinya yang masih kecil ke Swiss. sungguh aneh.


"kamu gak lagi becanda kan Rio? " tanya Bu Rani yang masih bingung.


"aku serius ma, aku ingin Akira melanjutkan belajarnya di Swiss. ini juga demi kebaikan Akira." jelas Rio


"kebaikan apa yang kamu Maksud Rio?" kali ini pak prabu yang bertanya.


"keputusan aku sudah bulat. aku akan tetap mengirim Akira ke Swiss. kita juga akan sering-sering mengunjunginya. mungkin satu bulan sekali atau beberapa bulan sekali." Rio tidak ingin dibantah. setelah selesai sarapan Rio langsung naik keatas menuju kamarnya.


***


saat selesai membantu bibik membereskan sisa sarapan, Naura langsung naik ke atas menyusul Rio di kamar.


"mas, apa kamu sudah fikirkan semuanya dengan matang?" Naura memulai pembicaraan dengan Rio.


"aku sudah memikirkan semuanya dengan matang. Akira akan tinggal bersama eyang di Swiss." jawab Rio


"apa kamu gak mikirin perasaan papa sama Mama ? bagaimanapun Akira adalah cucu mereka satu-satunya. apa mas Rio tega memisahkannya dari cucunya sendiri? dan pastinya mereka selalu bersama sejak Akira masih bayi kan?" Naura tidak ingin melihat mertuanya sedih. dan dirinya juga sudah mulai dekat dengan Akira. dia juga menyayangi Akira. jadi dia juga tidak setuju kalau Akira harus dikirim ke Swiss.


"tapi ini yang terbaik buat masa depan Akira. jika dia tetap di sini, maka akan terjadi sesuatu padanya" jelas Rio


"sudahlah, keputusanku sudah bulat. aku lelah, akhir-akhir ini aku selalu sibuk. aku butuh kamu saat ini. untuk menghilangkan capekku" potong Rio sambil menarik tangan Naura agar duduk di pangkuannya.


"mau aku pijit?" tawar Naura


"aku mau yang lain" bisiknya di telinga Naura. mata Rio sudah berkabut.


selama seminggu ini, Rio tidak menyentuh Naura sama sekali. Rio selalu pergi saat pagi buta dan pulang saat Naura sudah terlelap. dia sibuk mengurus kantor dan juga menyelidiki Klara. Rio juga sudah mengurus keberangkatan Akira ke Swiss. dia sudah menyiapkannya matang-matang.


"m-mas, aku gak bisa" Naura terbata-bata karena nafasnya yang sudah mulai tak beraturan akibat sentuhan-sentuhan yang Rio berikan.


"kenapa?" tanya Rio yang sedang asik dengan d


keduua gundukan kenyal milik Naura.


"a-aku sedang datang bulan" jawab Naura yang sedang mempertahankan kesadarannya yang mulai terbuai dengan permainan tangan Rio.


seketika Rio langsung melepaskan tangannya dari tubuh Naura. wajahnya terlihat pucat dan lesu. nafsunya tiba-tiba hilang begitu saja saat mendengar Naura sedang datang bulan.


Naura sangat merasa bersalah pada suaminya. karena dia tidak bisa melayani suaminya dengan baik.


"maaf ya mas" Naura meminta maaf pada suaminya karena tidak bisa melakukannya karena sedang datang bulan.


.


.


.


.


.next-->