
Dua hari pun berlalu, sejak terbongkar nya kejahatan Tina, dan sejak Erlan datang minta maaf kepada Clara, Clara malah tidak pernah masuk sekolah lagi.
Dan juga, hal yang lebih baik adalah, Tina sudah di keluar kan dari sekolah, sementara Lana dia hanya mendapatkan hukuman di skors selama seminggu.
Dan ini adalah hari kedua Clara libur sekolah.
"Nabila! Tunggu!"Ucap Angga yang saat itu terlihat baru tiba di sekolah.
Nabila menghentikan langkahnya, dan berbalik melihat Angga yabg sudah berdiri di belakang nya.
"Ngapain ngikutin gue?"Tanya Nabila.
"Mau ngomong sesuatu."Ucap Angga lagi.
"Apa?"Tanya Nabila.
"Erlan masuk rumah sakit."Ucap Angga kepada Nabila.
"Apa? Masuk rumah sakit? Yang bener aja? Dia kecelakaan?"Tanya Nabila kaget.
"Engak, akhir-akhir ini dia ngerokok lagi dan akhirnya sakit sesak nafas dan jantung nya kumat."Ucap Angga.
"Astaga, Clara tau soal ini gak?"Ucap Nabila lagi.
"Gak tau, tapi dia harus tau, sekarang Erlan sendiri di RS, kedua orang tua nya juga lagi perjalanan bisnis di kota xx dan masih lama pulang nya."Tutur Angga lagi.
"Oke, pulang sekolah, kita bawa Clara ke RS, biar dia tau keadaan Erlan sekarang, dan dia harus secepatnya maafin Erlan gue gak mau Clara nyesel, Clara terlalu Eggo dengan rasa sakit nya."Tutur Nabila.
"Iya, gue setuju."Jawab Angga.
Sementara itu di RS.
"Permisi, suster apa benar ini ruang rawat pasien atas nama Erlan?"Tanya seorang laki-laki kepada salah satu suster yang keluar dari dalam ruang rawat tersebut.
"Ya, boleh kah saya masuk?"Tanya nya lagi.
"Silahkan masuk, tapi waktu jenguk berbatas."Jelas sang suster.
Ia mengangguk tanda Paham dan kemudian berjalan masuk ke dalam ruang rawat tersebut.
"Lo sakit apa?"Ucap nya tiba-tiba.
Erlan yang mendengar itu menoleh ke arah pemilik suara tersebut.
"Lo ngapain ke sini? Di mana Clara?"Tanya Erlan yang saat itu terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
"Gue sendiri, Clara udah dua hari gak masuk sekolah, gue juga gak tau, Erlan, gue mau ngomong sama Lo."Ucap Riky.
Ya laki-laki yang datang menjenguk Erlan adalah Riky, dia bolos sekolah setelah menguping pembicaraan Angga dan Nabila.
"Apa?"Tanya Erlan cuek.
"Sebenarnya Clara itu cinta banget sama Lo, dia sayang banget sama Lo, cuma gue pikir sat ini dia gak bisa menahan rasa sakit hatinya dan memilih buat menghindar dari lo, Lo jangan salah paham, gue sama Clara gak ada hubungan apapun, dia itu sahabat gue, Lo gak perlu cemburu sama gue, gue gak ada niatan buat ngambil dia dari Lo, dan gue mau Lo cepat sembuh, jangan nyerah gini di sini, Lo harus bangun rumah tangga yang harmonis sama dia, gue juga mau dia bahagia."Ucap Riky panjang lebar.
Mendengar ucapan Riky, Erlan yang awalnya sudah tidak punya harapan kini mulai kembali bersemangat.
"Tapi bagaimana caranya biar dia maafin gue? Sedangkan dia gak mau ketemu gue, dan gue juga gak mau dia tau gue sakit, gue gak mau dia khawatir."Ucap Erlan lagi.
"Begi banget, kalau Lo gak manfaatin kesempatan ini sekarang, Lo gak bakal baikan ama dia, gue ada ide, sini gue bisikin."Ucap Riky.
"Apaan?"Tanya Erlan tidak sabar.
Riky pun mulai membisikkan sesuatu di telinganya Erlan.
Bersambung ....