
"Ma, apa Clara ada di sini?"Tanya Erlan kepada mama nya Clara.
"Astaga, anak ini mengagetkan saja, masuk tidak ada suara nya, di mana Clara Erlan? Kau kembali ke rumah mama sendiri?"Ucap mama nya Clara dengan tatapan bingung dia bahkan tidak ngeh kalau Erlan sedang mencari Clara.
"Ma, aku ke sini mencari Clara, apa dia ada di sini?"Tanya Erlan kepada mama nya Clara sekali lagi.
"Erlan, Clara tidak ada kembali ke sini, mama bahkan sudah beberapa jam duduk di ruang tengah ini menonton televisi, tidak ada Clara di sini? Ada apa ini? Apa kalian bertengkar?"Tanya sang mama mertua dengan panik.
"Ma, aku minta maaf, tapi aku tidak tau bagaimana menjalankan ini kepada mama, yang jelas, Clara dia mendorong teman sekelas nya jatuh dari tangga dan dia salah paham pada ku berfikir jika aku membela wanita yang dia dorong, tapi kenyataannya aku melakukan itu karena tidak ingin teman nya itu membawa urusan ini ke jalur hukum aku sedang melindungi nya tapi dia marah dan kabur dia kecewa kepada ku."jelas Erlan dengan wajah sedih nya.
"Ya Tuhan, Clara, dari dulu sampai sekarang, tidak ada berubah-ubah nya, masih saja nakal, emosi nya tidak bisa di kontrol, tapi Erlan, setau mama, Clara tidak akan melakukan hal seperti itu apalagi sampai menyangkut harga dirinya."Ucap sang mama mertua lagi.
"Lalu apa yang harus aku lakukan ma?"Tanya Erlan kebingungan.
"Apa mama mu tau soal ini?"Tanya mama nya Clara.
"Mama ku tidak tau ma, dan mama dan papa ku sekarang kebetulan sedang menjalani bisnis di luar kota, mereka akan pulang satu bulan."Jelas Erlan yang terlihat sudah sangat putus asa.
"Jadi, di mana dia sekarang ma?"Ucap Erlan penasaran.
"Clara, saat ini pasti ada di rumah nya Nabila, tapi kau jangan menemuinya dulu, biar kan suasana di antara kalian dingin terlebih dahulu selesai makan kan masalah kalian dengan kepala dingin, mama mau kalian mandiri mama tidak akan mengatakan hal ini kepada papa nya Clara ataupun kedua orang tua mu, kalian harus mandiri, manfaat kan waktu sekolah untuk bertemu dengan nya bujuk dia secara perlahan."Ucap mama nya Clara yang bijaksana.
Mendengar nasehat dari mama nya Clara, Erlan pun akhirnya lega, dia sekarang tau Clara di mana, namun perkataan mama mertua nya tersebut ada benarnya, dia tidak boleh menemui Clara dalam keadaan hati yang masih panas seperti ini, itu hanya akan membuat Clara emosi dan tidak mau bertemu dengan nya,lebih baik memanfaatkan kesempatan di sekolah untuk bertemu saja.
"Sudah lah, kau pasti bisa menyelesaikan masalah kalian, keadaan akan membuat kalian jadi lebih mandiri dalam berumah tangga, tapi satu hal yang tidak ingin aku dengar ya itu perpisahan."Ucap mama nya Clara kepada Erlan lagi.
"Aku tau ma, dan sampai kapan pun aku gak akan meningal kan Clara aku sudah benar-benar mencintai nya."Jawab Erlan.
Sang mama mertua pun tersenyum bahagia mendengar ucapan menantunya barusan yang terlihat sangat sungguh-sungguh.
Bersambung ....