
Waktu berlalu begitu saja sejak kejadian malam hari itu antara James dan Liana, bahkan pria itu tak mau pulang ke rumah keluarganya.
Orang tua dan nenek serta Zelia tak kalah kebingungan saat mengetahui James tak ada kabar setelah malam itu.
Banyak usaha yang sudah mereka lakukan demi menemukan James, termasuk mencari James ke rumah sang kekasih, Liana.
Tapi hanya rumah kosong yang mereka temui,tak tahu dimana James dan wanita itu berada.
Hingga sebuah pesan masuk ke handphone Zelia, itu dari James yang berisi bahwa pria itu baik-baik saja dan jangan sampai semua orang mengkhawatirkannya.
Zelia merasa lega setelah membaca pesan tersebut bahkan James juga mengirim sebuah foto dirinya bersama Liana tengah memakai pakaian pengantin.
"Apa kakak menikah diam-diam tanpa memberitahu kami?" gumam Zelia sedikit kesal dengan kakaknya.
"Kenapa sayang?" tanya Andrew yang melihat Zelia sedikit manyun tersebut.
"Lihat deh, James berulah!" ucap Zelia sambil memberikan handphonenya kepada Andrew.
Andrew meraih dan melihat apa yang bisa membuat istrinya itu kesal saat ini.
"Ya ampun, ternyata dia sedang bermesraan dengan pengantinnya, saat semua orang mengkhawatirkannya," ucap Andrew juga ikutan kesal.
"Uuh bagaimana kalau nenek tahu hal ini, dia pasti lebih murka lagi," Zelia sedikit menerka ekspresi wajah neneknya, terakhir kali dia melihat sang nenek benar-benar marah saat James tak menyetujui pertunangannya dengan wanita pilihan nenek.
Zelia tak bisa lagi membayangkan bagaimana nenek akan lebih murka jika mengetahui James telah menikah diam-diam dengan Liana.
"Mungkin akan ada perang dunia ke tiga jika itu terjadi," ucap Andrew.
Zelia tak meresponnya, dia mengutak-atik handphone miliknya kembali, membalas pesan dari sang kakak.
Sedangkan James saat ini sedang bersama Liana membaca balasan pesan dari sang adik, dia tampak gelisah tapi juga lega dalam waktu yang bersamaan.
Gelisah jika saja sang nenek tahu pernikahan diam-diamnya dan memisahkan dirinya kembali dengan Liana, lega karena adik dan iparnya mendukung semua yang James lakukan selama itu baik bagi James.
Liana yang sadar perubahan raut wajah pria yang beberapa jam lalu sudah menjadi suaminya itu akhirnya menanyakan apa yang terjadi.
Mereka menikah diam-diam tanpa sepengetahuan nenek dan juga orang tuanya, James baru memberi tahu Zelia setelah upacara pernikahannya berlangsung, sedangkan untuk memberitahukan kabar itu kepada sang nenek, James belum siap sepenuhnya.
"Apa yang kamu pikirkan James?" tanya Liana.
"Tidak ada sayang, semua baik-baik saja," jawab James, tapi Liana tahu kenyataannya tak sebaik yang di ucapkan oleh pria di sampingnya itu.
"Jangan takut, aku akan selalu bersamamu," imbuh James melihat kekhawatiran dari wajah Liana.
Bahkan Liana saja belum lulus dari sekolahnya, mereka harus menyembunyikan status baru mereka untuk sementara.
Demi bisa bersama keduanya nekat melakukan hal itu, tak peduli akibat di kemudian hari nanti.
Di kediaman sang nenek, wanita itu tampak geram setelah mengetahui apa yang di lakukan oleh James dan Liana, beberapa mata-mata miliknya berhasil menemukan mereka dan ternyata mereka menikah secara diam-diam.
"Dasar cucu tidak berguna!" teriaknya kecewa.
Semua rencana perjodohan yang telah dia tentukan harus di batalkan dan dia menanggung rasa malu yang luar biasa sekarang.
Keluarga dari pihak perempuan bahkan menarik semua investasi dari perusahaan sang nenek, membuat wanita itu semakin tertekan karena perusahaan mereka akan mengalami kebangkrutan.
Sebuah ketukan pintu terdengar di luar ruangannya, Oliv meminta sang pengetuk pintu untuk segera masuk.
"Kau?" ucap Oliv saat tahu siapa yang baru saja masuk.
"Kenapa begitu terkejut? apa aku tak boleh berkunjung?" tanya Afzriel Tan.
"Kau datang di waktu yang tidak tepat!" ucap Oliv ketus, pikirannya sedang tak tenang saat ini, di tambah kedatangan Afzriel yang pasti akan membuatnya sedikit lebih kesal.
"Jangan marah, aku sudah mendengar apa yang terjadi di keluargamu, kenapa kamu senekat itu?" tanya Afzriel.
"Aku pikir itu jalan terbaiknya," balasnya.
"Dasar bodoh, kamu lupa siapa priamu ini?" tanya Afzriel Tan sambil menggoda wanita di depannya itu.
"Haiz jangan ikut campur ini urusan keluargaku!" sentak Oliv.
"Jangan paksa cucumu lagi, aku mengenal baik Liana, dia gadis yang baik meski lahir dari ibu yang jahat," jelas Afzriel.
"Dan untuk masalah perusahaanmu serahkan semuanya pada Andrew, dia bisa membantu kalian," imbuhnya.
"Tapi?" Oliv terhenti saat tangan Afzriel menghalangi bibirnya untuk bicara.
"Menurutlah dan restui mereka! jangan lupa kita pernah di posisi sulit seperti mereka dahulu, bagaimana perasaanmu sekarang?" Afzriel menatap kedua mata wanita itu, mengingatkan kembali masa-masa sulit dahulu yang pernah mereka alami, cinta yang harus di pisahkan karena perjodohan turun-temurun, membuat keduanya harus terjebak dalam cinta yang semu bertahun-tahun.
Hingga di usia senja keduanya baru bisa bersama lagi, meski belum secara resmi memberitahukannya kepada semua orang.
"Ya aku mengerti," Oliv akhirnya luluh, Afzriel Tan tersenyum telah berhasil membereskan dua masalah sekaligus.