Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *46


"Santai aja kali, Lo gak perlu khawatir kedua orang tua gue baik banget, apalagi ayah gue karyawan nya papa Lo, mereka pasti akan sangat menghormati Lo kok."Ucap Nabila.


"Tapi gimana caranya Lo jelasin ke mereka apa Alasan gue nginep di sini?"Tanya Clara lagi.


"Gampang, serahin semuanya ke gue."Ucap Nabila dengan yakin nya.


Saat ini Clara hanya bisa bergantung dengan Nabila, karena cuma Nabila lah sahabat nya satu-satunya, dia juga tidak mungkin kembali ke mansion papa dan mama nya, karena tidak ingin orang tua nya tau kalau hubungan nya dan Erlan sedang tidak baik-baik saja.


Setelah lama berbincang di luar rumah, Clara dan Nabila pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam rumah nya Nabila.


"Ibu aku pulang, eh ada ayah juga di rumah."Ucap Nabila kepada ibu dan ayah nya yang saat ini sedang menonton televisi di ruang tengah rumah mereka.


"Nabila, eh, ada Clara juga ya."Ucap ibu nya Nabila dengan sangat ramah.


"Permisi om Tante."Ucap Clara dengan sopan nya.


"Nak Clara, sudah lama tidak main ke sini maaf ya suasana rumah kami kurang Bagus."Ucap ayah nya Nabila.


"Gak apa-apa om, rumah nya nyaman banget."Ucap Clara lagi.


"Ayah, ibu, Clara boleh gak nginep di sini beberapa hari? Soalnya dia lagi bosen di mansion nya."Ucap Nabila melontarkan alasan simpel kelas ayah dan ibu nya.


"Boleh dong, kenapa gak boleh, yaudah sekarang kalian ke kamar ganti baju abis itu makan ya."Ucap ibu nya Nabila yang orang nya tidak banyak tanya yang penting anak nya bahagia.


"Beneran Bu?"Tanya Nabila.


"Iya dong, iya kan yah, boleh?"Tanya ibu nya Nabila kepada ayah nya Nabila.


"Makasih banyak ya om, Tante."Jawab Clara yang saat ini benar-benar sedikit malu karena dia akan merepotkan ayah ibu Nabila.


"Yaudah ayo!"Ucap Nabila meneyret Clara untuk pergi ke kamar nya.


Sementara ayah dan ibu Nabila hanya saling pandang.


"Yah, bukan nya Clara sudah menikah ya?"Tanya ibu nya Nabila.


"Iya Bu ayah tau, tapi sebaiknya kita diam saja, seperti nya Clara sedang ada masalah, kita yang tua saja sering bermasalah dalam rumah tangga apalagi dia yang masih remaja, biar kan saja, mungkin dia ingin menenangkan diri terlebih dahulu."Ucap ayah nya Nabila.


Ayah dan ibu nya Nabila adalah orang yang sangat pengertian, mereka tau saat ini Clara sedang ada masalah dalam rumah tangga nya, dan membiarkan Clara untuk menenangkan diri di rumah mereka.


Sementara itu di sisi lain.


"Clara! Gue pulang! Clara Lo di mana?"Erlan masuk ke dalam apartemen dan berjalan menaiki tangga menuju lantai atas untuk melihat apakah Clara ada di kamar nya atau di mana.


Namun sayangnya Erlan tidak menemukan Clara di mana pun, kamar nya bahkan kosong tidak ada tanda-tanda Clara kembali ke apartemen.


"Ya Tuhan, di mana dia?"Batin Erlan.


Pikiran Erlan pun kini semakin kacau, dia merasa bersalah sudah membentak Clara, dan dia juga kesal sudah membuat Clara malu di depan banyak orang, namun prilaku Clara akan membuat dirinya sendiri bahaya makanya Erlan jadi marah seperti itu dan tidak bisa mengontrol emosi nya.


Bersambung ....