Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
TMM *45


"dari awal gue udah curiga sama lo Lana, sebaiknya sekarang Lo pergi dari sini!"Ucap Erlan mengusir Lana.


"Erlan ini gak seperti yang Lo lihat!"Ucap Lana mencoba membela diri nya.


"Pergilah!"Ucap Erlan lagi.


Karena takut Tina akan berbuat hal lebih aneh lagi, Lana lun akhirnya memutuskan untuk pergi dari sana, dengan perasaan yang benar-benar kacau, dia tidak menyangka jika Tina akan sangat licik dari dirinya, semuanya sudah kacau rencana nya untuk lebih dekat lagi dengan Erlan pun akhirnya musnah.


Jujur saja saat ini Lana benar-benar menyesal sudah membantu Tina.


"Lo gak apa-apa kan?"Tanya Erlan kepada Tina.


"Gak apa-apa kok kak, untung kak Erlan cepat datang."Ucap Tina sambil memasang wajah melas nya.


"Ini obat Lo, dokter bilang Lo gak perlu rawat inap, sekarang gue anterin Lo pulang ya."Ucap Erlan kepada Tina.


"Kak, makasih ya udah bantuin aku, aku Uda mikirin, kalau aku gak bakal bawa hal ini ke jalur hukum, dan Clara bakal aman kok."Ucap Tina kepada Erlan.


"Beneran?"Tanya Erlan penuh semangat.


"Iya, tapi ada atu syarat kak."Ucap Tina.


"Apa?"Tanya Erlan penasaran.


"Kak Erlan harus bantuin aku, jemput sama antar aku pulang sekolah, soalnya kaki aku sakit."Ucap Tina lagi.


Erlan teridam, sebenarnya dia sangat malas melakukan hal ini, tapi jika tidak, Clara dalam bahaya.


"Ini cuma sampai aku sembuh aja kok kak."Ucap Tina dengan suara lembut nya.


"Yaudah deh, oke, cuma sampai Lo sembuh aja kan?"Tanya Erlan lagi.


"Yaudah, sekarang gue bantu Lo jalan."Ucap Erlan.


Erlan pun memapah Tina keluar dari rumah sakit itu untuk mengantarkan Tina pulang.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di toko buku ibu nya Tina.


"Astaga, Tina? Ada apa dengan mu nak? Kau kenapa jadi seperti ini?"Tanya ibu nya Tina kaget saat melihat Tina pulang dengan di papah oleh Erlan.


"Aku gak apa-apa kok Bu, tadi di sekolah jatuh dari tangga, jadi kak Erlan yang bantu bawa aku ke rumah sakit dia juga bantu aku bayar administrasi nya."Ucap Tina menjelaskan.


"Yaampun Tina, kamu ini gak hati-hati ya, nak, terimakasih ya, sudah membantu Tina? Ayo silahkan masuk dulu."Ucap ibu nya Tina kepada Erlan.


"Sama-sama buk, tapi aku buru-buru, lain kali aku masuk, kalau begitu, Tina, buk, aku permisi dulu."Ucap Erlan yang kemudian buru-buru masuk ke dalam mobil nya.


Sementara Tina hanya tersenyum menatap kepergian Erlan.


"Tina, bagaimana bisa jatuh?"Tanya sang ibu lagi.


"Biasa lah Bu, kesandung doang kok, anterin aku ke kamar dong buk, aku mau istirahat."Ucap Tina kembali judes dengan ibu nya.


Sang ibu yang sudah terbiasa pun hanya bisa pasrah dan menuruti apapun yang di katakan oleh Tina barusan.


Sementara itu di sisi lain.


"Nabila, ayah sama ibu Lo gak apa-apa kan gue nginep di sini untuk beberapa hari?"Tanya Clara kepada Nabila.


Saat ini Clara sudah tiba di rumah Nabila dia bahkan sangat malu untuk masuk ke dalam rumah tersebut, jujur dia sangat tidak enak untuk merepotkan keluarga Nabila.


Bersambung ....