
Setelah Zelia mulai tenang, Andrew segera membawanya kembali pulang. Han sementara mengurus urusan perusahaan di bawah kendali Andrew.
Demi keselamatan istri dan anaknya, Andrew memilih menjaga mereka lebih ketat lagi. Berjaga-jaga agar Robi tak membuat ulah lagi bagi Zelia.
Arkan dan Alea sangat merindukan mamanya. Keduanya kini tengah bermanja-manja dengan Zelia.
"Mama, jangan pergi lagi ya, Alea gak mau ditinggal," ucap Alea.
"Iya sayang mama gak akan ninggalin kalian lagi," ucap Zelia sambil memeluk kedua anaknya.
Andrew yang melihat pemandangan di depannya itu begitu tersentuh. Kebahagiaannya bersumber dari mereka. Maka Andrew akan menjaga mereka sepenuhnya.
Di saat sedang memperhatikan istri dan anak-anaknya. Bunyi ponsel Andrew membuat pria itu terkejut. Dia segera melihat siapa yang meneleponnya. Ternyata itu dari Han.Andrew segera menerima panggilan itu.
"Ada apa Han?" tanya Andrew di ponsel.
"Tuan ada hal penting yang harus tuan lihat segera,saya akan mengirimkannya lewat email," balas Han di ujung panggilannya.
"Baiklah!" Andrew menutup panggilan mereka dan segera membuka laptop di ruang kerjanya.
Tampak beberapa email masuk dari Han, berisi tentang berita saham hari ini. Perusahaan Tan yang Andrew kelola tiba-tiba sahamnya merosot tajam.
"Apa yang terjadi ini? Semalam masih baik-baik saja!" ucap Andrew geram. Baru kali ini tiba-tiba perusahaannya mengalami kemerosotan di pasar saham secara tak normal.
Andrew segera menelepon Han kembali. Meminta untuk segera mengadakan rapat para jajaran perusahaan segera.
Andrew bergegas untuk ke perusahaan, Zelia yang melihat suaminya terburu-buru mencoba menghampirinya.
"Ada apa Ndrew?" tanya Zelia.
"Maaf sayang aku belum bisa menjelaskan sekarang. Perusahaan dalam masalah saat ini. Aku harus bergegas ke sana!" ucap Andrew.
"Baiklah, hati-hati ya?" ucap Zelia, Andrew hanya tersenyum. Dan segera menuju ke perusahaannya.
Tak butuh waktu lama buat pria itu sampai di perusahaan. Andrew segera menuju ke ruang kerjanya. Dan meminta Han untuk segera menyiapkan rapat dadakan.
Andrew yang memimpin rapat itu dengan suasana tegang. Untung saja mereka masih bisa menemukan cara untuk mengembalikan posisi perusahaan ke tempat aman kembali.Kalau tidak mungkin saja mereka akan menjadi gelandangan kali ini. Kehilangan perusaan dan penghasilan.
"Baiklah, kita akan segera mencari tahu siapa dalang di balik ini semua. Untuk semuanya terima kasih karena kalian masih bekerja keras demi perusahaan ini," ucap Andrew di akhir rapatnya.
Setelah semuanya kembali ke tempat kerja masing-masing, Andrew yang masih di ruang rapat bersama Han sedikit menghela napas lega.
"Ya tuan," Han mendekat ke tempat dimana Andrew duduk.
"Apa ini ulah keluarga itu lagi?" tanya Andrew sambil memijat keningnya.
"Benar tuan, apa kita perlu membalasnya sekarang?" tanya Han.
"Jangan dulu, kita masih butuh bukti tentang kasus pembunuhan kakek, saat kita mendapatkannya kita akan menghancurkan mereka tanpa tersisa."
Andrew tak pernah main-main dengan ucapannya. Kesabaran pria itu mulai berkurang. Dimana satu-persatu orang yang di sampingnya di ganggu oleh keluarga Alexandra. Andrew berjanji pada diri sendiri untuk segera menghancurkan mereka. Tapi serangan kali ini berdampak pada kestabilan perusahaan. Meski Andrew masih bisa menghadapinya, dia juga takut suatu saat Robi akan menggunakan kelemahannya untuk sasaran serangan pria itu.
"Baik tuan," jawab Han. Keduanya lalu kembali ke ruang kerja masing-masing dan sibuk dengan pekerjaan mereka.
Siang ini Andrew hendak menemui papanya. Dia ingin menanyakan sesuatu yang penting pada pria itu.
Sesampainya di rumah sang papa dia segera mencarinya. Sebelum bertemu dengan Zulian Tan, Andrew bertemu dengan mamanya.
"Andrew, kamu kesini kok gak bilang-bilang, mama bisa masakin kamu sebelumnya," ucap Ariana sambil memeluk putranya.
"Maaf ma, Andrew gak bilang dulu, tapi ada hal penting yang ingin Andrew tanyakan pada papa, dimana dia?" tanya Andrew.
"Papamu ada di ruang kerjanya, ada apa Ndrew?" tanya Ariana penasaran dengan apa yang akan di tanyakan oleh putranya itu.
"Nanti ya ma Andrew jelasin ke mama,sekarang Andrew mau naik dulu nemuin papa."
Andrew segera berjalan ke ruang kerja papanya, tanpa menghiraukan panggilan sang mama kepadanya.
Dia mengetuk pintu ruang itu dan suara mempersilahkan masuk terdengar dari dalam. Andrew segera masuk ke ruang kerja papanya.
"Andrew?" panggil Zulian.
"Ya pa ini aku, ada hal penting yang ingin Andrew bicarakan sama papa," ucap Andrew.
"Duduklah! Hal penting apa itu Ndrew?" tanya Zulian. Andrew duduk di kursi depan meja Zulian.
"Tentang keluarga Alexandra pa, sebenarnya kenapa kakek dan keluarga itu bisa berselisih paham?" tanya Andrew penasaran.
Zulian tampak terkejut dilihat dari raut wajahnya. Seketika ingatan tentang masa lalu terlintas di pikiran pria itu.
Zulian akhirnya mulai menceritakan tentang masa lalu keluarga Tan dan keluarga Alexandra. Dan bagaimana bisa keduanya sekarang menjadi musuh satu sama lainnya.