
"ahh...mass" Naura melenguh saat tangan Rio mulai nakal. tangannya mulai meraba dan meremas buah dada Naura yang masih berbalut di dalam dress.
kali ini Rio ingin bercinta dengan sensasi yang berbeda. dia menyibakkan dress Naura,dan tangannya meraba kedalam mencari pengait bra, melepasnya dan melemparnya asal,lalu turun kebawah melepaskan kain yang membalut bagian bawah Naura.
"emmhh,..apa yang kau lakukan" tanya Naura yang bingung dengan apa yang sedang Rio lakukan padanya.
"malam ini akan menjadi malam yang indah untuk kita berdua" ucap Rio lalu mengecup bibir Naura sekilas.
Rio menuntun Naura berjalan kearah sofa yang ukurannya cukup besar dan duduk dipangkuan Rio yang sudah polos bagian bawahnya yang memperlihatkan miliknya yang sudah tegang.
Rio mulai mencumbu menjilati area telinga, leher, dan meremas gemas buah dada Naura yang sudah mengeras dan menonjol dibalik dressnya sebagai pemanasan agar istrinya siap untuk dimasuki.
Naura yang menerima perlakuan Rio itu melenguh nikmat dan mengalungkan tangannya kebelakang sembari meremas rambut Rio.
setelah diri Naura siap untuk dimasuki,Rio membalikkan posisi Naura agar menghadapnya dan mendudukkannya kembali dengan menyatukan diri mereka.
"owhh...mashh" Naura sedikit terkejut merasakan sesuatu yang mulai memasuki dirinya.
Rio memompa begitu cepat sembari membuka resleting bagian belakang dress Naura lalu menurunkan lengannya kebawah dan terlihatlah pemandangan indah dua gunung yang sedang menari-nari dengan gemasnya. dengan tidak sabaran Rio langsung melahap keduanya secara bergantian.
setelah itu Rio menyuruh Naura untuk berdiri dan kembali melakukan penyatuan lagi dengan berdiri. Naura hanya bisa mendesah dan pasrah. karena ibunya pernah bilang kalau dia harus siap melayani suaminya kapanpun dan tidak boleh menolaknya karena itu adalah dosa. lagi pula Rio adalah suaminya.dia juga yang sudah mengambil sesuatu yang berharga dalam dirinya. tidak ada gunanya lagi menolak ataupun menangisinya,karena cepat atau lambat hal itu akan terjadi juga setelah Naura menikah.
yang ditakutkan Naura hanya satu. bagaimana kalau dirinya hamil jika Rio terus-terusan mengajaknya bercinta. Naura belum siap untuk hal itu, perjalanannya masih panjang. dia masih kelas 3 SMA dan juga akan melanjutkan kuliah. dia pikir jika dirinya hamil itu akan menghambat dirinya untuk menggapai cita-citanya.
apalagi saat ini Naura belum mencintai Rio dan juga sebaliknya Rio juga pasti belum memiliki perasaan lebih padanya. Naura takut jika dirinya hamil, Rio akan meninggalkannya karena tidak ada cinta diantara mereka. atau bahkan Rio akan membuang dirinya begitu saja. dia tidak siap jika harus hamil tanpa suami dan juga dirinya juga belum siap menerima cibiran orang-orang diluar sana.
kali ini Rio menggoyangkan pinggy lebih cepat dan brutal karena dirinya hampir menggapai pelepasannya. tangannya yang satu membantu merangsang area bawah Naura dengan tangan satunya meremas satu payudara Naura dengan gemas dan memelintir pucuknya dan ******* yang satunya dengan sedikit menggigit bagian pucuknya.
"aargghh...mashh" Naura mendesah keras. dirinya tak kuasa menerima kenikmatan bertubi-tubi yang Rio berikan. Naura hanya bisa meremas kuat-kuat sprei karena dirinya merasakan suatu sensasi yang sangat mendesak dirinya didalam sana.
dan akhirnya mereka mencapai puncak kenikmatan bersama dan Rio kembali menyemburkan benih-benihnya kedalam rahim Naura.
Rio kembali mengatur nafasnya dengan menenggelamkan kepalanya diantara kedua gundukan Naura sembari tangannya meraba-raba penyatuan mereka sembari memberikan rangsangan pada penyatuan mereka. sedangkan Naura juga mengatur nafasnya yang ngos-ngosan sembari memegangi buah dadanya yang terasa perih karena digigit suaminya tadi.
setelah dirasa nafasnya kembali teratur, Rio mengubah posisi,dan memeluk Naura dari belakang dengan tangannya memegang buah dada Naura dan sesekali dimainkannya dan juga Rio menyatukan kembali miliknya pada Naura dari belakang. lalu mereka berdua tertidur karena kelelahan. hingga pagi hari Rio terbangun dan kembali meminta jatah. dan terulanglah kembali pertempuran panas semalam.
.
.
.
.
. Next-->
jangan lupa like and vote nya yaa!