Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Hamil?


Rangga sepupu Leon yang berstatus sebagai dokter itu sudah biasa menghadapi emosi Leon sedari masih kecil.


Dokter Rangga langsung membawa Lea untuk segera memeriksa keadaan nya, Leon pun nampak menghubungi mama nya, namun Cakra yang menjawab panggilan nya.


"Halo Kak".


" Cakra mana mama gue? ".


"tante ada, Emang nya kenapa? ". tanya Cakra


"udah cepetan kasih ke mama sekarang!". Sentak Leon


" Jangan marah-marah dong Bro, santuy..".


"sialan! gue lagi gk pengen dengerin candaan Lo yang murahan itu ya, cepat kasih ke Mama!!". Ujar Leon yang semakin emosi


" Duhhh.. nggak bisa banget sih diajak bercanda, Tante ini ada Kak Leon!". teriak cakra


" Halo iya, kenapa sayang?". tanya Mama indah


"Mama, Lea tadi pingsan. ini Leon lagi ada di rumah sakit". Jelas Leon


"pingsan?? Astaga, kenapa Lea bisa pingsan? ". Tanya Mama Indah


"Mama, cepet ke sini ya". pinta Leon


"iya, iya.. Mama ke sana sekarang ya".


sambungan panggilan itu terputus dan Leon kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku nya, Lalu ia masuk ke dalam ruangan dimana Lea sedang di periksa.


"gimana kondisi nya? ". Tanya Leon dengan panik


Dokter Rangga memasang wajah yang tegang, dia menatap Leon dengan tatapan tajam, membuat lelaki itu mengerutkan kening nya dan menaikkan satu alis nya.


"Kenapa sih mata Lo ngeliatin Gue kayak gitu? ". tanya Leon yang merasa aneh dengan tatapan Om nya itu


"Hei!! kenapa sih malah lihatin gue sampai segitu nya? Gue ganteng, Emang sih Gue akuin kalau Gue ganteng, Lo terpesona kan? ". Ujar Leon Percaya Diri


"Leon, mana Lea? ". tanya mama Indah yang baru saja datang


"Rangga, menantuku Enggak apa-apa kan? dia Kenapa bisa pingsan? ". tanya Mama indah yang khawatir terhadap kondisi menantu nya itu


Dokter Rangga pun melirik ke arah Leon lagi


" Kamu mau tahu gimana kondisi nya?". Ujar Dokter Rangga


"ya iyalah, aneh banget sih lo masak dari tadi lihatin Gue gitu amat". Sahut leon


" Rangga kenapa sama Lea? bukan nya kamu jawab malah liatin Leon begitu? ". tanya Mama indah


"Aduh kepalaku pusing, ini di mana?". tanya Lea yang baru saja tersadar


Leon yang mendengar dan melihat istri nya siuman, langsung mendorong paman nya dan mendekat ke arah Lea.


"sayang, kamu enggak apa-apa kan? mana yang sakit? ". Tanya Leon khawatir


"Mas, kenapa Lea bisa ada di rumah sakit? Emang nya Lea kenapa Mas?".


"dia hamil...". jawab Dokter Rangga terputus


"APA??!!!". Teriak semua orang yang ada di ruangan itu, termasuk dengan Cakra yang memotong perkataan dokter Rangga


"seriusan Om? ". tanya Cakra yang tidak percaya


"aku mau punya cucu? Aaarrggghhh... seriusan Mama Mau Punya Cucu? ".


Mama Indah tiba-tiba meneteskan air mata nya karena terharu dan menganggkat wajah nya agar air mata nya tidak turun lagi.


dokter Rangga pun menggaruk belakang kepala nya yang terasa tidak gatal dan menatap mereka semua dengan tatapan kebingungan.


"Gimana saya bisa jelasin nya kalau kalian terus meneror diriku dengan berbagai macam pertanyaan ? tenang dulu, biar saya jelasin semua nya". tegas dokter Rangga


"Jadi gini, Lea memiliki tanda-tanda wanita yang sedang mengandung dan itu benar, namun untuk lebih meyakinkan lagi kita harus memeriksakan nya ke dokter kandungan, karena ini bukan ranah saya. Saya hanya dokter spesialis jantung". jelas dokter Rangga dengan tegas


"Oh iya Om Rangga kan dokter Spesialis jantung kan ya, periksa jantung aku juga dong Om kok...". belum selesai Denis berkata , mulut nya sudah disumpal kain oleh Leon


"Aarrgghh.. seriusan Aku mau punya cucu". ujar Mama Indah yang langsung mendorong Leon hingga lelaki itu tersungkur jatuh


Mama Indah memeluk menantu nya dan langsung bangkit memegang tangan menantu nya.


"Mah, dokter Rangga bohong kan? nggak mungkin Lea lagi hamil kan, Lea belum siap Ma". ujar Lea dengan Tatapan yang sendu


"sayang, kan ada Mama. nanti kita periksa lagi ke dokter kandungan Ya untuk memastikan nya". Ucap Mama Indah


"enggak Ma, kita pakai testpack aja yy". tolak Lea mentah-mentah


"Iya, tapi setelah itu kamu tetap harus Periksa ke dokter kandungan Ya, karena usia kamu juga masih baru menginjak tujuh belas tahun kan". Jelas Mama Indah


"Mas, ini semua karena kamu!!!". Ujar Lea dengan kesal


Dokter Rangga dan Mama Indah pun tertawa kecil dan tidak ingin ikut campur pertengkaran di antara rumah tangga mereka, sedangkan Cakra malah mendekat dan ingin tahu lebih jauh tentang perdebatan Antara Lea dan Leon.


"sayang, kan belum pasti yang di ucapkan Dik Rangga, kan Dokter Rangga itu Dokter Spesialis Jantung, diakan gk ngerti begituan". jelas Leon melirik tajam ke arah Paman nya itu


" ya Terus kenapa kamu bawa aku ke dokter Jantung? Kamu mau bedah jantungku gitu??".


"Ya bukan gitu, tadi kan aku panik dan cuma Dokter Rangga orang yang ada disini. dokter Rangga juga kan Dokter keluarga kita". Jawab Leon


"Lea, Om udah biasa dari kecil ngerawat Leon kalau dia lagi sakit dan harus Om yang ngerawat, untung nggak Om beri suntik mati". Timpal Dokter Rangga


"Rangga, dokter kandungan hari ini ada kan?". tanya Mama Indah


"Jadwal nya padat pada hari ini kak, antrian nya panjang kalau ingin menunggu silahkan". jawab dokter Rangga


"Astaga, aku juga mau punya cucu dong kak Indah. aku nih Iya lagi bayangin kalau Leon punya anak terus dia yang ngerawat, mungkin baju di kaki celana di kepala yang dibuat nya". ledek dokter Rangga


" Itu sih ilmu dasar, Gue pasti tahulah! ". ketus Leon


"Mas, aku mau pulang, aku udah nggak pusing lagi kok". pinta Lea


"sayang kamu hati-hati Ya, gimana kalau sekarang kalian tinggal di rumah Mama aja deh, Biar Mama bisa bantu rawat Lea sama cucu Mama, soalnya Mama enggak yakin sama Leon". ujar Mama indah


"apaan sih mah, Leon gini-gini suami yang bertanggung jawab dan cekatan ya".


"Mah, Lea kan belum tentu hamil. jadi Mama jangan khawatir ya". Timpal Lea


"Ya udah deh, Ayo Mama anterin kalian sampai ke apartemen". ajak mama Indah


Sesampai nya di apartemen Lea dan Leon pun masih diam-diaman, Lea masih terdiam memikirkan jika diri nya memang benar-benar hamil, dan Bagaimana dengan sekolah nya.


"sayang, kamu tes aja pakai testpack ya". ujar Leon yang membuka pembicaraan


Lea pun menoleh ke arah suami nya itu dengan ragu, dan mengambil testpack yang telah dibeli nya tadi.


Lea memang tidak ingin diperiksa oleh dokter kandungan, karena dia merasa malu jika hamil di usia nya yang masih muda.


saat hendak memasuki kamar mandi, Lea melirik ke arah belakang dan Leon Tengah tersenyum manis ke arah nya.


Lea pun nampak menghela nafas nya dan menutup pintu kamar mandi itu.


"Apapun yang terjadi, semoga ini adalah yang terbaik untuk kami semua". lirih Lea