Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Keharmonisan Keluarga


Kini Leon memeluk tuhuh Lea dari arah belakang dan mencium tengkuk wanita itu.


"sayang jangan cuekin mas mulu dong, mas minta maaf ya". Ucap Leon


"Lepasin Mas, jangan pegang perut Lea, sakit tahu". ujar Lea yang menepis tangan Leon dan langsung memejamkan mata nya


Leon tidak mau melakukan hal itu, ia kembali memeluk istri nya itu, namun tangan nya tidak menyentuh perut istri nya.


"sayang apa masih sakit perut nya? ".Tanya Leon


"hmmm". Lea hanya berdehem


"mas beliin obat ya sayang". Rayu Leon


"enggak, besok bakal sembuh sendiri kok jadi nggak usah minum obat juga, yang penting mas cukup diam dan jangan ganggu aku itu udah cukup". Jelas Lea dengan sinis


"ya udah kalau gitu sayang". ujar Leon langsung mengunci mulut nya dan memandangi istri nya itu


" Mas, tiba tiba aku kangen Mama Indah. Ayo ke rumah Mama, Mas.". Ujar Lea


"Hah sekarang?". Tanya Leon spontan


" Ya iyalah".


"Ya udah ayo deh".


pukul delapan malam, Leon dan juga lea akan pergi menuju ke rumah mama indah.


kali ini Lea merindukan mertua nya tersebut, walau tadi siang mereka sempat bertemu di sekolahan.


mobil pun melaju dengan terpaan dingin nya angin malam, jalanan terlihat masih cukup ramai karna memang belum larut malam.


"Mas, kita bawa apa ya ke rumah mama?". Tanya Lea


"kamu mau beli apa emang nya? kalau gitu kita mampir ke mall dulu gimana? mau?". Tanya Leon


"boleh Mas". Jawab Lea dengan antusias


Leon pun membelokkan mobil nya dan masuk ke parkiran mall, sesampai nya mereka di sana.


Lea langsung turun terlebih dahulu, Leon menggenggam erat tangan istri nya itu dan mereka langsung berjalan masuk ke dalam.


"perut nya nggak sakit kalau lagi jalan beginikan?". tanya Leon dengan cemas


"Agak sakit sih, tapi gk apa apa. masih bisa di tahan kok". Jawab Lea


"Mas gendong aja gimana?". Tawar Leon


"nggak usah, kamu ini ada-ada aja mas, ya masa mau gendong aku di sini". Ucap Lea


mata Lea terus menatap ke arah seluruh penjuru mall, ia mencari hal menarik yang akan di sukai oleh Mama mertua nya itu.


namun tak sengaja mata nya menangkap sosok Sisil dengan seorang pria yang seperti nya tidak asing bagi nya.


"Mas, itu Sisil bukan sih?". tanya Leon pun langsung melirik ke arah istri nya yang sedang menunjuk itu


Dan ternyata benar jika ada Sisil sedang berada di tempat ini, akan tetapi ia bersama dengan seorang pria yang sangat ia kenal.


"Looh.. itu bukan nya Devan?". Tanya Leon


"kayak nya sih iya Mas, tapi dia enggak ada bilang apapun sama aku". Sahut Lea


"Ya sudahlah Mas biarin aja, nanti yang ada kalian malah bertengkar lagi di sini". Sambung Lea lagi dan langsung menarik tangan Leon seraya melangkahkan kaki nya kembali


"Leaaa!!!". teriak Sisil


Lea pun menghentikan langkah nya saat mendengar nama nya di panggil, ia menolehkan wajah nya seraya menatap ke arah Sisil dan Devan yang sedang berjalan mengarah ke tempat diri nya. Lea tersenyum lebar dan melambaikan tangan nya.


"Lo di sini juga Lea? kalau gitu yuk kita bareng-bareng aja". Aja sisil


"Sil,sejak kapan lo sama Devan lagi? ". ujar Lea seraya menarik tangan sisil untuk menjauh


"kenapa? emang Lo enggak takut kalau dia cuma main-main aja sama lo? gue enggak mau ya lo kecewa". ucap Lea


"kenapa sih Lo Le? jangan bilang lo suka ya sama Devan maka nya lo ngomong kayak gitu? ".


"gila kali, ya udah deh kalau itu bikin Lo bahagia". Sahut Lea


" Yaudah kalau gitu gue duluan ya, kita enggak bisa bareng sama kalian karena gue ada urusan penting. kalian semoga makin akrab ya". Ujar Lea


"Lo enggak seru banget sih Le, emang nya lo mau ke mana?". Tanya Sisil penasaran


"ada deh, ya udah deh kalau gitu kami duluan ya". ujar Lea menarik tangan Leon untuk menjauh karena sedari tadi Leon dan Devan berpandangan beberapa detik, mereka saling menatap tajam seperti mengibarkan genderang peperangan


tidak ingin terjadi hal buruk, Lea langsung menarik kasar tangan suami nya untuk menjauh.


sesampai nya di rumah Mama Indah, mereka berdua langsung turun dan membunyikan bel.


keluarlah asisten rumah tangga yang membuka kan pintu, mereka semua masuk ke dalam.


"Ya ampun, Mama kangen banget loh sayang, kalian nginep di sini kan? ". tanya Mama indah


"enggak mah". jawab Leon spontan


"Mama enggak terima penolakan! pokok nya kalian harus nginep di sini!". jawab Mama Indah


"padahal tadi siang baru ketemu di sekolah, masak kangen lagi sih". timpal Leon


"kenapa? emang nya nggak boleh? ayah, lihat tuh anak kamu nyeselin banget". Adu Mama Indah kepada Ayah Damar


"Leon, kamu jangan ganggu istri kesayangan Ayah, kamu mau Ayah hukum hah?". Ujar ayah Adam seraya terkekeh


"woi kakak ipar". Teriak Cakra berlari dan melebarkan tangan nya ingin memeluk Lea dan Leon langsung menarik lea ke belakang tubuh nya


Hingga akhir nya Cakra memeluk Leon, dan lelaki itu menatap Cakra dengan tatapan yang sangat tajam


"lo mau tidur di luar?". tanya Leon mengancam


"yaelah gitu doang biasa aja kali". ujar Cakra tersenyum ke arah Leon lalu melepaskan pelukan nya


"Kakak ipar, please bantuin gue ngerjain tugas buat besok dong". pinta Cakra


"Lo itu seharus nya masuk kelas IPS, ngapain pindah ambil jurusan IPA".


"biar Gue bisa sekelas sama kakak ipar, harus nya lo bersyukur karena gue jagain dia di kelas". Sahut Cakra


" apaan di jagain? Lo tau nggak kejadian hari ini di sekolah gimana?". kata Leon


"tahu, tadi tante baru ngasih tahu. kalau gitu gue nggak akan libur -libur lagi deh biar full jagain kakak ipar, gue rasa boneka chucky itu akan terkejut karena ada yang lebih jahat terus jelek dari dia". timpal Cakra


"tenang aja kakak ipar, selama ada cakra semua pasti aman, yang penting tolong bantu tugas gue buat besok ya". ujar Cakra


"dih, kerjain sendiri". Sinis Leon


"ya ampun, sudah sudah!! kalian kalau berdua ribut melulu ya, ya udah kalau gitu kita bakar-bakaran aja gimana? mumpung menantu Mama nginap di sini". ajak mama indah


" Sayang, kamu mau kan?". tanya Mama indah


"boleh mah, Lea bantuin mama ya". Ujar Lea menganggukan kepala nya dan tersenyum


"ya udah ayo kita siapin semua bahan-bahan nya, Cakra Kamu siapin tempat nya ya sekarang". Sambung Mama Indah


"Terus Leon ngapain?". tanya Cakra protes


" Om ada yang mau di bicarakan dulu sama Leon sahut ayah Adam


Leon dan Ayah Adam pun langsung menuju ruangan kerja milik Ayah nya itu, sedangkan Cakra mencebikkan bibir nya dan langsung teringat oleh putra dan juga Satria


"bodo amat deh, gue telepon aja mereka suruh bantuin gue". ujar Cakra yang langsung menghubungi putra dan juga satria