Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Insecure


Alina kembali meletakkan kotak itu ke tempat asalnya. "Jadi Bibi nggak mau ngasih tahu Aku? Ya udah kalau gitu!" ucap Alina sok ngambek seraya berbalik dan berjalan hendak keluar dari gudang itu.


"Gadis itu adalah Asima mantan pacar Abian." jawab Lusi yang membuat Alina menghentikan langkahnya.


"Maksud Bibi?"tanya Alina memastikan seraya kembali berjalan menghampiri Lusi.


" Iya gadis itu adalah mantan pacar Abian."kembali Lusi menjelaskan.


Akhirnya Lusi memberi tahu Alina tentang Asima yang sudah selama tiga tahun menjalin sebuah hubungan bersama keponakannya itu.


Namun, selama tiga tahun Abian dan Asima berhubungan hanya Lusi lah yang mengetahui hubungan mereka berdua.


Karena Abian tidak pernah mengenalkan Asima pada Lisa ataupun pada Seno,selain pada Lusi saja.


Namun Lusi tidak tahu penyebab kandasnya hubungan Abian dan Asima itu karena apa, karena Abian sudah tidak pernah curhat lagi tentang Asima padanya.


Dan justru Lusi malah di kejutkan dengan berita pernikahan Abian dengan Alina dari sang kakak Lisa.


"Tapi kamu tenang aja! Meskipun Abian dan Asima berhubungan lama, tapi Bibi yakin Abian sudah melupakan Asima."tutur Lusi meyakinkan Alina yang terlihat sedikit menekuk wajahnya.


Alina hanya diam tidak menjawab ucapan dari sang Bibi, dan itu membuat Lusi merasa tidak enak.


" Al, kamu nggak apa-apa kan?"timpal Lusi yang merasa tidak enak hati, karena sudah membicarakan sosok gadis yang pernah singgah di hati Abian yang kini sudah bergelar menjadi suami Alina.


"Enggak apa-apa ko Bi, makasih ya karena Bibi sudah ngasih tahu Aku semuanya." balas Alina dengan sebuah senyuman di bibir tipisnya.


Setelah pembicaraan nya dengan Bibi Lusi tadi siang, membuat Alina terlihat gelisah tanpa sebab.


Seperti halnya sekarang Alina yang sedang duduk di sebuah kursi di depan cermin.


Sedari tadi Alina hanya memandangi wajahnya saja di depan cermin.


Bayangan foto Abian dan Asima yang tadi siang Alina lihat mulai kembali memenuhi pikirannya saat ini.


Alina membuang nafas kasar. "Asima begitu cantik dan modis, apa mungkin Abian sudah benar-benar melupakan Asima sepenuhnya?" ngomong sama angin.


"Lagi apa sih?"tanya Abian yang tiba-tiba saja datang dan langsung memeluk Alina dari belakang yang membuat Alina terkejut di buatnya.


"Kamu ngagetin aku aja!" decak Alina kesal.


"Al, aku kangen!" ucap Abian dengan nada bicara yang manja membuat Alina geli mendengar nya.


"Apaan sih kamu."jawab Alina yang kini beranjak dari duduknya dan mulai berjalan menghindari Abian.


Entah apa yang terjadi pada Alina, yang jelas saat ini Alina merasa kesal pada Abian tanpa alasan yang jelas.


" Al, kamu kenapa sih?"tanya Abian bingung yang mendapati sikap sang istri yang menurutnya seperti menghindarinya.


"Enggak, aku nggak apa-apa."sergah Alina yang kini memilih untuk duduk di atas tempat tidur.


" Kamu lagi ngambek Al? "tanya Abian lagi seraya berjalan dan mulai ikut duduk di atas tempat tidur di samping sang istri.


Alina hanya diam tidak menjawab lagi ucapan dari sang suami.


" Al kepalaku pusing, kamu pijitin Aku ya,!"pinta Abian seraya mendaratkan kepalanya ke pangkuan Alina.


Alina masih tetap saja diam yang membuat Abian benar-benar bingung di buatnya.


"Al, kamu itu kaya habis ketemu sama mantan pacar aku deh wajahnya di tekuk kaya gini." timpal Abian lagi yang membuat mata Alina melotot.


Darimana dia tahu kalau aku emang sedang kesal karena mantan pacarnya? Apa emang keliatan? Suara hati Alina.


"Ayo dong Al pijitin kepalaku!" kembali Abian meminta Alina seraya menuntun tangan sang istri ke kepalanya yang terasa sedikit berdenyut.


Alina membuang nafas kasar sebelum akhirnyan dia menuruti perintah sang suami untuk memijat kepalanya.


Dimana sekarang keberadaan Asima? Di Jakarta atau dimana? Lupa lagi tadi nggak langsung di tanyain ke Bibi Lusi.


Alina sibuk dengan pikirannya sendiri sampai-sampai dia tidak sadar jika sang suami sudah tertidur dengan lelap di pangkuannya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"Sayang Aku sangat mencintaimu!"ucap Asima manja yang kini tengah duduk dengan begitu mesranya di pangkuan Abian.


"Aku juga masih mencintaimu sayang." jawab Abian seraya mencium punggung tangan Asima.


"Abian..!" teriak Alina yang sedari tadi telah menyaksikan kemesraan mereka berdua.


"Al, kamu disini?" ucap Abian yang langsung saja beranjak dari duduknya.


"Kamu ngapain sama dia?" tanya Alina yang sudah tersulut emosi.


"Aku masih mencintai dia Al, dan Aku ingin kembali bersama Asima." jawab Abian seraya kembali mencium punggung tangan Asima dengan sebuah senyuman di bibirnya.


"Akkkhh...! Kamu jahat..?" teriak Alina seraya menjambak rambut Abian sekuat tenaga.


"Aduh..! Al sakit!" lirih Abian yang terbangun dari tidur nyenyak nya karena mendapati rambutnya yang di jambak sang istri.


"Al kamu kenapa sih kenapa sampai jambak-jambak rambut Aku segala?" tanya Abian seraya tangannya mengelus-elus kepalanya yang terasa sakit.


"Aduh maaf aku nggak sengaja."lirih Alina yang merasa tidak enak hati.


" Pasti sakit ya?"timpal Alina lagi yang mendapati Abian yang terlihat kesakitan.


Ternyata itu hanya bayangan Alina saja bukan kenyataan.


Abian mengangguk." Aduh maaf ya aku benar-benar nggak sengaja."lirih Alina yang kini mengelus kepala sang suami yang membuat Abian kesenangan di buatnya.


Abian menyentuh tangan Alina yang mengelus kepalanya, keduanya saling memandang satu sama lain.


Abian mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Alina hingga jarak wajah mereka begitu dekat, saking dekatnya bahkan mereka bisa merasakan nafas mereka satu sama lain.


Semakin dekat dan..


"Tante Alu..!" teriakan seseorang membuat Alina spontan mendorong tubuh Abian.


"Hay sayang!" ucap Alina yang gelagapan seraya mulai beranjak dari duduknya.


Sedangkan Abian terlihat mengusap kasar wajahnya sendiri, itu membuktikan jika sekarang Abian sedang merasa kesal.


"Tante Alu Dehan boleh ya bobo sama tante Alu?" Dehan meminta izin.


"Tidak boleh!" jawab Abian tegas yang membuat Dehan manyun.


"Boleh ko Dehan, Dehan boleh bobo sama tante Alu disini." ucap Alina yang membuat Dehan terlihat senang.


"Al ngapain sih kamu izinin dia, Dia kan punya kamar sendiri."seru Abian yang terlihat tidak setuju.


" Udahlah Bi, kasihan kan Dehan mau tidur sama kita masa nggak di izinin sih."protes Alina yang tidak setuju dengan ucapan sang suami.


Abian membuang nafas kasar sebelum akhirnya dia tidur lebih dulu dengan membelakangi Alina.


Melihat itu Alina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ya sudah ayo sayang kita bobo disini ya sama tante Alu!" ajak Alina seraya menuntun Dehan untuk menaiki kasur king size itu.


Dehan mengangguk dengan senyuman kecil di bibir mungil nya.


"Punya kamar sendiri tapi malah ikut tidur di kamar orang." gerutu Abian kesal.


Mendengar itu Alina hanya bisa terkekeh kecil.