
di dalam kelas Leon mengambil ponsel nya dari dalam saku nya, ia sangat merindukan istri kecil nya itu.
di saat seperti ini, ia ingin sekali rasa nya bolos sekolah untuk 3 bulan lama nya, Akan tetapi dia ingat jika dirinya kini kelas dua belas yang tidak ada lagi waktu untuk bersantai-santai.
lelaki itu langsung mencari kontak bernama sweety heart dengan emot hati, ia selalu menyimpan nama Lea seperti itu dari pertama kali mereka kenal.
Leon langsung menekan panggilan video call dan tidak butuh waktu lama lagi Lea langsung menjawab nya, dan terlihat wajah yang masih kusut, bahkan wanita itu berulang kali mengerjapkan mata nya seraya menguap dan tersenyum manis ke arah Leon
"Halo Kak, ini masih terlalu pagi banget tahu. kamu kenapa udah telepon aku jam segini!". Tanya Lea
" Aku kangen sayang". Jawab Leon
"Kangen sama siapa? sama aku?". Ucap Lea masih setengah sadar
"bukan, aku kangen sama my sweety heart".
"siapa my sweety heart? Awas kamu kalau selingkuh ya Mas!". Ucap Lea dengan mengerutkan kening nya
"aku besok balik lagi ke sana ya, aku nggak nyaman tahu di tinggal kamu sendirian di apartemen". ujar Leon dengan manja
" ya ampun Mas, Baru juga sampai di sana masa iya udah mau balik lagi ke sini".
"please... Mas nggak mau ke siksa secara perlahan kalau jauh-jauh dari kamu". Ucap Leon dengan kesal
"Huft.. Emang di kelas cuma ada Mas doang ya? sampai berani berani bilang kayak gitu? ". tanya Lea
Saat ini Leon langsung mengedarkan pandangan nya dan ternyata ada Farel yang sedang menatap nya dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, Leon yang merasa ke gep langsung tertawa kaku dan sontak menunjuk ke arah ponsel nya
"gila saudara Gue, masak mau nyiksa suami nya karena ketahuan nyembunyiin uang diem diem". ujar Leon yang langsung melirik kembali ke arah ponsel nya dan mencebikkan bibir nya
" pokoknya tunggu aja, aku pasti akan sampai di sana lagi".
"nggak, nggak boleh!! Kamu jangan nakal gitu dong Mas".
"Mas Cium Dong". Ucap Lea dengan tersenyum
"a...apa?". tanya Leon dengan gugup
"aku mau cium Mas". teriak Lea
Leon langsung melirik ke arah Farel dan ternyata lelaki itu sudah tidak terlihat, seperti nya ia sudah meninggalkan kelas. membuat Leon tersenyum lega dan menatap ke arah ponsel nya.
Leon mendekatkan bibir nya ke ponsel nya, namun tiba-tiba Putra dan Satria langsung datang dan mengejutkan Leon, hingga sontak Leon mematikan sambungan video call itu.
" ah emm... tadi itu Lea kan?". ujar Putra menaikkan satu alis nya
"Ya ampun ternyata Leon kita Sudah tumbuh besar ya" ujar Satria kepada Putra
"Iya benar, please Jangan besar-besar dong nanti kami berdua sedih tauu". Goda Putra
"ck dasar Sialan! Sana deh, kalian ganggu aja. Oha ya Cakra mana? ".tanya Leon
"Emang tuh sepupumu Kurang ajar banget, Masa dia udah tahu ruang Kepala Sekolah, tapi kami masih di bawa-bawa ke sana!". protes Putra
"Iya apa nggak mikir, kita tuh semakin merasa nggak berguna Coba kalau kayak gini". Timpal Satria
Leon hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka berdua
"Syukurin deh Rasain lo, maka nya gue males banget dia ada di rumah gue, apalagi berada di sekolah ini, bisa bisa mendidih otak gue kalau lama-lama sama dia".
"Oh ada tante gue yang ada di luar negeri, kalian enggak tahu, jadi percuma juga kalau gue kasih tahu".
...****************...
Hari ini adalah hari terakhir siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa melakukan latihan untuk acara pertunjukan nanti nya, sudah hampir 3 bulan lama nya Leon terus berlatih drama bersama dengan Putra dan juga Satria.
lelaki itu sangat bosan melakukan hal inisebab di pikiran nya hanya tertuju kepada Lea, bahkan wanita itu melarang dengan tegas untuk tidak terus mengunjungi nya. sebab Leon harus sekolah juga dan tidak boleh bolos, akhir nya Leon dengan berat hati mengikuti ucapan istri nya dan ia merasa kesal dengan sikap Lea, hingga mereka pun tidak saling berkomunikasi
...****************...
di Bandara Sisil langsung menarik lengan Lea dan menatap nya
" Jadi Lo nggak bilang sama Kak Leon kalau Lo udah sampai di Bandara?". Tanya Sisil
"nggak, untuk apa juga?". tanya Lea
"ya Biar dia tahu aja, biar dia bisa jemput lo di sini". Sahut Sisil
"Nggak perlu, gue sama dia aja udah beberapa minggu ini gk saling komunikasi dan gue mau buat kejutan buat dia". Jawab Lea dengan santai
" Astaga ganteng-ganteng kayak gitu malah di anggurin".
"bukan nya begitu, dia kan udah kelas dua belas dan sudah seharus nya dia fokus dalam belajar, kalau dia harus bolak balik terus, dia bakal bolos terus kan? jadi gue nggak mau kayak gitu". jelas Lea
"Iya juga sih omongan Lo". Ujar Sisil menganggukan kepala nya karena apa yang di katakan oleh Lea ada benar nya juga
"eh gue denger-denger Mereka lagi buat pertunjukan drama buat besok loh". Ujar Sisil dengan raut wajah sumringah
" Dan Lo mau tau nggak drama nya apaan?". tanya Sisil lagi
"Gue gk tahu, Kak Leon nggak ada bilang apa apa tuh sama gue, emang drama apaan? ". ujar Lea bertanya
"drama Putri Salju, yang pangeran nya nanti mencium Putri yang sedang tertidur, Lo mau tahu nggak yang jadi Pangeran sama Putri salju nya Siapa?". tanya Sisil lagi
"Emang nya siapa? Jangan bilang yang jadi putri salju nya si Marsha dan Kak Leon yang jadi pangeran nya ya??".
"bukan, pangeran nya benar kalau Kak Leon, tapi yang jadi Putri salju nya itu Kak Putra". jawab Sisil dengan tertawa keras
"Kak Putra??". ucap Lea Seraya membulatkan mata nya
"Iya, ya udah kalau gitu hati-hati aja lo karena punya pesaing baru sekarang". Ucap Sisil yang masih juga tertawa
"Awas aja kalau Kak Putra berani merebut suami Gue". Ujar Lea tertawa dengan kecil .
"Hah apa? suami? ". tanya Sisil melebarkan mata nya
"Hah apaan sih, emang gue ada yang bilang kayak gitu ya?". tanya Lea gugup
"Lea, jujur sama gue deh.. banyak banget kejanggalan yang gue temuin akhir akhir ini antara Lo sama Kak Leon". ujar Sisil menatap Lea dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan
" Hem.. perasaan lo aja kali".
"Lo yakin nggak ada yang mau lo ceritain ke gue, jadi Lo nggak anggap gue temen Lo? ". anya Sisil dengan serius
" Lo kenaoa jadi aneh begini sih, Ya udah deh Ayo kita pulang aja, Gue udah capek banget". Ucap Lea yang mengalihkan pandangan nya dan tertawa kecil