Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Berita yang menghebohkan


"Hello everybody!!! what?? gila banget, ini serius?? Telinga Gue gk salah denger kan". Ujar Putra yang terkejut karena baru saja mendengar percakapan dari sepasang suami istri itu


Leon dan Lea langsung membulatkan mata nya dan menatap tajam ke arah putra.


Lea juga merasa kesal bahwa Putra sudah mengetahui nya. sebab lelaki itu pasti akan selalu ada cara untuk menggoda nya.


"Satria, Sisil!! keluar kalian semua dari persembunyian!!". teriak Putra


setelah itu benar saja, keluarlah Sisil dan juga Satria membuat pasangan suami istri itu semakin terkejut.


"Hah!!! Gue bakal jadi tante cantik,.asik banget dehhh. duuhh... enggak sabar deh". ujar Sisil


Satria pun langsung menirukan gaya orang hamil besar yang sedang berjalan


"Aduh Mas, tolong ambilin itu dong susah nih, nanti anak nya egencet lagi". Ujar Satria meledek


" Lo semua harus bisa jaga rahasia ini dan bantuin gue buat jaga Lea ya". Perintah Leon


"siap gerak, tenang aja". Jawab Putra


"Eh tunggu, Jadi beneran loh hamil Le? ". tanya Sisil dengan berbisik dan Hanya mereka berdua saja yang mendengar


Lea pun menganggukan kepala nya membuat Sisil melompat kegirnagan dan memeluk Lea, namun langsung dilepas oleh Leon.


"apa yang sedang kalian bicarakan? ". tanya Pak Budi yang membuat mereka semua terkejut bukan main


"Apa sih Pak, kepo banget deh". sahut Putra


"putra!! Kamu mau saya hukum? ".


"ih Bapak jangan gitu dong, takut nya hilang kegantengan nny, coba deh senyum pasti tambah ganteng Pak. Apalagi senyum itu kan ibadah Pak, coba deh senyum". ujar Putra dan di turuti oleh Pak Budi, beliau pun tersenyum


 "Nah gitu dong senyum, Masya Allah ganteng nya kelewatan". ujar Putra yang saat melihat Pak Budi tersenyum


"sudah-sudah, kamu ya Putra buat bapak Salting aja deh". Timpal Pak Budi


"Cielahhh... Bapak tahu bahasa salting juga".


" kami semua nggak ada bahasa apa-apa kok Pak, kami sedang berencana belajar bersama kan seminggu lagi kami sudah ujian". sahut Satria


"Nah Bagus begitu, itu siswa yang patut dicontoh. ya sudah kalian lanjutkan saja diskusi nya Bapak mau menyuruh siswa yang lain mencontoh kalian". ujar Pak Budi


"Hati hati dan semangat ya Pak". ujar Sisil


kepergian Pak Budi membuat mereka semua bernafas dengan lega dan menatap ke arah Lea


"Lea Berapa usia kandungan lo? ". tanya Sisil


"enggak tahu, Gue belum periksa sih". Jawab Lea


"Ya udah kalau gitu kita ke kelas saja yuk, gue takut nya banyak mata mata di sini". Ajak Sisil, dan mereka berdua pun sedikit berlari


Leon yang melihat itu langsung membulatkan mata nya dan berteriak.


"sayang, kamu hati-hati ya. belajar yang rajin biar anak nya nanti pintar kayak Papa nya! ". Ujar Leon yang tersenyum manis


Putra pun langsung memukul bahu Leon


" kalau Nurun lo, ngapalin Lo nyuruh Lea yang belajar rajin".


"Apaan sih Lo Gaje deh".


"Cakra, jagain Kakak ipar Lo itu". perintah Leon dengan tegas


"aman sih Kak, asalkan anak nya kalau perempuan jangan sama Putra atau Satria aja".


" Bukan Papa gula, tapi kakek gula!". kata cakra Woi


"Anjj... anak Kemarin sore belagu amat, nyari perkara aja sih lo, sini lo habis lo sama gue sekarang! ". Ujar Putra berakting menyeramkan


"Diihh enggak cocok lo kayak gitu, cocok nya gini niihh.. Ayo yang sayang anak, mainan nya nihh bu ibuk". Ujar Cakra menirukan orang yang sedang berjualan


Semua tertawa mendengar nya, Satria dan Putra kesal pada adik kelas nya itu dan langsung berlari untuk mengejar Cakra.


Pelajaran hari ini membua Lea mengantuk, sungguh wanita itu ingin sekali tertidur Saat itu juga, namun dia mencoba menahan nya agar tidak tertidur, tapi sial nya dia akhir nya terlelap juga.


" Lea, kamu kenapa? lagi sakit ya? ". tanya Bu Asih yang melihat Lea dalam posisi tertidur di kelas nya


"Iya Bu, Lea lagi sakit. Boleh saya anterin ke UKS saja? ". tanya Sisil


"Ya udah bawa aja Lea ke UKS, kasihan kalau di sini". Perintah Bu Asih


"Baik bu".


Sisil pun langsung membopong tubuh Lea untuk berjalan menuju ke arah UKS, namun saat sudah berdiri, Lea langsung terbangun dan menatap ke arah semua nya dengan heran.


"Sisil, kenapa sih? trus Lo mau bawa kemana?". Tanya Lea kebingungan


"udah deh Lo mending diem aja, ayo jalan". bisik Sisil


sesampai nya mereka di UKS, mereka langsung merebahkan diri di tempat masing-masing.


Lea berada di ranjang pasien, sedangkan Sisil di sofa.


"ngapain kita berdua ke sini? ". tanya Lea yang masih kebingungan


"Lo tadi tidur di kelas Bu Asih, dia tadi nanyain Lo, dari pada lo dapet hukuman, mending gue kasih alasan aja kalau Lo lagi sakit, terus ke sini deh". Jelas Sisil


" Atututu.. pengertian banget sih lo.". Ujar Lea tersenyum lebar


tiba-tiba pintu UKS terbuka dan terlihat Defan terpaku karena melihat mereka berdua berada di sini.


"Kalian berdua kenapa ada di sini? Siapa yang sakit? lea ya? ". Tanya Devan


Lea pun tidak menjawab, malah wanita itu melirik ke arah Sisil yang kini ekspresi nya berubah total saat kedatangan Devan.


"Hemmm.. lagi nggak enak badan aja, Kak Devan ngapain di sini? ". Tanya Lea balik


"ini ada yang terluka, jadi cari kota P3K". Sahut Devan


Lelaki itu lun langsung mendekat ke arah Sisil Seraya tersenyum manis ke arah wanita itu.


"Hai, apa kabar? ".


"Baik". Jawab Sisil singkat


"chat gue kenapa enggak pernah lo balas? ".


"chat apa ya? gue ganti nomor ponsel". jawab Sisil dengan ketus


"ketik di sini ya, nanti gue balik lagi lo harus udah ketik nomor lo di sini". ujar Devan memberikan ponsel nya, ia langsung mengambil kotak P3K dan pergi keluar


" Hei!!! enak aja Lo nyuruh gue, gue enggak mau ya!!". teriak Sisil


"udah deh Sil, ketik aja mungkin Kak Devan mau berbaikan sama lo". ujar lea


"kak Leon sama Kak Devan sekarang udah baikan, jadi enggak seperti dulu lagi. nanti gue minta Kak Leon untuk bicara baik lagi tentang hubungan kalian berdua Ya". jelas Lea


"Dia mungkin tuh masih sayang sama Lo, jadi gue enggak mau berekspetasi berlebihan. gue belum siap mencintai untuk kesekian kali nya, kalaupun Sebenar nya gue masih cinta banget sama Kak Devan. kayak enggak rela gitu lihat dia sama cewek lain, tapi ya sudahlah gue enggak mau bahas dia lagi, kalau jodoh pasti juga ada jalan nya kok". ujar sisil panjang lebar