
Setelah melewati banyak masalah dan mendapatkan kebahagiaan yang berturut-turut. Keduanya merasa sangat bersyukur. Kelahiran anak ketiga mereka yang bernama Aryaksa Tan menambah kebahagiaan bagi mereka.
Beberapa bulan berlalu hingga Liana telah dikabarkan sudah melahirkan,seorang anak perempuan yang cantik. Satu teman lagi bagi Arkan,Alea dan Arya.Anak itu bernama Jana.
"Alea sayang, jangan di cium terus dong kak Jana nya, kasihan tuh risih!" ucap Zelia saat menjenguk Jana di rumah kakaknya. Alea tampak menikmati bermain dengan Arya dan Jana. Lebih tepatnya memainkan kedua anak itu dengan mencium secara bergantian Arya dan Jana. Sedangkan Arkan malah sibuk berbicara dengan pamannya tentang bisnis restoran yang di kelola oleh James.
Seperti bukan pemikiran untuk anak seumuran Arkan, dia lebih tertarik dengan hal-hal yang lebih serius di usianya yang masih kecil. Zelia dan Andrew tak melarangnya, asal masih bisa di batas kewajaran.
"Biarin ma, habisnya Arya dan Jana imut banget deh," ucap Alea senang.
"Udah biarin deh, lagian Alea kelihatan banget sayang sama mereka," ucap Liana yang duduk di samping Zelia.Sedangkan Andrew yang sedang sibuk mengobrol dengan James dan Arkan.
Mereka tampak begitu bahagia bisa berkumpul bersama seperti sekarang.
Tiba-tiba sebuah suara bel pintu membuat mereka saling memandang. Siapa yang datang lagi. Itulah pertanyaan yang ada di kepala mereka masing-masing.
James membuka pintunya dan sedikit terkejut dengan tamu yang datang.
"Anda?" ucap James tak percaya, Liana yang penasaran siapa yang datang akhirnya menghampiri suaminya.
"Mama," panggil Liana saat melihat siapa yang datang.
"Liana, mama kesini mau minta maaf pada kalian," ucap Merrie tulus. Dia melirik ke dalam rumah, di sana ekor matanya menyadari keberadaan Andrew.
"Bolehkah mama masuk Liana?" tanya Merrie ragu.
Liana meminta persetujuan James lewat kedua matanya, James mengangguk sebagai balasan.
"Ayo ma," ajak Liana.
Merrie masuk ke dalam rumah. Dia merasakan suasana kekeluargaan di dalam rumah itu. Sudah lama dia tak merasakannya, setelah mendekam di penjara Merrie mulai menyadari kesalahannya di masa lalu. Dan dia ingin berubah saat ini. Memperbaiki semua yang pernah terjadi.
"Ndrew," panggil Merrie pada pria itu.
"Tante minta maaf sama kamu Ndrew atas semua kesalahan tante dahulu," ucap Merrie.
Andrew tampak menghela napas panjang, sambil memperhatikan keadaan wanita yang duduk di depannya itu. Kulitnya mulai terlihat keriput, di usianya yang tak lagi muda dia harus sendirian.
Meski dulu pernah membencinya, namun kini Andrew mulai membuka hati untuk memaafkannya sedikit demi sedikit.
"Tante Merrie, Andrew sudah memaafkan tante dari dulu." Ucapan Andrew membuat wanita itu lega.
"Makasih Ndrew," ucap Merrie, di sudut kedua matanya mulai berair. Dia tak sedih namun bahagia bisa mendapatkan maaf dari orang-orang yang pernah dia lukai dahulu.
Merrie lalu menatap ke arah Liana, sekali lagi dia ingin memperbaiki sikapnya yang dahulu pernah menelantarkan Liana.
"Liana, ma-" ucapan Merrie terhenti saat Liana tiba-tiba memeluknya, Merrie tersenyum dan membalas pelukan putri semata wayangnya itu.
"Ma, bagaimana pun kesalahan mama di masa lalu, Liana akan selalu menerima mama. Karena dari mama lah Liana bisa seperti sekarang," ucap Liana.
"Makasih sayang," Merrie sangat terharu mendengar ucapan putrinya. Setelah saling berpelukan, Merrie menatap ke arah bayi perempuan yang berada di gendongan James.
"Apa itu cucu mama, Liana?" tanya Merrie. Liana menganggukkan kepalanya.
Merrie mendekat ke arah James berdiri.
"Boleh mama menggendongnya?" tanya Merrie pada James.
"Boleh ma," James memberikan Jana ke mama mertuanya.
Merrie dengan senang hati menimang cucunya.
"Duh cantiknya cucu nenek, mirip sekali dengan mamamu," ucap Merrie.
Liana dan James membalas senyum satu sama lain. Kini lengkap sudah kebahagiaan mereka setelah sang mama kembali.