
Naura membelalakkan matanya saat melihat milik Rio yang sangat besar dan panjang.ia menelan kasar ludahnya.apakah itu akan muat? pikir Naura.
"Akh.."pekik Naura saat merasakan ada sesuatu yang memaksa masuk kedalam miliknya.Naura meremas kuat sprei dan menggigit bahu Rio untuk melampiaskan rasa sakit yang menjalar dibagian bawah tubuhnya.
"Aahh..."lenguh mereka berdua saat milik Rio berhasil masuk membobol gawang pertahanan milik Naura setelah beberapa kali Rio menghentakkan miliknya untuk masuk kemilik Naura yang sangat sempit, sehingga keluarlah darah segar dari milik Naura.
"emmhh...sak..khithh..hiks hiks" bulir bening pun lolos dari mata Naura.Rio mendiamkan sejenak miliknya agar Naura bisa menyesuaikan diri dan ******* bibir Naura untuk mengalihkannya dari rasa sakit.
setelah dirasa cukup tenang,Rio pun mulai menggerakkan miliknya itu dengan lembut dan pelan hingga lama-kelamaan berubah tempo menjadi cepat,cepat,dan sangat cepat sambil bermain-main dibuah dada milik Naura.hingga membuat sang empunya mendesah tak karuan dan sesekali meringis.
sementara dimeja makan terlihat mama,papa,dan Akira yang sudah bersiap untuk menyantap hidangan makan malam.
"Oma, bunda dengan papa mana? kok gak ikut makan malam bersama kita?" tanya Akira,yang menyadari ketidakberadaan orangtuanya.
"mmm... mungkin mereka berdua sedang beristirahat karena capek sayang,kan papa baru pulang dari luar negeri"jawab Bu Rani.
'mungkin mereka sedang melewati malam yang panjang hihihi'gumam Bu Rani dalam hati sambil senyam-senyum sendiri.
"oma? Oma kenapa senyam-senyum begitu"tanya Akira yang keheranan.
"ah tidak ada apa-apa,ayo cepat habiskan makananmu setelah itu Oma temenin kamu belajar sebentar lalu tidur."jawab Rani mengalihkan pembicaraan.
sementara itu, didalam kamar sepasang suami istri terlihat Rio yang tiada lelahnya memonopoli tubuh naura.suara desahan, lenguhan, serta erangan keluar dari mulut mereka berdua yang saling bersahutan memenuhi kamar kedap suara itu.bahkan keringat mengucur deras membasahi tubuh mereka berdua dikamar berAC itu.
"Terimakasih sayang"suara berat Rio yang masih ngos-ngosan dan mengatur nafasnya begitu juga dengan Naura,ia hanya mengangguk karena dia sudah kehabisan tenaga hingga ia tak sanggup lagi menjawab perkataan Rio.
"mas,aku lapar"ucap Naura disaat nafasnya yang mulai teratur.
"kalo gitu,ayo Kita makan.maafkan aku karena sudah membuatmu melewatkan makan malammu."
"aku gak kuat kalau harus turun kebawah mas.kaki aku masih lemes,aku gak sanggup jalan" jawab Naura.
"oke,kalau begitu biar kuambilkan dan kita makan dikamar saja.tunggu sebentar ya"kata Rio, kemudian dia langsung bergegas memakai celana boxsernya,dan turun kebawah untuk mengambil makanan.
kini jam sudah menunjukkan pukul 2 dinihari,dan mereka berdua sudah selesai makan.
"bagaimana udah gak lemes lagi kan?" Rio tersenyum menyeringai.
"lumayan,sekarang aku ngantuk,kita tidur yuk mas"jawab Naura
"nanti dulu, nanggung kalau tidur.kita lanjutkan lagi yang tadi"bisik Rio ditelinga Naura yang membuat Naura merinding.
tanpa menunggu jawaban dari Naura,Rio pun langsung menyerang Naura tanpa memberi kesempatan untuknya kabur darinya dan terjadilah pertempuran yang panas kembali.
next-->