Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Di lapangan


"Kak Marsha, gue juga tahu tentang rahasia lo. jadi gue mohon, lo pergi sekarang atau gue sebar rahasia lo! ". ancam Sisil dengan menyeringai


"sialan, brengsek!! dasar adik kelas brengsek, awas kalian berdua ya!!". ucap Marsha yang langsung menarik tangan teman-teman nya


"Ayo cabut ke kelas".


Tiara dan Sisil duduk kembali di kursi, sedangkan satu kelas sangat heboh dengan apa yang mereka dengar barusan, bahkan kini Lea menjadi topik perbincangan hangat di kelas nya.


" Lea, nggak mungkin kan kalau yang di bilang Lo suka ke apartemen nya Kak Leon itu Benar? Jadi apa yang di bilang sama kak Marsya itu benar? Tapi kalau bener kayak gitu, ternyata lo nggak Se alim yang gue kira ya".


"iya sihh parah banget sih lo berduaan di apartemen". sahut yang lain nya


"Heh!! Kalian tahu nggak apa kejadian di sana? kalian ngapain sih dengerin si Marsha, tolong ya berpikiran tuh jangan terlalu sempit! ". Ketus Sisil


Lea menatap ke arah Mutia, kali ini dia tidak bisa tinggal diam dan berbuat baik terhadap wanita itu.


entah kenapa Mutia selalu mencari perkara dengan diri nya, Lea bangkit dan duduk di meja Mutia sambil melipat kedua tangan nya di depan dada


"Mutia, gue jadi penasaran ya. sebenar nya rahasia lo apa yang ada di tangan Marsha, sampai lo terlalu patuh sama dia. dan dengan seenak nya, Lo berani mengarang cerita kayak gitu, gue kali ini nggak bisa diam aja. saat kesabaran gue lo injek-injek!!". ujar Lea dengan tegas menatap tajam ke arah Mutia


Mutia membulatkan mata nya lalu mengangguk saliva nya dengan susah payah, Ia seperti gugup dan juga gelagat nya yang aneh dari sikap nya. yang membuat Lea yakin jika Mutia mempunyai sebuah rahasia yang sudah di pegang oleh Marsha, hingga membuat nya terus menjadi budak dari wanita itu.


"Ma..maksud lo apa? Gue nggak punya rahasia apa-apa? lo jangan bilang sembarangan ya, gue kayak gini karena Lo emang nggak pantes berada di sekolah ini, gue juga udah muak kali lihat wajah lo yang sok baik di sini! ". Ketus Mutia melirik sinis ke arah Lea


"Oh ya? Sekali lagi kalau Lo Nyari masalah sama gue, Gue bakal cari tahu rahasia lo apa!!". Ancam Lea seraya menyeringai


Lia pun langsung terduduk kembali ke kursi nya saat guru masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran hari ini, mutia dan Lea masih saja saling menatap satu sama lain.


namun tatapan yang di berikan oleh Lea adalah tatapan datar dengan senyuman Smirk yang menghiasi wajah imut nya.


pelajaran telah selesai, di luar kelas Leon sudah menunggu Lea keluar untuk pergi ke kantin bersama, Leon menunggu dengan melipat kedua tangan nya di depan dada.


salah satu siswa yang baru saja keluar dari kelas langsung melihat Leon, an siswa itu adalah Riko.


lelaki itu langsung mendekat ke arah leon.


"kak, emang bener ya kalau Lea dan Kak Leon berdua di apartemen? ". tanya Riko dengan hati-hati


Leon yang mendengar itu langsung menatapp tajam ke arah nya, danmenarik kerah baju Riko, sehingga membuat lelaki itu pun ketakutan.


"siapa yang bilang hah?". Bentak Leon


"mar...marsha tadi yang bilang Kak". jawab Riko ketakutan


Saat mendengar jawaban itu, Leon langsung melepaskan genggaman itu pada kerah baju Riko.


kini wajah Leon merah padam menandakan diri nya sedang di kuasai amarah, ia menatap tajam lelaki di depan nya enggan menatap nya kembali.


"Apa saja yang sudah di katakan oleh marsha?". tanya Leon dengan kesal


"tapi kakak jangan marah sama Gue ya, Gue cuma ngasih tahu aja". pinta Riko yang masih ketakutan melihat leon yang sedang emosi


" cepat katakan!". bentak Leon


"dia bilang kalau Lea itu pelacur..".


"berengsek!! Habis kau Marsha kali ini!!". ucap Leon seraya mengepalkan tangan nya dan meninggalkan Riko sendiri


Lea yang baru saja keluar dari dalam kelas dan melihat Leon berjalan pergi entah kemana.


" Kenapa dia? Tadi dia di sini kan ya?". Tanya Lea kepada Rio


"iya, tadi kayak nya Kak Leon nungguin lo. tapi udah deh, gue nggak mau ikut campur urusan Lo lagi". Ucap Riko berlalu pergi begitu saja itu menuju kantin sekolah untuk mengisi perut nya


"ikut campur urusan gue? maksud nya apaan?". tanya Lea kebingungan


"maksud nya mau beli nasi campur kali tuh anak". Sahut sisil


Entah kenapa kantin terlihat sangat sepi, tidak seperti biasa nya. membuat Lea dan sisil merasa bingung.


"tumben ya kantin hari ini sepi, apa tutup ya? ". tanya Sisil


" enggak tuh si riko habis makan". Jawab Lea yang melihat riko sedang menyantap hidangan nya


"Oh iya juga sih, mungkin kantin sepi karena udah pada selesai makan kali ya semua kali ya".


" Bu, kok tumben kantin nya sepi? ". Tanya Lea


" Tadi mah rame kok yang makan di kantin, tapi gak tahu kenapa, tiba-tiba semua pada lari keluar. emang nya kalian gak tahu ya?". Ujar nya


Lea dan Sisil pun kompak menggelengkan kepala nya


"Kalau begitu, kami pesan seperti biasa nya ya bu".


"emang nya ada apa sih itu ribut ribut?". Tanya Lea ketika melihat keramaian di lapangan sekolah


"nggak tahu, mungkin lagi ada tamu spesial kali di sekolah". Jawab Sisil ngasal


"Tamu spesial?".


kini mereka berdua telah duduk dan menyantap makanan mereka dengan lahap, setelah makanan habis tak bersisa.


putra berlari-lari menuju arah mereka berdua dan terlihat jika lelaki itu nampak ngos ngosan.


"Lo kenapa dah, di kejar apaan sih? ". tanya sisil santai sambil meminum minuman nya


"ada apa kak? ". tanya lea menatap putra dengan serius


" Itu Lea, si Leon". Sahut Putra


Lea langsung berdiri dan menatap ke arah Putra dengan tatapan yang serius.


"Kak Leon? Kak Leon kenapa? ".


"udah mendingan Lo ikut gue aja sekarang".


Putra pun langsung menarik tangan Lea yang di ikuti juga dengan sisil yang berada di belakang nya


Kini mereka bertiga bersama-sama menuju ke arah lapangan, di sana terdapat leon sedang bertengkar dengan devan.


Entah apa kali ini masalah mereka berdua, tapi kali ini mereka bertengkar jauh lebih mengerikan dari sebelumnya.


Nampak leon menarik kuat baju Devan, Lea sendiri ingin memisahkan mereka, namun putra menahan tangan nya karena takut akan terjadi kejadian seperti sebelum nya terulang kembali.


" Kak Leon hentikan!!".


"Hentikann!!". Teriak Lea dengan kencang


"kamu apa-apaan sih, jangan berkelahi seperti itu. jadi hentikan!!". lagi-lagi Teriak Lea dengan kuat


"sebenar nya masalah apa lagi sih di antara mereka berdua?". tanya Lea


" Jadi tadi itu Leon marah sama marsha, terus Gue juga gak tahu kenapa tiba tiba dia bisa bertengkar sama devan". jelas putra


"satria woii!! Tolong pisahin mereka berdua". perintah putra


"nggak!! Lo aja yang pisahin". Sahut satria menolak


Lea yang mendengar hal itu langsung menepis tangan putradengan sedikit kasar


"kalian itu, bukan nya kalau ada yang bertengkar di pisah malah di jadiin tontonan satu sekokahan".