
kini semua para siswa dan siswi SMA Tunas Bangsa sedang menunggu drama pangeran dan putri salju yang akan segera di mulai, Lea berdiri agar bisa melihat Leon dengan jelas.
"eh Sisil ke mana ya? apa dia nggak masuk sekolah? hemm nanti aja deh gue hubungin nya". Ujar Lea yang tak melihat Sisil sama sekali di tempat ini
Lea langsung menatap lurus ke arah depan, di atas panggung sana Leon berjalan dengan pakaian kerajaan yang semakin membuat nya tampak gagah, raut wajah nya yang menunjukan ekspresi datar hanya menatap lurus ke arah depan
"Hei, udah mulai dari tadi ya? ". tanya Sisil yang baru saja datang
Lea langsung menolehkan kepala nya ke samping kiri saat mendengar suara Sisil
"akhir nya Lo nongol juga, gue kira Lk nggak bakal masuk hari ini? ". tanya Lea menatap mata Sisil
" Ya masuklah gue, gue nggak mau ketinggalan drama ini dong". Sahut Sisil Tersenyun dengan lebar
"tuh mereka". ujar Lea yang langsung menatap lurus ke arah depan
Sisil melihat seorang lelaki yang asing bagi nya sedang berdiri di sana.
" Eh, itu siapa? Kenapa gue nggak pernah lihat ya? apa Anak baru? ". Tanya Sisil penasaran
"Oh itu nama nya Cakra, sepupu nya Kak Leon,dia sekelas sama kita kok" Jawab Lea tanpa menoleh ke arah Sisil
"apa? sepupu nya Kak Leon? ". Ujar Sisil dengan suara yang kuat
Lea sendiri langsung menutup telinga nya rapat-rapat, karena suara wanita yang berada di samping nya sangat nyaring sekali di telinga.
"Suara Lo kecilin woi..".
"ganteng banget ya, bisa bisa gue oleng lagi nih, tapi nggak deh.. gue Fokus sama My Banyak Devan aja". ucap Sisil yang langsung menyengir dan menatap Lea dengan serius
Marsha yang mendengar nya langsung melirik ke arah mereka berdua
"aduh aduh.. kalau mau ngehalu itu Ngaca dulu ya, kalian tuh cuma di jadiin bahan gabut doang sama mereka berdua, gue lebih tahu sifat mereka dari pada kalian! ".
Lea hanya menaikkan satu alisnya memandang remeh ke arah Marsha
"Oh ya? keren dong! ".
"CK Sialan! jangan merasa sok paling oke Lo di SMA Tunas Bangsa, Nanti kalau udah ketahuan asli mereka gimana nangis Lo pada!".
Lea tidak menghiraukan ucapan itu, ia hanya menatap lurus ke arah depan, dalam batin nya Ia terus menggerutu
" Ciih si paling tahu banget ya sama sifat suami orang, gue tunjukin buku nikah Gue sama Kak Leon nanti Lo kejang-kejang lagi". Batin Lea
"Halo Kakak Marsha, gue nggak mau ya debat sama lo. Iri bilang Bos".
"Woi sialan ya Lo, Awas aja Lo nggak jaga mulut Lo itu, gue habisin lo!!". Ketus teman nya Marsha
"Junior sekarang emang nggak punya etika ya, Sekali lagi Lo ngomong kayak gitu, gue nggak akan ngasih pengampunan lagi sama Lo ya!!". sungut Marsha
"silahkan, Gue gk takut". jawab Sisil dengan remeh
.
kini mereka berdua tidak lagi ingin mendengarkan ocehan tidak berguna dari mulut Marsha, mereka kembali fokus menatap ke depan untuk memperhatikan drama yang sedang berlangsung
"Oke ini adalah penampilan dari drama Putri Salju dan seorang pangeran, Wah cantik sekali bukan putri salju yang satu ini, Pasti kalian para laki-laki akan jatuh hati dengan Putri Salju ya kan? ". tanya sang MC dengan tersenyum lebar
Putra langsung bergaya dengan centil dan di anggun-anggunkan, ia melebarkan rok nya dan berputar lalu tersenyum manis ke arah penonton
Satria yang melihat nya langsung menoyor kepala Putra
" Astaga, gue kayak nya kepincut nih sama pesona Putri Salju satu ini". teriak salah satu penonton yang tak lain adalah teman sekelas putra
"nomor whatsApp Dedek gemes ada di bawah ya bang". Ucap Putera menunjuk ke bawah hingga membuat satu ruangan itu pun tertawa terbahak-bahak begitupun dengan para guru yang ikutan tertawa
"Astaga gue makin ngerasa kalau Kak Leon emang bener-bener nggak bisa tergapai deh, Tapi kalau Kak Devan masih ada harapan kali ya". ujar seseorang siswi
"pangeranku eh maksud nya Kak Leon yang semangat ya". teriak para siswi.
"Kak Devan juga yang semangat ya".
semua siswi terus berteriak menyemangati Leon dan juga Devan, Sedangkan para lelaki memberikan semangat kepada Putri Salju
berbeda dengan Leon yang justru mencari keberadaan Lea dan terus menatap nya, Lea langsung mengangkat tangan nya ke atas dan membentuk gambar hati, membuat Leon tersenyum dengan lebar
akhir nya drama itu pun di mulai juga, tirai langsung tertutup rapat dan para pemeran menyiapkan diri untuk segera memulai akting nya
"Leon lo Di Sini". teriak Putra
"Yaelah gue pertengahan ketemu nya sama lo, Lo sama Devan dulu".
"Oh iya ya, ternyata Gini ya rasa nya kalau gue di rebutin sama Babang tampan dan kekar ini". Ujar Putra yang centil
"ya, sehabis drama ini, lo langsung daftar masuk ke gank nya si Marsha mau ". Sahut Satria
"dih ogah ah, kalau akuuuu gabung sama Lea dan Sisil ya biar bisa gandengan terus".
" Dihh Najis cewek gue berteman sama orang Kayak Lo". ucap Leon langsung menoyor kepala Putra
"diam kalian, fokus tirai nya udah mau kebuka". teriak devan dengan kesal
tirai pun terbuka dan drama itu pun akhir nya di mulai
hingga pada part pertengahan saat Putri Salju bertemu dengan para kurcaci di tengah hutan dan kurcaci itu menampung Putri salju di rumah mereka ,hingga tiba-tiba Putri Salju memakan sebuah apel dari seorang penyihir yang tak ingin kecantikan nya kalah oleh putri salju dan putri salju pun akhir nya memejamkan mata usai memakan apel merah itu.
para kurcaci yang melihat putri salju Tak Bergerak hanya terdiam dan menutup mata nya merasa takut, maka mereka berfikir jika putri salju telah tiada, sehingga Putri Salju tadi di taruh ke sebuah peti dan di tidurkan di sana
tiba-tiba datanglah seorang pangeran yang mendekati peti tersebut, dan terkejut melihat seorang gadis cantik yang tertidur di dalam sana
Hingga sang pangeran mendekatkan bibir nya untuk mencium putri salju.
"Babang, Cium dedek bang". Ujar Putra membuat semua nya tertawa
Leon menoyor kepala Putra yang tertidur, saat adegan kissing para siswi dan siswa berteriak histeris, padahal adegan itu hanya pura pura
Setelah di cium oleh Pangeran, putri salju akhir nya terbangun.
" Pangeran".
"Putri, menikahlah denganku".
" Iya pangerang adek mau".
"Saranghaeyo Pangeran".
"Saranghaeyo Putri Salju".
"Saranghaeyo Pangeran". ujar Putra langsung merangkul lengan Leon.
Leon tersenyum manis dan tirai pun tertutup setelah benar-benar tertutup Leon langsung menoyor kepala Putra lagi dan melepaskan genggaman tangan dari lelaki itu
" Lepasin Gue!". Ketus Leon
"Nggak, aku gk akan lepasi Pangeran"
"Lepasin Gue Put! gue geli sialan".
" nggak mau pangeranku".
hingga tirai kembali terbuka, namun mereka saat ini masih sibuk bertengkar karena Putra yang terus merangkul lengan Leon, lalu Leon saat tahu jika mereka menjadi pusat perhatian dan di tertawai satu ruangan, membuat Leon langsung menyengir dan ikut mengucapkan terima kasih
"Wah sungguh dapat sekali ya chemistry antara sang pangeran dan juga Putri Salju, gimana nih para fans Leon harus segera mundur dari sekarang ya". ujar MC tersebut yang ikut tertawa