
"Nabila, kok cepet banget pulang sekolah?"Tanya Clara yabg saat itu sedang membereskan kamar Nabila tempat mereka berdua tidur.
"Clara, ada hal penting yang pengen gue sampein ke elo."Ucap Nabila dengan wajah sedih.
"Apa?"Tanya Clara penasaran.
"Erlan, dia, dia masuk RS, Angga bilang dia akhir-akhir ini ngerokok lagi dan sakit sesak nafas nya kumat sama jantung nya juga."Ucap Nabila sambil menatap Clara.
Brukh ... Sapu yang di pegang oleh Clara terlepas dari tangannya.
"Lo gak bercanda kan?"Tanya nya sambil menatap Nabila dengan mata berkaca-kaca.
"Engak Clara, dan sekarang dia di rawat di RS, Lo harus ketemu dia, gue gak mau Lo nyesel belakangan, gimna kalau dia gak ada?"Ucap Nabila menambah-nambah kan agar Clara makin khawatir.
"Gak ini gak mungkin, Nabila sekarang juga bawa gue ke RS itu sekarang juga!"Ucap Clara dengan air mata yang sudah mulai mengalir.
"Ayo ikut gue sekarang, Angga udah nunggu di bawah."Ucap Nabila yang kemudian langsung menyeret Clara keluar kamar.
Tampa membuang-buang waktu, Nabila, Angga dan Clara pun masuk ke dalam mobil Angga dan mereka pun bergegas menuju rumah sakit.
"Kenapa Lo baru bilang kalau dia masuk RS?"Tanya Clara yang saat ini sedang menangis.
"Ya gue juga baru tau dari Angga."Jawab Nabila.
"Angga, selama ini gue gak tau kalau dia punya penyakit, dia gak pernah ngomong sama gue!"Ucap Clara menyesal.
"Itu dia lakuin karena dia sayang sama Lo Clara, udah Lo jangan nangis lagi, sebentar lagi kita sampai di Rs."Bujuk Rangga.
Benar saja, tidak butuh waktu lama, Clara dan yang lain nya pun tiba di RS tersebut, mereka buru-buru menanyakan kepada suster di mana ruangan Erlan dan kemudian bergegas pergi untuk mencari nya.
Saat tiba di ruangan Erlan, alangkah kagetnya mereka bertiga, ada dua orang suster yang keluar dengan menarik brangkar berisi orang yang sudah meningal.
Sementara Nabila dan Angga seolah tak percaya bahwa yang di bawa kedua suster tersebut adalah mayat Erlan, yang di tutup kain namun itu adalah ruangan Erlan.
"Clara Lo yang sabar ya."Ucap Nabila.
"Astaga ini gak mungkin."Ucap Angga.
"Woy, kalian ngapain di situ?"Tanya seseorang yang suara nya cukup di kenali oleh Clara.
Mereka bertiga pun menoleh ke belakang dan melihat Erlan yang duduk di kursi roda sementara itu di belakang nya ada Riky yang mendorong.
Melihat Erlan, Clara langsung menghapus air matanya dan kemudian berlari menghampiri Erlan.
"Lo dari mana aja sih? Ngapain bikin kaget? Terus mayat yang keluar dari kamar itu siapa?"tanya Clara bertubi-tubi.
"Haha, kaget ya? Mikir dia dah mati? Belum mati kok ini suami Lo masih seger."Ucap Riky.
"Lo juga ngapain bawa dia jalan-jalan orang masih sakit?"Marah Clara.
Sementara Nabila dan Angga malah tertawa melihat Riky yang terkena amukan dari Clara.
"Ya ampun nih ambil nih suami Lo, gue dah capek ngurusin dia seharian."Ucap Riky yang kemudian berjalan bergabung dengan Nabila dan Angga.
"Lo juga! Knpa kayak gini? Kenapa gak bilang kalau Lo itu ada sakit, dan kenapa Lo ngerokok hah?"Marah Clara sambil berlutut di hadapan Erlan yabg duduk di kursi roda.
Terlihat saat ini Clara benar-benar khawatir terhadap keadaan Erlan.
Bersambung ....