Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
eps.11


Tak terasa satu bulan berlalu. pengumuman kelulusan sekolah sudah diumumkan. dan sekarang tibalah hari dimana acara perpisahan sekolah dilaksanakan. pagi-pagi sekali Naura sudah bangun, seperti biasa dia melakukan kewajibannya sebagai seorang istri sekaligus ibu untuk anak sambungnya. Naura menyiapkan pakaiannya dan juga pakaian suaminya yang akan mereka kenakan untuk menghadiri acara perpisahan di sekolah Naura nanti. Naura juga menyiapkan seragam sekolah Akira sekaligus membantu menyiapkan Akira untuk pergi ke sekolah.


setelah selesai Naura turun kebawah membantu bibik menyiapkan sarapan. saat Naura selesai menata makanan di meja makan, terlihat satpam yang menjaga rumah tersebut masuk ke dalam rumah bersama beberapa pegawai salon.


"permisi nona, ini ada pegawai salon yang dipesan oleh tuan Rio untuk merias nona" kata satpam itu dengan sopan.


"mendandaniku? " tanya Naura yang masih terlihat bingung.


"iya,aku yang memanggil mereka untuk mendandanimu" jawab Rio yang sedang berjalan menuruni tangga.


"mari nyonya,kita mulai sekarang make up nya" kata pegawai salon itu dengan sopan.


"baiklahh" Naura tak bisa berkata-kata lagi. dia tidak mungkin menolaknya karena percuma saja berdebat dengan suaminya. itu hanya akan membuang-buang waktu saja.


setelah selesai bersiap-siap, Rio masuk kedalam kamar tempat dimana istrinya dirias.


"apa sudah selesai dandan....nyaaa,..?" tanya Rio yang terpukau melihat Naura yang terlihat sangat cantik. Naura mengenakan dress merah muda selutut dengan riasan tidak terlalu tebal namun terlihat sangat cantik dan elegan.


"jangan menatapku seperti itu,aku tidak nyaman" Naura tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Rio.


"kalian boleh pergi" perintah Rio kepada Para pegawai salon untuk meninggalkan kamarnya.


"kau cantik sekali" ucap Rio setelah tinggal mereka berdua di sana.


"terimakasih, pliss jangan tatap aku seperti itu" Naura benar-benar tidak nyaman dengan tatapan Rio Padanya.


"ayo turun,semua sudah menunggu kita untuk sarapan bersama" ajak Rio


setelah selesai sarapan mereka bertiga berangkat menyusuri jalanan kota yang belum begitu macet karena masih sangat pagi. mereka mengantarkan Akira ke sekolah terlebih dahulu,baru ke sekolah Naura.


saat tiba di sekolah, Naura berkumpul dengan teman-temannya. bercanda tawa dan juga saling mengucapkan kata perpisahan.


"ra, badan lo keliatan beda ya. padahal cuma sebulan kita gak ketemu. tapi keliatan banget perbedaannya dari bulan kemarin" kata Tasya saat mereka sedang duduk berdua menjauh dari kerumunan teman-temannya.


"beda gimana? " tanya Naura.


"masa sih sya? kayaknya sih iya, soalnya daleman yang biasa aku pakai udah pada gamuat" jawab Naura yang mulai nggak PD dengan panampilannya sendiri.


"tuh kan bener... lakik Lo hebat juga ya Ra. kayaknya lembur terus nih tiap malem" Tasya terus tertawa tanpa henti hingga membuatnya sakit perut karena ketawa terus.


"ihhh apaan sih Lo sya, resek Lo emang" jawab Naura yang kesal dengan sahabatnya.


saat mereka berdua asik ngobrol, tiba-tiba Gery datang menghampiri mereka. Gery juga datang ke acara perpisahan itu, karena Gery dulunya merupakan ketua osis saat masih sekolah. jadinya dia juga diundang ke acara ini sebagai tamu undangan.


"seru banget ngobrolnya" sapa Gery kepada Mereka berdua.


"hai kak ger, apa kabar?" sapa Tasya Kepada Gery.


"baik, gimana nih habis ini mau lanjut kuliah dimana? " tanya Gery pada Tasya.


"belum tau nih kak, belum Nemu yang cocok" jawab Tasya yang memang belum menemukan kampus yang sesuai dengan keinginannya.


"hai Ra, pa kabar? " sapa Gery pada Naura yang dari tadi hanya diam dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Naura.


belum sempat Naura menjawab, Tasya lebih dulu menyenggol bahunya untuk memberi tahu Naura kalau suaminya menatap kearah mereka dengan tatapan mengerikan.


.


.


.


.


next-->>


tinggalkan pesan kalian dikolom komentar....