
di apartemen, Leon merebahkan diri nya di atas sofa dan melebarkan tangan nya agar Lea ikut merapat kepada diri nya.
Lea pun melangkahkan kaki nya dan berbaring di sebelah Leon, memeluk tubuh suami nya itu.
"mas, Kak Putra kasian banget ya. kayak nya cewek itu berarti banget buat dia, hemm Apa kita bantu cari dia aja?". Tanya Lea memberi usul
"sayang, gimana kita mau cari dia, wajah nya saja kita nggak tahu, bahkan selama ini Putra nggak pernah cerita sama kita. dia seakan-akan menutup semua nya rapat-rapat tentang Tiara, maka nya kami semua terkejut saat dia punya teman masa kecil nama nya Tiara". sahut leon
" Kak Putra kuat banget ya, Aku jadi kagum sama dia". Ucap Lea
"dia memang gitu orang nya, maka nya Mas nggak biarin dia pergi kemana-mana. dia itu dulu ingin pindah sekolah waktu itu, tapi Mas nggak ijinin. karena nggak akan ada yang bisa paham keadaan dia di luaran sana". jelas Leon
" Hemm Pasti yang dapetin Kak Putra Beruntung banget deh, sama kayak Lea yang baruntung banget dapatin kamu". ujar Lea tersenyum manis kepada suami nya itu
"Mas juga lebih beruntung bisa dapetin wanita yang terbaik dan tercantik di dunia ini. kalau kita punya anak, pasti lucu kayak kamu. duhh Yuk kita buat Dede bayi sekarang! ". ajak Leon
Lea membulatkan mata nya dan langsung melepas pelukan nya dari tubuh suami nya itu, ia juga memaksa Leon untuk melepaskan tangan nya yang memeluk erat tubuh nya, hingga wanita itu terjatuh ke bawah membuat Leon membulatkan mata nya.
"sayang kamu gk apa apa kan?". tanya Leon khawatir
Lea bangun dan langsung berlari masuk ke dalam kamar, lalu dia mengunci nya membuat Leon membulatkan mata nya.
"Aduh gemesin banget sih istriku ini". ujar Leon dengan gemas
Lelaki itu langsung menyeringai dan melangkahkan kaki nya menuju pintu kamar dan mengeluarkan kunci cadangan dengan tersenyum lebar penuh kemenangan.
setelah pintu terbuka, dia melihat Lea yang ingin mandi dan telah melepas seluruh pakaian nya dengan hanya memakai balutan handuk membuat wanita itu membulatkan mata nya dan berlari untuk masuk ke dalam kamar mandi.
belum sempat dia mengunci rapat, pintu nya langsung di tahan oleh Leon dan dia langsung masuk ke dalam dengan senyuman smirk nya.
"Mas, gantian mandi nya! mending Mas keluar sana!! ". Usir Lea
"Nggak!! ". Sahut Leon yang menyeringai
"Mas!! ".
Leon pun langsung menanggalkan handuk Lea dan mengangkat tubuh istri nya itu ala bridal style.
lalu mereka masuk ke dalam bath up membuat Lea menutup wajah nya bagai kepiting rebus.
Leon mengecup pelan dari Kening, turun ke Bibir, lalu ke leher dan ke......
...****************...
" Aduhh pegal pegal banget badan aku". Keluh Lea
"Pegal kenapa Sayang? ". Tanya Leon
"Iiikkhh... ya gara gara kamu lahh, inget yaa aku belum mau bawa bawa baby ke sekolah".
"Ya home schooling aja sayang". Ujar Leon dengan santai
"Masss.. jangan ngomong kayak gitu". Rengek Lea
Leon langsung terasenyum manis dan mengecup kening Lea dengan menundukkan kepala nya menatap istri nya.
"kenapa Sayang?".
Lea langsung mengalihkan pandangan nya dan melangkahkan kaki nya keluar kamar.
Leon yang melihat tingkah lucu istri nya itu hanya tertawa kecil dan mengikuti langkah kaki Lea yang berjalan keluar pintu
Tiba tiba bel berbunyi, Leon langsung melangkahkan kaki nya menuju keluar untuk membukakan pintu.
"Hallo Mas, ini pesanan nya". ucap Kurir itu memberikan makanan tersebut dengan Leon menaikkan satu alisnya dan melihat nama penerima nya adalah Lea.
"sebanyak ini?". tanya Leon yang terkejut
Leon menerima makanan itu dengan kesusahan membawa nya, dan masih ada juga yang ada di tangan kurir itu.
Lea yang melihat itu langsung mendekat dengan tersenyum lebar.
"Wahhh ini pesananku ya Mas? ". Tanya Lea kepada kurir nya
"mas??". tanya Leon yang terkejut
"udah-udah, sini makanan nya. Makasih ya sudah di antarkan. langsung pulang aja, nanti gue kasih bintang 5". kata Leon
Lea sendiri langsung masuk dan melepaskan makanan yang ia bawa di atas meja
sedangkan Leon menutup pintu apartemen nya dan Meletakkan makanan yang ia bawa juga di atas meja.
"Kenapa panggil kurir itu mas??". tanya Leon yang tidak terima
" Jadi apa dong? enggak mungkinkan aku panggil dia Sayang". Jawab Lea dengan santai
"Leaaaaa!!!". Teriak Leon yang membuat Lea terkejut dan menatap ke arah suami nya itu.
"Kenapa Sayang?". Tanya Lea tersenyum manis dan berdiri dari duduk nya, seraya melingkarkan tangan nya di leher Leon.
...****************...
kini Mutia sedang terduduk di taman rumah sakit tersebut, ia tidak ingin meninggalkan Putra begitu saja.
terlebih lagi, dia tidak mau jika harus bolak-balik Karena perjalanan dari rumah nya menuju Rumah Sakit cukup jauh.
"Tiara? Siapa itu Tiara? ". tanya Mutia langsung memegang kepala nya karena merasa nyeri
Tiba tiba Kejadian beberapa tahun lalu, sebuah kecelakaan berputar di kepala nya.
"Siapa itu yang kecelakaan? aduh sakit banget kepalaku, Kenapa kejadian itu seakan berputar terus di kepalaku? ja..jadi itu aku?". Tanya Mutia pada diri nya sendiri
"jadi aku pernah kecelakaan? Apa itu sebab nya aku nggak bisa ingat apapun? Tante pasti bisa jelasin semua nya sama aku".
Mutia pun langsung melangkahkan kaki nya dan berjalan untuk pulang.
empat puluh lima menit lama nya Ia di perjalanan, dan kini Mutia sudah tiba di rumah dahulu tempat nya di rawat.
namun demi menjaga kesehatan mental nya, ia memilih untuk ngekos dan bekerja untuk diri nya sendiri tanpa membebani siapapun.
"tante". Panggil Mutia
"Eh Mutia, ada apa?". tanya tante nya
"Tante,apa dulu aku pernah kecelakaan? dan apa Tante tahu semua nya? apa benar aku pernah kehilangan Ingatanku? ". Tanya Mutia
tante nya itu duduk dan terdiam, Seraya menunduk . namun Mutia langsung ikut Duduk di sebelah tante nya itu.
"Please jawab Tan".
"iya, dua belas tahun yang lalu, kamu pernah mengalami kecelakaan saat ingin pergi ke sini, selama enam bulan kamu koma dan kamu nggak ingat apapun, kecuali orang tua kamu Dan juga sebuah foto masa kecil itu. dia nama nya Putra dan kamu dulu di panggil Tiara, cuma semenjak kamu sadar, tante ubah panggilan kamu, karena tante enggak ingin kamu di temukan sama Nenek Asih". jelas nya merasa bersalah
" Putra? Tiara?". tanya Mutia membulatkan mata nya
"apa benar yang ada di foto itu nama nya Putra? kenapa Tante enggak pernah kasih tahu Mutia dari dulu saat Mutia tanya sama tante??!!". teriak Mutia tidak percaya
"Mutia cari dia dari dulu, karena ngerasa aneh sama kehidupan mutia yang sekarang". Lirih Mutia
pantas saja Mutia sering mengingat sesuatu secara tiba-tiba, mungkin itu jawaban yang ada pada di diri nya.