
"Kak Leon... Kak Leon....".
Teriakan Tiara membuat lelaki itu terkejut dan langsung terjatuh dari atas kursi
"Eh ya ampun kak Leon Ngapain tidur di situ? ". tanya Lea
"tidur-tidur, kamu bilang aku sedang tidur". Ketua Leon memegang pinggang nya yang terasa sakit
"debat mulu kalian berdua, Gue dukung lo Lea". ujar Putra
"mampus Rasain Lo". umpat Satria
"tolongin gue woii!". teriak Leon kepada Satria dan juga putra
putra dan juga Satria menahan tawa nya dengan mengajukan jempol ke arah Lea, lalu mereka Langsung membantu Leon untuk bangkit berdiri.
Lea sendiri juga ikut membantu Leon untuk duduk di atas kursi nya kembali.
" Kak, tadi jatuh ya?". tanya Lea yang panik
"kamu kira apa Sayang hem, malah di tuduh tidur di situ gitu? ". tanya Leon balik
" Dedek Lea bantuin kami juga dong". pinta Satria
" ogah ah, Kita mau pacaran dulu di sini". sahut Lea
Wanita itu langsung bersandar di bahu Leon dan mereka berdua saling menatap dengan tersenyum manis, membuat kedua jiwa Jomblo itu berteriak kasar, Seraya terus saja mengomel menyaksikan pemandangan itu.
"Dih.. Bucin aja terus, gue Doain besok gua bucin juga sama ayang sisil". Ujar Satria
"entah, tau-tau besok putus gimana?". Timpal Putra sewot
"nyindir kok di depan orang nya, nyindir tuh di belakang dong". Sahut Lea meledek
"teriak-teriak tapi salah". sahut Leon
"Jadi gimana dong?". Tanya Lea
"iri kok nyindir, iri itu ya saingin dong". teriak Leon
" Widihh Anjay keren banget tuh, itu kan yang lo harapin keluar dari mulut kita". ujar Satria melihat ke arah Leon dengan suara yang semakin merendah
"Oh iya Lea ke sini cuma mau bilang sama Kakak, kalau Lea terpilih di pertukaran pelajar antar sekolah". Jelas Lea dengan mata yang berbinar
ketiga lelaki itu langsung membulatkan mata nya dengan kompak, Putra dan juga Satria tanpa sadar menepuk tangan dengan raut wajah yang bangga.
" hebat banget Lo Lea, Lo anak baru tapi bisa langsung jadi siswa yang di pilih untuk pertukaran pelajar". ujar Putra
"iya dong kak, kalian mau nitip apa? !nitip Cilok apa cimol nya bang Moymoy nggak ada di sana? ". ujar Lea
"Siapa yang memasukkan nama kamu ke sana? dan siapa yang milih Kamu? kenapa nggak bilang ke aku dulu?". Tanya Leon dengan kesal karena tidak terima jika istri nya akan pergi beberapa bukan dari diri nya.
Leon langsung bangkit dan Lea menahan tangan nya.
"Kamu mau ke mana Kak?". Tanya Lea
"mau nemuin Pak Budi, Aku mau protes".
" Dihh emang dasar bucin akut woi!!". teriak Satria
Lea pun langsung mengejar lelaki itu dan berusaha menahan nya agar tidak membuat keributan lagi, namun Leon sulit di bujuk dan terus melangkahkan kaki nya menuju ke kantor para guru.
"Kak di rumah Ya nanti Lea jelasin jangan gini dong malu tahu". ujar Lea yang berusaha membujuk Leon
"bagaimana bisa seperti itu? enggak tidur semalam aja sama kamu Aku enggak bisa tidur, gimana kalau kamu pergi selama berbulan bulan, Ck! Mau aku turunkan jabatan Kepala Sekolah kalau tetap bawa kamu pergi!". Ancam Leon
"biar si Putra aja". Kata Leon ngasal
" Widih Asyik jadi kepala sekolah gue, pokok nya jam 08.00 pagi semua siswa sudah pulang semua nya". sahut Putra dengan gembira
" Aduh bantuin jelasin dong kak". Pinta Lea kepada Putra dan juga Haikal
"Wah kalau gue jadi wakil kepala sekolah aja deh biar bisa makin maju kali aja sekolah SMA tunas bangsa ya". sahut Satria menghayal juga
"iya maju sampai ke laut sana!!". timpal Lea kesal
"Dedek Lea kenapa sih kok kesel kesel mulu, kan udah babang bilang, dedek Lea sama babang Putra aja, kalau sama Leon memang suka gitu.....". ucap Putra langsung terpotong karena Leon menatap nya dengan Tatapan yang tajam.
lelaki itu pun langsung berpura-pura bersiul Seraya melihat-lihat ke arah lain nya, sedangkan Satria langsung membalikkan tubuhbnya dan menyanyikan lagu Korea dengan ngawur
Leon Langsung berjalan Kembali menuju ke arah kantor guru, dia benar-benar tidak terima Jika istri nya terpilih sebagai siswa yang akan melakukan pertukaran pelajar.
Lea langsung menggigit lengan Leon dan menatapbnya tajam.
"Tunggu dulu, Dengerin dulu maka nya". Sungut Lea mencoba menjelaskan
"ada apalagi?".
"belum tentu Lea yang bakal terpilih, dan masih harus di seleksi lagi, kenapa Kak Leon udah marah-marah sih? ". Tanya Lea kesal
"walaupun gitu, kamu kan pintar pasti ada peluang besar untuk terpilih, dan Mas enggak akan rela ya kalau kamu pergi jauh dari Mas".
"Astaga hanya beberapa bulan saja, dan Mas juga bisa nyusulin aku ke sana kan atau bisa minta sama guru untuk menjaga siswa terpilih di pertukaran pelajar itu".
" Pertukaran pelajar itu hanya untuk kelas 11, dan aku nggak bisa terpilih karena tahun kemarin mas yang di kirim ke sana". jelas leon
Kini terlihat Sisil yang sedang mencari keberadaan Lea, ia melihat mereka berdua berdebat di balik pohon, membuat Sisil mendekat dan mengerutkan dahi nya saat Lea memanggil Leon dengan sebutan *MAS*.
"Apa hubungan mereka sudah sedekat itu ya? ". Tanya Sisil pada diri nya sendiri
Sisil langsung mendekat dan menatap kedua nya dengan tatapan mengintimidasi, namun saat di tatap balik oleh mata elang Leon, dia langsung tersenyum dan berubah raut wajah nya.
"Mas Leon? kalian berdua lagi memperdalam drama kalian ya? ". tanya sisl
{ Astaga kenapa keceplosan di sekolah manggil Mas Leon sih, ini anak kepo ada di mana-mana lagi} batin Lea
"udah ya Le.. Lo jangan jawab di dalam hati ya". ujar Sisil
"eh kok Lo bisa dengar suara dalam hati ya? ". tanya Lea
"bisalah". sahut Sisil
"Coba ya, apa yang gue pikirin ini".
Leon yang melihat kedua orang itu pun langsung menggelengkan kepala nya dan meninggalkan mereka berdua menuju ke ruang guru, sedangkan Lea tidak memperdulikan Leon, malah menguji kelebihan Sisil.
{Pak Budi cocok deh sama lu Sisil, Semoga berjodoh ya} batin Lea
"gue ngomong apa coba di dalam hati?". Tanya Lea
"cimol nya Bang Momoy gurih gurih nyooooyy kan, Ya udah ayo kita ke sana laper gue". jawab sisil, dan dia langsung menarik tangan Lea menuju ke arah kantin, karena Leon juga telah pergi.
Lea langsung mengerjapkan mata nya saat menyadari tidak ada keberadaan Leon di sana, ia segera menepis tangan Sisil
"Tuhkan ih udah pergi, ah gagal nih". Ucap Lea
"Lea please deh, bucin nya nanti lagi di sambung urusan perut lebih penting yang harus segera di tuntaskan". jawab Sisil tanpa ingin menerima ocehan Lea lagi.
mereka berdua langsung berjalan menuju ke kantin dan terlihat Marsha yang sudah menggepalkan tangan nya, dia berjalan mendekat ke arah Lea dan juga sisil dengan tangan yang di lipat di dada, Dia merasa sangat sangat kesal sekali dengan lea, karena telah mengambil Leon Dari Diri nya.