
Lea dan Sisil berada di International School yang sangat asing sekali bagi mereka, Sisil langsung menyikut badan Lea dengan kuat sambil memberi kode menggunakan mata.
"gila!! OMG Ganteng ganteng banget nggak sih, kalau kayak gini mah gue betah kalau di sini nggak balik ke tunas bangsa lagi". Ucap sisil
"Iisshh.. Dasar lo, kalau lihat yang bening-bening aja langsung mata lo lebar banget". Sinis Lea
Lea melirik ke arah Leon yang mengantar nya tadi sampai ke depan gerbang, lelaki itu sedang memastikan jika istri nya masuk ke dalam sekolah itu dengan aman dan tak di ganggu siapa siapa.
"kenapa tuh Pangeran lo nggak langsung pulang?". Tanya Sisil
Lea sendiri hanya tersenyum dan langsung membalikan tubuh nya menuju ke arah kantor guru, mereka Langsung berjalan bersama.
" Kemarilah masuk, biar saya perkenalkan sama yang lain nya". ujar guru itu
Lea dan Sisil langsung masuk dan melemparkan senyum manis ke arah teman-teman baru mereka.
"Hai kenalin gue Lea berasal dari SMA Tunas Bangsa". Ucap Lea memperkenalkan diri nya, begitupun juga dengan sisil
mereka merasa sedikit kurang nyaman karena belum terlalu berinteraksi dengan siswa dan siswi di sekolah itu
...****************...
Kini Lea dan Leon duduk di ruang keluarga untuk bersantai, Lea melirik ke arah Leon dengan Tatapan yang dalam
" mas kayak nya aku kangen deh sama mama Indah". ucap Lea dengan manja
"mau telepon mama?". sahut Leon
"video call aja gimana". Jawab Lea
"Ya sudah Mas Video Call Mama Ya". Ujar Leon hendak menghubungi Mama Indah
" Eh Mas, tunggu dulu. aduuhh... aku sakit perut ni, aku ke toilet sebentar yaa..". Ujar Lea langsung lari ke arah Kamar Mandi
"Ck! Dasar, ada aja tingkah nya, untung sayang". Ucap Leon tersenyum
Tiba tiba ponsel nya berdering menunjukan jika Mama Indah yang menelpon, Leon pun langsung mengangkat panggilan dari Mama nya itu.
"Halo Mah, Leon dia datang dan sekarang dia ingin bersekolah di SMA Tunas Bangsa juga". jelas Mama Indah tiba tiba membuat Leon mengerutkan kening nya karena bingung dengan ucapan sang mama
Lea langsung membuka pintu kamar mandi dan mendekat ke arah Leon saat mendengar nama mertua nya itu menelpon
"dia Siapa Ma?". tanya Leon Penasaran
".............. ".
"apa? kenapa Mama kasih sih??". tanya Leon yang terkejut saat mendengar perkataan dari mama nya
Lea yang merasa kepo akan pembicaraan itu, langsung mendekatkan telinga nya ke arah ponsel milik Leon, namun lelaki itu langsung menjauhkan ponsel nya dari kepala Lea.
"Ya udah deh terserah mama aja, kalau misal nya dia membuat Ulah, Pokok nya jangan salahin kalau dia Leon kasih pelajaran". ujar Leon kepada mama nya
terdengar mama Indah tertawa dari seberang telepon
"Iya nggak apa-apa, Mama mah rela aja, palingan urusan kamu sama om dan tante aja". Sahut Mama Indah
"siapa sih Mas? ". tanya Lea yang kesal karena tidak di biarkan untuk mendengarkan pembicaraan itu
"Mama Indah...". Teriak Lea karena kesal kepada Leon
"Eh sayang, kamu apa kabar nya di sana? baik-baik kan? mama percaya dan bangga deh sama kamu".
Lea pun langsung merebut ponsel milik Leon dan memajukan bibir nya ke arah Leon dengan kesal, Lea langsung turun dari tangga dengan melompat kesenangan berbicara dengan mama mertua nya, sedangkan Leon panik dan ketakutan jika Lea salah melangkah bisa membuat nya terjatuh.
" Lea sendiri nggak nyangka lo ma, mama sehat-sehat juga kan di sana?". Tanya Lea balik
"iya, kamu jaga-jaga dari baik-baik di sana ya, Leon kapan balik nya ke Indo? ".tanya Mama Indah
"Besok mungkin mah, Mas Leon nakal nggak bisa di bilangin di sini". Ucap Lea mengadu
"Iya dari kecil dia udah nakal banget". Sahut Mama Indah dengan terkekeh
"Hahahha Iya Ma, Oh ya Ma, Papa mana Ma?". Tanya Lea
"Papa masih kerja Mungkin sebentar lagi pulang sama sepupu Leon juga".
"sepupu Siapa itu mah? ". tanya Lea penasaran
" dia mau sekolah di SMA Tunas Bangsa juga, Dari dulu Emang gak pernah akur sama Leon, untung aja Leon udah nikah sama kamu, ya kalau nggak bisa pecah ini kepala Mama kalau lihat tingkah mereka berdua terus". jelas sama Indah
"oh bukan sayang, sepupu nya Leon cowok, nama nya Cakra, nanti kalau kamu sudah balik ke Indonesia pasti Mama kenalin, dia juga seusia sama kamu kok". jelas Mama indah
"Tante Sayang, I'm Coming?!!!!". Sapa seorang lelaki dari seberang telepon
" Eh Lea, Papa sudah pulang, nanti Mama telepon lagi ya".
"Oke mah, titip salam sama papa ya".
Lea langsung mematikan sambungan telepon nya dan langsung duduk di kursi, namun Leon menahan nya dan mengangkat tubuh mungil istri nya itu agar duduk di pangkuan nya.
"Mas siapa itu Cakra? ". tanya Lea dengan menaikkan satu alis nya
"nggak tahu nggak kenal juga". Ketus Leon
"Ihh Kok gitu, dia kan sepupu kamu".
"dia itu si Biang Kerok, ngadepin Putra sama Satria aja Mas sudah pusing, Apalagi nih di tambah satu siluman datang lagi ke sekolah. Aduh Mas enggak mau balik lagi ke Indonesia deh, Mas mau di sini aja sama kamu". Ucap Leon mengeluh
"Emang nya dia kenapa sih? ". tanya Lea penasaran
"dia tuh baru keluar dari rumah sakit jiwa, nanti kalau kamu udah pulang dari program ini juga kamu bakalan tahu sendiri". jelas Leon
"apa??? baru keluar dari rumah sakit jiwa? serius???!!!". tanya Lea dengan berteriak
Leon menyipitkan mata nya dan menutup telinga nya, karena suara Lea yang terasa sangat nyaring di telinga nya
" Aduh suara kamu itu kayak terompet aja".
"Terompet Cinta yang membuat hatimu berdebar debar kan Mas". sahut Lea dengan centil
Leon tersenyum dan menjentil kening Lea sehingga wanita itu mengeringis dan mengusap kening nya yang terasa sakit, Leon langsung mencium nya berulang kali membuat Lea mendorong bibir lelaki itu karena mendengar sering ponsel nya berbunyi
"eh Mas, ponselku di mana ya? itu bunyi nya, Tapi kok nggak ada?". Ujar Lea yang telah berdiri dan memutar tubuh nya untuk mencari keberadaan ponsel nya
" Oh itu dia".
Lea langsung mengambil nya dan mendekatkan ke telinga, karena panggilan masuk itu dari bapak nya.
"Halo pak". Sapa Lea
"kamu sudah sampai di sana Nduk?".
"Sudah Pak, Bapak lagi di mana?".
"Oh ini Bapak lagi duduk-duduk sama ibu di depan, kamu mau ngomong sama ibu? ". tanya Pak Heru
Lea tersenyum, dia menganggukan kepala nya berulang kali, namun Leon yang melihat itu langsung menepuk jidat nya
"sayang kamu ngomong sama bapakdi telpon, bapak kan nggak tahu kalau kamu menganggukan kepala di sini". Ucap Leon
"Iya Pak, Lea mau bicara sama ibu". ujar Lea menatap Leon dan menyengir
"sayang kamu apa kabar nya? ". tanya Bu Wati
" Baik Bu, Ibu gimana kabar nya?".
"Ibu baik juga".
Lea langsung menghembuskan nafas nya karena merasa lega, jika pikiran nya selama ini hanya ketakutan yang tidak beralasan saja.
"Ibu sama Bapak ingin pergi ngunjungin kamu di sana boleh? ".
"jangan bu cuma 3 bulan doang Kok,nggak lama juga. Lagian juga ada Mas Leon yang nemanin Lea di sini, Jadi Ibu enggak usah khawatir ya". ujar Lea menolak keinginan kedua orang tua nya
" ibu kamu ini enggak bisa di bilangin Nduk, padahal Bapak sudah larang". jelas Pak Heru.
"Iya bu, nggak usah ya... Nanti kalauLea sudah balik ke Indonesia, pasti Lea langsung pulang ke tempat Bapak sama Ibu". ucap Lea
"Kamu yakin? Ya udah deh kalau kamu emang mau nya kayak gitu". Ujar Bu Wati dengan suara nya yang Getir
"kalau gitu Udah dulu ya Nduk, kamu jaga kesehatan di sana, Jaga dirimu baik-baik". sambung Bu Wati
"Baik Bu, Ibu sama Bapak juga Jaga Kesehatan ya".
Lea mematikan sambungan telepon nya dan langsung meletakkan ponsel itu ke atas meja, lalu menatap ke arah Leon.