
"Suami?? Hemm.. Anak Bapak siapa nama nya? ". Tanya Putra yang nampak terkejut dan kebingungan
Leon langsung menggelengkan kepala nya ke arah sang Mertua agar tidak memberitahu rahasia yang sudah mereka jaga selama ini.
Namun Pak Heru sendiri tidak tahu apa maksud dari gelengan kepala Leon, jadi membuat Putra ikut menatap ke arah Leon dengan tatapan mengintimidasi.
" Pak, dia ini teman Leon". Ujar Leon seraya menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak terasa gatal
Leon hanya bisa berharap jika perkataan nya tadi mampu membuat Sang Mertua mengerti dan tidak akan memberitahukan semua nya kepada Putra.
Karena Leon sudah sangat hafal bagaimana sifat teman nya itu yang sangat sulit menjaga sebuah rahasia, karena mulut nya yang sama sekali tidak mempunyai rem.
"Oh ya? jadi kalian berdua saling berteman, ya bagus dong kalau kayak gitu". Sahut Pak Heru
" Iya Pak, jadi nama anak Bapak siapa? ". Tanya Putra lagi karena sudah sangat merasa penasaran
" Nama anak Bapak Lea". Jawab Pak Heru dengan tersenyum
DUUAARRR..
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, membuat Putra hampir saja jatuh pingsan saat mendengar pernyataan itu.
"Jadi Leon dan Lea sudah menikah? sejak kapan mereka berdua menikah Pak? ". Tanya Putra lagi
Leon nampak menepuk jidat nya karena merasa jika usaha nya menutupi rahasia itu selama ini Hanya sia-sia, dia tidak tahu lagi apa yang akan terjadi jika rahasia ini di ketahui oleh satu sekolah.
dia tidak ingin jika nanti istri nya itu akan merasa terbebani dan menjadi Murung setiap hari nya, karena pasti nya banyak gang akan beranggapan negatif.
Bahkan Lea bisa saja di cap sebagai siswi yang hamil di luar nikah, karena menikah terlalu cepat.
"Sejak kapan ya? udah lama sih, mereka menikah kayak nya udah lebih dari lima bulan yang lalu". jelas Pak Heru
"Wah Gila ya Lo, Leon. Kenapa Lo nggak pernah cerita sama gue kalau lo udah nikah hah? kalian pacaran aja baru 3 bulan kan, jadi waktu Lea pindah ke SMA Tunaa Bangsa dia udah jadi istri luo kan?". tanya Putra dengan serius
"Bapak percaya sama kamu nak Putra, Tolong jangan beritahukan soal ini kepada siapapun ya, dan juga bapak minta tolong jika kamu kenal dengan Lea, jangan pernah beritahukan soal ibu nya". pinta Pak Heru mengiba
" Pak, Kenapa Bapak cerita sama Putra, dia tuh nggak bisa jaga rahasia loh". ujar Leon yang mulai tidak bisa mengkondisikan rasa cemas nya saat ini
"Wahhh gila ya, gue nggak nyangka deh sama Lo. Lea bukan korban dari Lo kan?". tanya Putra
" Jangan ngaco otak Lo, kami berdua tuh menikah karena perjodohan". Ujar Leon yang berdiri dan langsung menoyor kepala Putra
"tenang aja Pak, Putra bisa jaga rahasia"? Ujar putra dengan lembut walaupun banyak pertanyaan yang sudah menari-nari di dalam otak nya
Putra langsung menarik Leon untuk keluar dari ruangan tersebut dengan paksa, lelaki itu langsung melepaskan nya saat mereka telah sampai di depan ruangan tersebut.
" Iya Enggaklah, Kenapa sih Otak lu negatif mulu. Lo kira gue cowok kayak gitu apa, Awal nya kami berdua menikah karena perjodohan yang enggak masuk akal, bahkan gue juga enggak ada perasaan sama sekali sama dia, tapi entah kenapa Seiring berjalan nya waktu perasaan gue tiba-tiba tumbuh begitu saja dan gue udah jatuh cinta sama dia". Jawab Leon
Kini gantian Leo memegang kerah baju Putra dengan kuat dan mengancam lelaki itu
"Awas aja kalau Lo bocorin rahasia ini ke anak-anak lain nya, habis lo gue buat". Ancam Leon
"Iya gue percaya sama lo, tenang aja gue nggak bakal cari masalah, tapi gue nggak janji sih kalau kondisi gue udah baik nanti". ujar Putra yang langsung berjalan meninggalkan Leon hingga membuat lelaki itu membulatkan mata nya dan mengejar nya.
...****************...
seminggu berlalu, kini keadaan Putra telah membaik, bahkan lelaki itu yang sudah libur selama kurang lebih satu minggu tersebut kini telah masuk kembali ke sekolah, membuat Satria yang melihat nya langsung berlari ke arah Putra dengan wajah sumringah.
Sangking semangat nya, bahkan Satria meloncat ke arah Putra dan memeluk lelaki itu dengan tangan yang melingkar di leher Putra dan kaki nya yang melingkar di pinggang milik putra.
putra langsung menoyor kepala Satria dan memaksa lelaki itu untuk melepaskan pelukan nya.
" Ck! lepasin sialan". Ucap Putra
"Aduh gue rindu sama Lo, Bro!". teriak Satria yang tidak ingin melepaskan pelukan nya membuat semua siswa dan siswi yang melihat mereka berdua tertawa terbahak-bahak
"idih kalian berdua homo ya?". Ujar seorang Siswa
"Bokap Lo tuh yang homo". ketus Putra yang tidak terima
"Jadi beneran Lo suka nya sama cowok? ". tanya siswa lain
"ya! gue suka nya sama lo Kenapa? awas aja ya kalau Lo nggak nerima perasaan gue ini". Ketus Putra
" Idih najis, amit-amit". Ujar Siswa itu seraya bergidik ngeri
"gue juga lebih amit-amit". ucap Putra kepada Siswa itu
Leon dan Lea Baru saja datang di sekolah, mereka langsung menghampiri kedua lelaki itu.
Putra sendiri Langsung melirik ke arah mereka berdua dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, Lea yang merasa tidak nyaman karena telah dia beritahu Leon, Jika Putra sudah mengetahui rahasia pernikahan nya, membuat Lea merasa takut jika Putra berpikiran buruk dan menyebarkan kepada semua orang, terlebih lagi tatapan Putra saat ini sangat membuat nya semakin khawatir dan merasa tidak nyaman
Putra berlalu begitu saja meninggalkan mereka semua, membuat Lea dan Leon saling menatap dengan Tatapan yang sangat sulit di artikan, sedangkan Satria mengejar lelaki itu.
"Mas, Kak Putra kayak nya nggak suka ya sama kita berdua karena tahu rahasia itu? apa sekarang ini dia lagi pikirin Yang enggak-enggak Tentang Kita? ". ujar Lea dengan lesu
"enggak sayang, kamu tenang aja ya.. nanti biar Mas yang bicara sama dia, kamu jangan khawatir berlebihan kayak gini. Mas paham gimana sifat dia, ya mungkin Putra masih belum bisa seceria dulu, karena kamu tahu sendiri kan kalau Mama nya Belum lama pergi".jelas Leon dengan lembut
"Ya udah deh kalau gitu Mas, Lea ke kelas dulu ya". Ujar wanita itu seraya melambaikan tangan nya dan Leon pun ikut membalas nya, lelaki itu menatap langkah istri nya hingga masuk ke dalam kelas