
"Woi!! Lepasin Gue Woi!!". teriak Putra
Lelaki itu ikat dengan tali tambang disebuah pohon yang besar, di belakang rumah Lea.
Putra terus memberontak, namun tidak ada juga yang ingin melepas ikatan nya.
"please, gue mohon sama Lo Lea. karna Lo yang paling bersih hati nya di antara mereka semua, tolong lepasin gue ya". pinta Putra
"Maaf ya Kak, gue nggak minat". sahut Lea
" Eh Lea di sini banyak monyet yang ganas ganas ya??". tanya Sisil dengan memperkuat suara nya
"lumayan banyak sihh, apalagi jam segini biasa nya mereka keluar semua". jawab Lea
" Woii Lepasin Gue sekarang woi!!". teriak Putra lagi
"maka nya Lo jangan macam-macam sama kita, enak aja Lo Mau nipu nipu gue! ". timpal Satria
"Kesempatan Lo buat nyuruh nyuruh gue kan? emang cocok nya lo itu di sedekahin aja sama penghuni yang ada di sini!". ujar Leon
" Woii kalian semua jangan gitu dong, kalian bercanda kan? Pleasee lepasin gue, nanti gue traktir makanan deh". Mohon Putra
"Ayo Guys kita masuk aja, biarin aja tuh Kak Putra di sini, biar di ajak kenalan sama penunggu pohon ini". ajak Sisil
kini mereka semua pun masuk ke dalam rumah dan Mengunci pintu rumah nya, membuat Putra berteriak dengan kuat dan memohon ampun.
sedangkan mereka semua Langsung mengintip di jendela dengan memperhatikan wajah Putra yang nampak tegang dan juga ketakutan.
"mampus! Rasain lo!!". kata Satria
"beneran Le disana ada monyet nya?". tanya Sisil
"Enggak kok, palingan monyet jadi-jadian hahaha...". jawab Lea
"Sungguh teganya... teganya... teganya dirimu!!". Putra malah bernyanyi sambil menghayati
" sialan malah konser!!". ujar Satria
...****************...
Seminggu kemudian semua telah kembali ke aktivitas masing-masing, Lea sedang berusaha merelakan dan mengikhlaskan apa yang sudah pergi, memulai kembali dengan warna yang baru.
meski bagi nya warna itu tidak akan seterang sebelum nya.
Lea nampak duduk di tepi kolam renang dengan merendam kaki nya, pandangan nya lurus ke depan dengan Tatapan yang kosong.
walaupun Hati nya sudah mengiklaskan kepergian ibu nya, namun tetap saja terasa ada yang berbeda dari yang sebelum nya.
tiba-tiba ada seseorang yang menutup mata nya dari belakang, Lea menoleh ke belakang dan tersenyum tipis, lalu mengusap lembut pipi Leon
Lelaki itu juga mengecup pipi Lea berulang kali, hingga membuat Lea tertawa kecil.
"sayang, kamu mau jalan-jalan gk? ". Ajak Leon
"Nggak ah Mas, aku lagi males mau ke mana mana".
"Ayo dong sayang, Mas siap hari ini jadi Sopir Pribadi Nyonya Lea". ujar Leon tersenyum dengan lebar
" Lea nggak mau ke mana-mana Mas Hemm... Mas, aku lagi mikirin bapak, kenapa coba bapak enggak mau ikut sama kita aja sini, kan bapak dulu bilang kalau akan pindah ke sini". Ujar Lea
"sayang, rumah itu kan penuh dengan kenangan. pasti sulit banget untuk ninggalin nya, kita saja nanti yang sering-sering kunjungi Bapak ya". sahut Leon menenangkan istri nya
"Ibu kira-kira lagi ngapain ya Mas? Lea rindu sama ibu".
Leon pun membawa Lea ke pelukan nya dan mengecup lembut kening istri nya itu, hati nya ikut terluka jika terus-menerus melihat Lea seperti ini.
Leon selalu berusaha untuk menghibur istri nya setiap saat dan menyampingkan ego nya walaupun kadang tingkah Lea berlebihan.
"Sayang kita makan dulu yuk, kamu belum makan kan". ajak Leon
"Nggak deh Mas".
Lea pun melepaskan pelukan itu dan kembali Mengayunkan kaki nya di dalam air. Leon langsung menggendong Lea ala bridal style, hingga Lea terus memberontak.
Leon lalu meletakkan wanita itu duduk di kursi meja makan.
"apaan sih Mas, orang aku enggak mau makan juga! kenapa Mas malah bertingkah kayak gini?? Jangan Paksa Lea terus! ". Ketus Lea
"kamu mau Diikat pakai tali di kursi? ". tanya Leon tanpa menghiraukan perkataan istri nya itu
"Kamu duduk dengan tenang, Mas masakin makanan kesukaan kamu".
Leon langsung memakai celemek dan bertingkah imut ke arah Lea, namun wanita itu hanya menatap nya dengan kesal.
"Emang Mas Leon bisa masak? ". tanya Lea
"bisalah!! kamu enggak ingat, Kalau suamimu ini multitalenta".
Lea pun meletakkan kedua Tangan nya di atas meja untuk menyangga kepala nya, ia menatap Leon dengan Tatapan yang kesal.
Entah kenapa akhir akhir ini ia sangat susah makan, membuat Leon terus berusaha Sabar menghadapi nya.
Leon memasak dengan Gaya nya yang seperti chef, Bahkan ia memasak sampai mengeluarkan api dari teflon, membuat Lea membulatkan mata nya.
Lea malah takut jika nanti kebakaran, karena dia tahu lelaki itu tidak pandai memasak, hingga akhir nya makanan sudah selesai dihidangkan.
Lea pun menaikkan satu alis nya dan melihat Leon yang juga tidak membalikkan tubuh nya, padahal makanan itu sudah matang.
"mana Mas makanan nya? ". tanya Leon
Leon menoleh dengan menyengir
" hehehe... Maaf sayang gosong".
Lea pun tertawa dengan keras karena makanan itu berwarna hitam pekat, Leon nampak menggaruk belakang kepala nya yang tidak gatal dan menata makanan itu, lalu membuang nya.
"Itu Mie telor yang lagi kena azab ya Mas?". tanya Lea meledek
" Ya udah kita pesan aja deh kalau gitu, entah gimana orang itu jualan bahan makanan masak bisa gosong gitu Kalau udah dimasak! ". ketus Leon
"itu bukan salah yang jual bahan makanan nya, tapi kamu yang nggak bisa masak!". Sahut Lea
"Yeee.. Mas bisa Masak kok".
"Ih udah deh sana, biar istrimu ini saja yang memasak". ujar Lea
"Beneran??". tanya Leon dengan mata yang berbinar
Lea pun langsung memakai celemek dan mengikat rambut nya.
senyuman tipis terbit di wajah cantiknya, lalu ia langsung memasak dan memotong semua bahannya dengan cepat dan memasak nya.
setelah selesai mereka berdua langsung melahap nya, namun Lea hanya memakan beberapa suap saja.
karena ia sudah tak sanggup menahan nya lagi, Lea menutup mulut nya karena ada rasa aneh di dalam diri nya.
tiba-tiba ia pusing dan wanita itu langsung berlari ke arah kamar mandi.
Leon membulatkan mata nya terkejut melihat keadaan istri nya itu.
"sayang, kamu kenapa??".
Lea berlari masuk ke dalam kamar, dan langsung memuntahkan semua yang ada di mulutnya.
Leon terlihat panik dan memijat pelan punggung istri nya
" sayang, kita ke rumah sakit ya". ajak Leon
Leon menangkap istri nya itu karena jatuh pingsan, untung nya Leon Sigap menangkap nya hingga kepala Lea tidak terbentur di dinding.
Leon menepuk pelan Pipi Lea, lelaki itu langsung membopong nya untuk menuju mobil.
"sayang kita ke rumah sakit ya, Please Kamu sadar". ujar Leon dengan panik
"sayang, kamu kenapa? jangan buat Mas khawatir".
" sayang, kamu bertahan ya, kamu yang kuat".
sesampainya di rumah sakit, dia langsung membawa Lea dan berteriak.
"Dokter, Tolong!".
"Leon, Kenapa lea?". tanya dokter yang juga pamannya
"Leon nggak tahu, tadi dia makan, tiba-tiba dia muntah terus pingsan. cepetan om bantuin Lea, kalau terjadi apa-apa sama lea, Om yang aku salahin!!". ancam Leon karena panik
"kamu tenang dulu Leon".