Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda
Kesempatan Lagi


Setelah mengetahui bahwa James dan Liana telah menikah, begitu juga kabar tentang kehamilan Zelia, keluarga besar Jhonson dan juga Tan akhirnya sepakat untuk mengadakan sebuah pesta untuk mereka.


Tepat malam ini James dan Liana menghadiri acara resepsi keduanya yang di siapkan oleh sang nenek.


Sedangkan Zelia dan Andrew juga ikut bersama dengan mereka, keluarga Tan juga ikut bersyukur atas kembali hamilnya Zelia.


Itu pertanda calon penerus keluarga Tan akan segera lahir.


Mereka juga mengundang sahabat lama, yaitu Defin bersama pasangannya, Adel.


Mereka dari jauh sengaja untuk menghadiri acara tersebut, semua orang tak percaya bahwa Defin bersama dengan Adel tengah sekarang berpacaran.


Keduanya bahkan secara terang-terangan bermesraan di depan Andrew.


"Hai Ndrew, James?" sapa Defin kepada Andrew dan juga James yang kebetulan sedang berdiri tak jauh dari mereka.


"Defin? kamu kok bisa sama Adel?" tanya Andrew tak percaya.


"Jangan bilang kamu cemburu Ndrew?" sindir Defin sambil tersenyum menyeringai, Adel malah mencubit lengan Defin, sedangkan Zelia masih diam dari tadi mendengarkan kedua pria itu berinteraksi.


"Bukan begitu,hanya saja kalian tak mau berbagi cerita kah?" tanya Andrew.


"Sebenarnya kita saling menyukai tapi juga saling menyembunyikan sejak dahulu," jelas Defin membuat Adel memerah di wajahnya.


"Haha aku sudah tahu itu," balas Andrew.


"Hah kamu sudah tahu?" tanya Adel kali ini.


"Ya begitulah, kalian terlalu takut mengakui perasaan kalian demi persahabatan kita," ucap Andrew, membuat Defin dan Adel mengangguk membenarkan hal itu.


"Ehem, sebaiknya kita menikmati pesta ini," James memecah nostalgia mereka, membuat ketiganya kembali ke acara malam itu.


Suasana pesta begitu meriah, banyak tamu dari keluarga James dan juga keluarga Andrew hadir di sana.


Ariana juga menghadiri acara itu,dia datang bersama dengan Afzriel Tan, sedangkan Zulian Tan datang sendiri setelah kedua orang itu sampai.


"Ariana," sapa Zulian, Afzriel yang mengerti maksud anak laki-lakinya itu segera berpamitan ke toilet, untuk sekedar memberi waktu kepada keduanya berbicara.


"Zulian," sapa balik Ariana.


"Kamu cantik malam ini," puji Zulian, tanpa sadar Ariana memerah di wajahnya.


"Terima kasih Zulian," balas Ariana sambil tersenyum, dia teringat pertama kali bertemu dengan pria di depannya itu.


Kala itu mereka sedang berada di sebuah pesta pernikahan teman keduanya, dan tanpa sengaja mereka bertemu, hingga keduanya menjalin asmara dan akhirnya menikah.


Zulian juga mengingatnya, kini dia berharap bisa bersama kembali dengan Ariana, merajut kembali cinta mereka yang pernah terpisah karena keadaan.


Juga untuk menebus kesalahan Zulian di masa lalu.


"Ariana aku masih mencintaimu," ucap Zulian lagi, dia tak berbohong tentang itu. Di dalam hatinya masih tersimpan cinta kepada Ariana, ibu dari anaknya.


"Bisa kah kamu memberiku kesempatan lagi Ariana?" tanyanya lagi.


Ariana menatap penuh kebimbangan, antara dia menerima atau tidak.


Saat ingin menjawab Andrew dan Afzriel Tan tiba-tiba datang dan mengangguk ke arah Ariana, mereka menyetujui jika keduanya kembali bersama.


Ada sebuah harapan terpancar dari kedua mata Zulian, rasa rindunya begitu menggebu, ingin sekali menumpahkan semuanya kepada Ariana.


"Zulian aku memberimu kesempatan, tapi jika membuatku kecewa, aku tak ingin bersamamu lagi," akhirnya Ariana memberi lampu hijau untuk Zulian.


Pria itu tersenyum bahagia dengan kesempatan yang diberikan kepadanya kembali.


"Terima kasih Ariana," peluk Zulian pada wanita itu.


Andrew dan yang lainnya tersentuh dengan cinta keduanya, kebahagiaan terpancar dari mereka semua.


Pesta malam itu mengantarkan para tamu undangan dalam suasana yang begitu kekeluargaan hingga pesta berakhir.