
Phytagoras, Ray, dan Natasha memasuki kelas bersama. Saat Phytagoras masuk keadaan kelas langsung menjadi tenang, karena semua siswa di kelas ini tahu walau biasanya Phytagoras adalah orang yang ramah dan baik tapi saat mengajar dia berubah menjadi orang yang tegas dan tegak.
“Baiklah, semua siswa, mohon perhatiannya. Kali ini kelas kita kedatangan dua orang murid baru. Kalian berdua silahkan memperkenalkan diri kalian. Natasha kau yang pertama.” Phytagoras meminta Natasha dan Ray memperkenalkan diri.
“Natasha Zhirkov, 16 tahun dari Gizakia Kingdom. Afinitas sihir utama adalah api. Tingkatan Penyihir Master Magician.” Natasha selesai memperkenalkan dirinya ditemani dengan tepuk tangan keras dari seisi kelas. Kebanyakan siswa disini baru saja menjalani test penyihir untuk menjadi Tingkat Magician, karena itu Natasha yang sudah berada di Tingkat Master Magician.
“Ray sekarang giliran mu.” Phytagoras mempersilahkan Ray memperkenalkan dirinya.
“Ray Ainsworth, Pria muda tampan 16 tahun. Afinitas sihir tidak ada, dan tingkatan penyihir tidak punya. Hobi saya bersenang-senang.” Ray memperkenalkan dirinya dengan asal-asalan.
“Kau belum mendapatkan tingkatan penyihir dan berani masuk ke kelas ini? Bagaimana seorang sampah seperti mu bisa masuk ke tempat ini?!” Seorang pemuda berambut merah berdiri dari tempatnya menghina Ray dengan penuh kesombongan. Melihat tingkah pemuda itu, semua murid Kelas Penyihir Jenius menantikan pertunjukan yang menarik.
Orang yang menghina Ray adalah Carl Gremory seorang pengganggu di Kelas Penyihir Jenius, dan dia sudah berulang kali membuat orang yang dipromosikan ke Kelas Penyihir Jenius dari Kelas Penyihir Atas akhirnya kembali ke kelas lama mereka.
“Oh, jadi kau pikir aku tak layak?” Ray masih berkata santai dengan nada main-main.
“Hm... dasar katak di dasar sumur yang sombong.” Carl yang kesal dengan sikap Ray menyerang Ray dengan sihir bola api.
“Pfft... pfftt...” Ray yang awalnya berniat untuk bertingkah keren, sekarang hanya bisa menahan tawanya. “Pfft...
hahahaha...sial aku tak bisa menahannya... apa-apaan bocah sombong ini, berlagak sombong tapi pakaiannya merah muda hahahaha...” Ray yang tak bisa menahan tawanya, akhirnya tertawa lepas.
“Hahahaha... hahaha...” seluruh isi kelas mulai menertawakan penampilan Carl yang menyedihkan. Dan Carl pasti akan mengingat hari ini sebagai salah satu hari paling memalukan dalam hidupnya.
“Tenanglah kalian semua. Sudah cukup leluconnya.” Phytagoras menghentikan kekacauan di dalam kelas, membuat para murid langsung diam seketika.
“Dan kau Carl, sekarang kau bisa pergi mencari celana ganti. Tidak menyenangkan melihat seorang pria dengan warna merah muda.” Phytagoras sebenarnya sudah sangat kesal dengan berbagai macam tingkah Carl. Tapi Phytagoras sudah dimintai tolong oleh Estas untuk tidak menghukum dan terlalu keras pada para muridnya. Setelah semuanya tenang, Ray dan Natasha mengambil tempat duduknya masing-masing.
Phytagoras memulai kuliahnya, kali ini yang dijelaskan Phytagoras adalah pembayangan proses dari sebuah sihir, cara kerja tiap elemen yang berbeda dalam sihir, dan juga teori tentang penggabungan dua elemen sihir atau lebih. Phytagoras juga menambahkan penjelasan tentang berbagai macam elemen sihir khusus serta kelebihan dan kekurangannya.
Akhirnya setelah Phytagoras menjelaskan tentang semua hal tersebut, kelas diakhiri dengan beberapa contoh teknis dan para murid mulai mencobanya sendiri. Setelah dua jam kelas berlangsung, kelas dibubarkan.