Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 81 - Ras Setengah Iblis


“Ini kan...” Ray sangat terkejut saat melihat orang dibalik topeng itu memiliki kulit putih keabu-abuan dengan warna pupil merah dengan warna matanya hitam kelam dan bukan putih. “Mereka adalah setengah iblis...”


Ray merasa sangat terkejut karena dalam informasi yang dimilikinya Ras setengah iblis sudah dibasmi setelah perang besar berakhir karena mereka mengingatkan tentang perbudakan yang dilakukan RasIblis.


Ras setengah iblis adalah hasil kebiadaban Ras Iblis saat perang besar seribu tahun yang lalu. Setiap kali mereka menaklukan wilayah baru mereka akan menangkap para pria dan menjadikannya budak pekerja dan juga menangkap para wanita muda untuk digunakan sebagai pemuas nafsu pasukan mereka. Hal ini membuat banyak kelahiran Ras setengah iblis, mereka memiliki ciri-ciri mata hitam dengan bagian pupil mata merah serta kulit yang pucat kadang berwarna keabu-abuan.


“Ray, kau baik-baik saja?” Miria, Olivia, dan yang lainnya menghampiri Ray.


“Aku baik-baik saja. Ada hal yang lebih penting, kalian lihatlah orang-orang dibalik topeng itu.” Ray meminta pada semua orang utuk memastikan identitas kedua puluh orang bertopeng.


Mereka benar-benar terkejut saat melihat orang dibalik topeng itu, setiap orang memiliki ciri-ciri yang sama yaitu mata hitam dengan bagian pupil mata merah serta kulit yang pucat kadang berwarna keabu-abuan. Dengan ini bisa dipastikan kalau para penyerang adalah Ras setengah iblis. Namun yang membuat mereka terkejut adalah Ras setengah iblis tidak diakui oleh semua ras dan karena itu mereka semua dibantai setelah perang besar selesai. Tapi sekarang mayat di depan mata mereka adalah bukti kalau Ras setengah iblis masih ada dan selamat dari pembantaian saat itu.


“Sepertinya mereka diselamatkan oleh sebuah organisasi yang kuat atau mereka berhasil selamat dengan bersembunyi di sebuah tempat...” Ray mengelus dagunya sambil berpikir.


“Ah, lupakan saja memikirkan hal ini hanya membuat ku sakit kepala. Biarkan saja Pak Tua Estas dan yang lainnya saja yang mencari tahu.” Lanjut Ray dengan malas setelah beberapa saat berpikir.


“Eh, Ray. Tuan Estas akan marah kalau mendengar mu.” Olivia terbatuk-batuk saat mendengar celetukan Ray.


“Sepertinya cuma Ray yang bisa bicara begitu santai tentang Tuan Estas.” Miria menimpali dengan pelan.


“Ehem... A... apa Tuan Estas kalian maksud Estas Rogue?” Natasha bertanya dengan gagap.


“Begitulah, kau pikir siapa lagi yang orang yang kupanggil Pak Tua selain orang itu?” Ray menjawab santai.


“Nona Natasha kau kenapa? Apa kau sakit?” Ray bertanya karena merasa ekspresi Natasha aneh.


“I..itu aku tak apa-apa, hahaha...” Natasha mencoba bersikap sewajar mungkin.


“Oh, begitu... Syukurlah... Sekarang mau kita apakan orang-orang ini?” Ray menunjuk mayat yang tergeletak di lantai.


“Aku sudah meminta Bibi Lin untuk menghubungi penjaga kerajaan, mereka akan kesini untuk mengurus mayat ini dan melakukan penyelidikan.” Miria menjawab Ray.


“Ah, seperti yang diharapkan dari Nona Miria benar-benar pengertian.” Ray menimpali sambil terkekeh.


“Bisakah kau sedikit serius sekarang? Dan bisa-bisanya kau melawan para pembunuh itu seorang diri.” Olivia mulai kesal dengan sikap santai Ray.


“Bukan masalah kan? Lagipula cuma dua puluh orang juga.” Ray menjawab santai tanpa beban.


“Apanya yang cuma dua puluh orang! Bukannya ada enam Tingkat Raja diantara mereka!” Olivia berkata dengan nada tinggi karena kesal.


“Ah, memang...” celetuk Ray santai.


“Kau ini....” Olivia semakin kesal dengan tingkah Ray.


“Disamping itu... ngomong-ngomong dimana tuan putri kita?” Ray menanyakan tentang Ying Yueru.