Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 170 - Terdesak I


Wilayah Luar Hutan Kematian.


Enam puluh orang siswa dengan pakaian Akademi Silver Moon sedang membentuk formasi melingkar sambil saling melindungi satu sama lain. Selain para siswa juga terdapat sekitar dua puluh orang instruktur yang berada di Tingkat Raja yang juga ikut bertarung dalam formasi.


“Yuri, berapa lama kau bisa mempertahankann penghalang ruang milik mu?” Ryan Evans yang merupakan pemimpin kelompok bertanya pada Yuri.


“Instruktur Ryan, aku mungkin hanya bisa bertahan selama beberapa jam lagi. Tapi jika keadaan mendesak kita bisa meminta bantuan Little Black setelah satu jam.” Yuri menjawab sambil mempertahankan penghalang miliknya.


Ryan tahu kalau Yuri memiliki seekor Black Dragon yang dipinjamkan Ray padanya untuk berjaga-jaga. Tapi sejauh yang diketahui oleh Ryan, Little Black hanya berada di Tingkat Raja Puncak dan dia merasa kekuatan Little Black tidak akan banyak membenatu dalam hal ini.


“Instruktur Ryan, kau tidak perlu khawatir karena dengan kekuatan Little Black sekarang dia bisa menghabisi Binatang Iblis Tingkat Raja dengan mudah. Selain itu, selama tidak ada Binatang Iblis Tingkat Kaisar yang muncul kita pasti akan selamat.” Yuri mencoba menjelaskan kekuatan Little Black.


“Kalau begitu Yuri, kenapa kau tidak mengeluarkannya sekarang?” Suara teriakan sombong dan memrintah terdengar dari bagian tengah formasi.


“Instruktur Zeoticus! Sesuai dengan arahan Ray, aku hanya akan membuat Black Dragon keluar jika ada seseorang yang terluka parah atau kelompok kita terancam mati. Dan dengan kondisi kita sekarang kita masih jauh dari ancaman seperti itu!” Yuri membalas berteriak saat mengetahui orang yang berteriak adalah Zeoticus Gremory.


“Apa maksud mu, Yuri! Kondisi kita sekarang sudah sangat berbahaya! Cepat keluarkan Black Dragon itu dan buat dia memberi kita kesempatan untuk kabur!” Zeoticus menyentak marah karena Yuri terus-menerus menolak perintahnya sebagai instruktur.


“Tutup mulut mu! Pengecut, sialan! Yuri adalah seseorang yang dipercaya Tuan Ray untuk memegang Little Black! Jadi dia yang akan memutuskan waktu untuk menggunakannya!” James yang berada dalam kerumunan berteriak marah saat mendengar teriakan Zeoticus.


James yang juga ditunjuk sebagai salah satu instruktur dari pihak militer untuk pelatihan ini, hampir tidak berbicara sama sekali dan hanya membantu disaat-saat yang diperlukan. Hal ini karena sejak awal James diberi perintah oleh Ray untuk memastikan keamanan setiap siswa yang ada, namun James juga dilarang untuk memberikan bantuan atau mempengaruhi keputusan para siswa.


“Siapa kau berani bicara omong kosong pada ku! Sadarlah tempat mu! Rakyat jelata!” Zeoticus semakin marah saat mendengar seorang prajurit biasa seperti James membentaknya.


Amarah James langsung memuncak saat mendengar kalimat terakhir Zeoticus, hal yang paling dia benci adalah para bangsawan yang memandang rakyat biasa sebagai hal yang bisa mereka gunakan dan injak-injak semau mereka.


James langsung menarik pedangnya dan dengan gerakan yang secepat angin langsung berdiri di depan Zeoticus dengan ujung pedang yang hanya berjarak beberapa milimeter dari tenggorokan Zeoticus.


“Apa menurut mu kau luar biasa dengan status bangsawan bodoh mu itu?! Sepertinya kau hanya orang idiot yang lebih beruntung seperti yang pernah dikatakan Tuan Ray. Bahkan orang yang Tuan Ray sebut ‘bodoh’ seperti ku bisa membunuh mu dengan satu tebasan pedang.” James menatap tajam ke mata Zeoticus dan berbicara dengan suara dinginnya.


Sementara itu semua orang terkejut dengan kejadian yang begitu tiba-tiba, mereka sama sekali tidak melihat pergerakan James dan baru menyadari bahwa James sudah berpindah tempat setelah James membuka suaranya.


******************************************************************************************************************************


Pertama-tama, saya minta maaf karena sudah lama tidak update. Seperti yang pernah saya katakan di chapter sebelumnya saya sedang mengalami banyak masalah dan mencoba untuk menyelesaikan semuanya terlebih dahulu. Dan Alhamdulillah sekrang sudah selesai, dan saya bisa kembali beraktifitas dengan normal seperti sebelumnya.


Terimakasih karena telah mengikuti karya ini....


See you next chapter and have fun...