
“Pertandingan Evaluasi berikutnya, Tim 3 melawan Tim 4!” Ray mengumumkan pertandingan berikutnya.
Seperti kelompok sebelumnya, Ray juga sudah menebak tim mana yang akan memenangkan pertandingan evaluasi dari pertandingan yang sedang berlangsung.
Tim 3 berisikan lebih banyak orang yang menjalani pelatihan yang diatur Ray dengan serius, karena itu kemampuan dasar mereka meningkat cukup baik. Meskipun dalam bakat keseluruhan menurut Ray mereka masih kalah dari Tim 2 yang sebelumnya memenangkan pertandingan evaluasi sebelumnya tapi mereka bisa dipastikan lebih baik dari Tim 4 yang menjadi lawannya.
Setelah pertandingan berlangsung selama kurang lebih lima belas menit, akhirnya Tim 3 keluar sebagai pemenang sesuai dengan prediksi Ray sebelumnya.
Kemudian, sama seperti instruksinya sebelumnya Tim 4 diberi waktu untuk istirahat selama lima belas menit sebelum menjalankan hukumannya dan Tim 3 bisa beristirahat sambil menunggu pertandingan evaluasi delapan besar.
Ray kemudian mulai mengumumkan pertandingan evaluasi berikutnya sesuai dengan urutan tim lima orang yang sudah dia bentuk sebelumnya.
Pertandingan dilanjutkan dengan Tim 5 melawan Tim 6 yang kemudian dimenangkan oleh Tim 6 setelah pertandingan berjalan selama sepuluh menit.
Berikutnya pertandingan antara Tim 7 melawan Tim 8 yang dimenangkan Tim 8 setelah pertandingan berlangsung selama tiga puluh menit.
Dengan berlalunya waktu pertandingan evaluasi berlangsung sesuai dengan urutan tim yang sudah ditentukan sebelumnya.
Tim 9 melawan Tim 10, yang dimenangkan Tim 9 setelah bertanding selama sepuluh menit.
Tim 11 melawan Tim 12, yang dimenangkan Tim 12 setelah bertanding selama lima belas menit.
Tim 13 melawan Tim 14, yang dimenangkan Tim 14 setelah bertanding selama delapan menit.
Setelah pertandingan enam belas besar selesai, setiap tim yang kalah diberi waktu istirahat lima belas menit sebelum memulai hukuman mereka. Sementara itu semua tim yang menang diberi waktu istirahat tiga puluh menit terhitung dari pertandingan terakhir yang selesai.
***
Waktu berlalu, sudah tiga puluh menit berlalu dari pertandingan terakhir babak enam belas besar pertandingan evaluasi. Sekarang Ray mengumumkan pertandingan babak delapan besar yang dimulai dengan Tim 2 melawan Tim 3.
Pertandingan berlangsung cukup seru setelah Tim 3 melakukan banyak serangan koordinasi dan kerja sama tim yang baik, sehingga berhasil membuat Tim 2 terpojok dan hampir saja dikalahkan kalau saja ketua Tim 2 tidak mengambil keputusan untuk membuat dua anggotanya menahan koordinasi Tim 3. Dan akhirnya Tim 2 berhasil menang dengan selisih tipis saat hanya ada satu orang yang masih bisa berdiri di atas panggung.
“Tim 2 seharusnya bisa menang tanpa perlu mengambil ‘pengorbanan’ seperti ini, mereka sudah melakukan kesalahan yang fatal saat pembukaan pertandingan evaluasi... Hah... Mereka harus bisa menghilangkan kebiasaan mereka untuk meremehkan lawan yang terlihat lebih lemah dari mereka...” Ray menghela nafas panjang dan merasa sedikit kecewa dengan penampilan Tim 2.
Dalam prediksi yang sudah diatur Ray, seharusnya Tim 2 bisa melenggang ke babak semi final dengan cukup mudah dan dalam kondisi anggota yang masih lengkap berdiri di atas panggung. Tapi sekarang Ray melihat hanya satu yang masih berdiri di atas panggung, dengan kata lain Tim 2 gagal memanfaatkan keunggulan mereka dalam kemampuan berpedang milik mereka.
“Ray, kau tak perlu kecewa, meski Tim 2 menunjukan kemampuan yang di bawah standar. Tapi di sisi yang lain Tim 3 menunjukan bakat mereka dalam koordinasi dan kerja sama tim...” Ralf menimpali saat mendengar Ray menghela nafas kecewa, dia berusaha membuat Ray melihat dari sudut pandang lain. Karena sekarang Ralf juga bisa melihat kalau masih ada pertama lain selain tim yang sudah dibuat Ray untuk masuk semi final sejak awal.
“Aku juga tahu tentang itu, Ralf. Hanya saja kemampuan koordinasi Tim 3 masih masuk dalam perhitungan ku dan seharusnya Tim 2 masih bisa tampil jauh lebih baik dari pada yang mereka tunjukan sekarang.” Sahut Ray menimpali perkataan Ralf.
“Hahaha... Baguslah, kalau kau juga memahaminya...” Ralf tertawa saat mendengar jawaban Ray.
Ray yang melihat Ralf tertawa hanya menggelengkan kepalanya, sampai sekarang dia masih belum bisa menemukan karakter utama Ralf. Karena semua perubahan sifat Ralf yang sering terjadi berulang-ulang.
Setelah percakapan kecil anatara Ralf dan Ray selesai, pertandingan evaluasi dilanjutkan dengan pertandingan antara Tim 6 melawan Tim 8.