Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 158 - Uji Coba I


Setelah pembagian tim selesai, Ray dan timnya berpisah dengan tim lainnya dan menuju daerah yang lebih dalam dari Hutan Kematian. Ray memutuskan untuk membawa mereka ke daerah peralihan wilayah luar Hutan Kematian dan wilayah dalam Hutan Kematian. Mereka berjalan di sebuah padang rumput sedang diantara dua wilayah.


Alasan Ray membawa timnya ke daerah yang lebih dalam karena kekuatan dalam tim miliknya seharusnya lebih kuat dari kebanyakan tim lainnya, jadi Ray memutuskan untuk meningkatkan tingkat kesulitan untuk menambah pengalaman bertarung mereka.


“Sekarang kita sudah sampai di lokasi perburuan kita, aku akan menarik beberapa Binatang Iblis Tingkat Lord untuk kalian lawan. Seharusnya dengan tingkat tim yang sekarang melawan lima atau enam Binatang Iblis Tingkat Lord bukanlah sebuah masalah.” Ray memutuskan untuk berhenti dan memilih tempat ini sebagai medan bertarung.


“Lima atau enam Binatang Iblis Tingkat Lord? Ray apa kau yakin?” Vali terkejut dengan jumlah yang dikatakan Ray, dia yakin bisa berhadapan dengan satu atau dua Binatang Iblis Tingkat Lord tapi yang lainnya mungkin tidak sanggup.


“Tenanglah, Vali. Aku sudah memperhitungkannya dengan baik, seharusnya jika kalian mengeluarkan semua kemampuan kalian lima atau enam Binatang Tingkat Lord bukanlah apa-apa. Selain itu, aku sudah memberimu Venom Sword jadi seharusnya kau bisa dengan mudah mengalahkan Binatang Iblis Tingkat Lord.” Ucap Ray menenangkan Vali.


“Tapi...” Vali masih berniat bersikukuh dengan Ray sambil melirik kelompok William, Ying Yueru, dan Alice.


“Tenanglah, Vali. Mereka bertiga seharusnya bisa berhadapan dengan satu Binatang Iblis Tingkat Lord, Natasha juga bisa melawan satu, kau bisa melawan satu atau dua, sementara sisanya bisa ditangani oleh sisa kelompok kita. Seharusnya pengaturan ini tidak berlebihan.” Jawab Ray dengan tenang.


“Baiklah, kalau begitu...” Vali akhirnya menurut dengan Ray.


Ray memperhatikan anggota kelompoknya dan melihat Elli menunduk seolah memikirkan sesuatu. “Ada apa Elli? Apa kau punya hal yang perlu ditanyakan?”


“Ah, itu Ray... Kenapa kau tidak memasukan Yuri ke dalam kelompok ini dan malah memasukan ku di dalamnya? Seharusnya Yuri jauh lebih kuat dari ku bukan?” Jawab Elli ragu-ragu.


“Justru karena Yuri lebih kuat dari kalian semua, aku meninggalkannya dengan kelompok lain untuk berjaga-jaga. Jika aku tidak salah seharusnya dia sudah bisa menggunakan penghalang ruang dengan kemampuannya sekarang, meskipun itu tak berguna untuk menyerang tapi masih sangat kuat untuk bertahan.” Jelas Ray dengan tenang.


“Maksud mu, kau sengaja meninggalkan dia dalam kelompok lain untuk mengulur waktu agar kau bisa membantu mereka?” William langsung memahami maksud Ray.


“Tunggu, Ray! Apa yang kau katakana sebelumnya?” William terkejut dengan kalimat terakhir yang diucapkan Ray.


Sejauh yang diketahui William menurut laporan mingguan dan bulanan dari Pos Perbatasan ini, jumlah Binatang Iblis Tingkat Raja setidaknya lebih dari tiga puluh ekor dan Ray baru saja mengatakan padanya kalau dia sudah membunuh semuanya? William benar-benar terkejut dengan berita ini.


“Aku sudah menghabisi semua Binatang Iblis Tingkat Raja di wilayah luar, seharusnya kelompok mereka baik-baik saja sekarang.” Ucap Ray santai.


“Semua... Ini berarti kau membunuh lebih dari tiga puluh Binatang Iblis Tingkat Raja seorang diri? Dan itu hanya memakan waktu dua minggu?” William mencoba mencerna informasi yang diterimanya.


William masih berpikir sepupunya ini terlalu penuh misteri, setiap kali dia membuka satu lapisan kulit misteri milik Ray selalu ada misteri baru yang menyelubunginya. Jika saja William tahu Ray bahkan pernah membunuh Divine Beast Tingkat Kaisar awal, dia mungkin akan akan terkejut sampai pingsan.


“Aku tak tahu jumlahnya, tapi seharusnya sekitar empat puluh ekor kalau tidak salah.” Jawab Ray sambil mencoba mengingat jumlah pasti Binatang Iblis yang dia bunuh.


“Geh... Kau memang mengerikan seperti biasa...” William terbatuk saat mendengar jawaban Ray.


“Sudak cukup bicaranya, kita sudah kedatangan tamu...” Ray menghentikan pembicaraannya saat merasakan sepuluh Binatang Iblis Tingkat Lord yang dipimpin satu Tingkat Raja ke arahnya.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...


See you next chapter and have fun...