Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 80 - Menghadapi Pembunuh II


Disaat Ray melepaskan sihir elemen petir miliknya, aliran petir tersebar keseluruh ruangan yang telah berisikan butiran es yang mencair karena panas petir dari sihir milik Ray. Seluruh area dalam ruangan menjadi ladang petir kecuali area yang telah dilindungi penghalang dari kubus array yang dipegang Anthony.


“Apa-apaan bocah ini! Bagaimana bisa dia menggunakan elemen es dan elemen petir secara bergantian?!” pemimpin kelompok bertopeng itu sangat terkejut dengan kemampuan Ray, karena bagaimanapun sangat jarang ada seseorang yang mampu menggunakan dua elemen sihir yang saling bertentangan.


“Ini hanya trik kecil, kalian tak perlu terlalu terkejut...” Ray memulai kembali serangannya, namun kali ini kecepatan gerakan Ray meningkat dua kali lipat, serangan Ray yang semakin cepat membuat lawannya semakin kacau. Kelompok yang sebelumnya berisi tiga sampai empat orang saat menyerang, kini hanya hanya menjadi serangan terpisah secara individu.


Ray melihat formasi lawannya kacau dengan cepat menghabisi lawannya satu persatu, dan dalam sekejap enam pria bertopeng berhasil dijatuhkan oleh Ray. “Enam lagi tumbang...” Ray mengibaskan Venom Sword miliknya, membuat darah dari pedang yang tertempel pada pedang tersebutterhempas ke lantai.


“Sepertinya kami salah perhitungan kali ini, jika kami tahu akan ada seorang ahli seperti mu. Kami akan membawa dua puluh Tingkat Raja alih-alih hanya enam.” Ucap pemimpin kelompok bertopeng sedikit menyesal.


“Sayangnya penyesalan hanya muncul saat kau merasa putus asa...” lanjut pemimpin kelompok bertopeng itu.


“Cukup bicaranya, kau pikir aku takt ahu kau sedang mengirimkan informasi dengan talisman suara...” Ray melempar pisau yang dia ambil dari tanah, pisau itu menghujam sebuah kertas yang sempat bersinar perak sebelum memudar kembali.


“Bagimana kau bisa...” Pemimpin kelompok bertopeng itu terkejut dengan tindakan Ray. “Kau juag seorang master inskripsi...” lanjut pemimpin kelompok bertopeng saat melihat tanda kekuningan yang terukir dalam pisau yang dilempar Ray.


“Oh, kau juga tahu tentang inskripsi? Sepertinya kau bukan hanya seorang pembunuh biasa...” Ray kembali menyerang kelompok bertopeng, karena jumlah lawannya yang sudah banyak berkurang Ray dapat menghabisi empat Tingkat Lord dan dua Tingkat Raja dalam waktu singkat.


Pergerakan Ray yang semakin cepat setelah menggunakan sihir elemen petir membuat lawannya kewalahan, apalagi sebagian besar dari mereka sudah terpengaruh dengan sihir elemen es sebelumnya dan juga terkena sengatan listrik saat Ray mengularkan sihir elemen petir.


Tak butuh waktu yang lama Ray berhasil menghabisi tiga Tingkat Raja lainnya dan hanya pemimpin kelompok bertopeng. “Hanya tersisa kau seorang, kalau kau mau bicara siapa yang mengirim mu kemari mungkin aku akan membiarkan mu hidup...” Ray menawarkan kesempatan pada pria bertopeng itu.


“Kau...” Ray menyadari apa yang akan dilakukan pria itu dan berniat menghentikannya tapi sudah terlambat. “Aku tak berpikir mereka masih memiliki racun dibawah lidahnya, kalau aku tahu aku tak akan membiarkanya mati begitu saja...” Ray menghela nafas dengan sedikit kecewa.


“Tapi siapa sebenarnya yang mengirim mereka kemari? Dan hanya untuk membunuh seorang putri yang berasal dari selir bukankah ini sedikit berlebihan?” Ray mencoba memikirkan siapa pelakunya namun tak bisa menemukan satu pun petunjuk.


“Yah, pertama mari kita lihat siapa orang-orang dibalik topeng ini.” Ray membuka topeng salah satu pria bertopeng dan tak bisa menahan keterkejutannya saat melihat orang dibalik topeng.


Catatan :


Hari ini saya update tiga chapter, karena kebetulan mood dan pikiran saya sedang dalam kondisi yang baik minggu lalu dan juga mendapat banyak pencerahan dalam alur cerita ini dan pemilihan katanya. Jadinya saya juga bisa menulis lebih banyak dari biasanya.


Karena jujur dulu saya juga pernah nulis dengan memaksakan diri jadi pas ditengah malah blank ceritanya karena alur cerita sudah kacau dan akhirnya saya stop. Jadi sekarang saya coba menulis sesuai dengan kemampuan saya dan tidak memaksakan diri. Karena itu maaf mungkin saya tidak bisa seperti penulis lain yang sering-sering crazy up atau up setiap hari. Tapi setidaknya saya menulis dengan kemampuan terbaik saya 😀🙏


Cukup sekian curhatan saya, terimakasih sudah mau membaca dan sudah memberikan dukungan untuk novel ini.


Dan jangan lupa tetap dirumah dan jaga kesehatan.


Thanks, and see you next chapter 👋