Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 89 - Bom Air


“Oh, dan bisa ku pastikan aku manusia seutuhnya. Dan bukan monster seperti yang baru saja kalian pikirkan.” Ucap Ray dengan santai.


“Uhuk... Uhuk... Uhuk...” semua orang terbatuk-batuk saat mendengar perkataan santai Ray, bahkan wajah Natasha mulai memerah karena malu Ray mengetahui apa yang baru saja dia pikirkan.


“Eh, apa aku menebak dengan benar?” Ray malah terkejut dengan reaksi semua orang.


“Uhuk... Ray? Maksud mu tadi kau cuma asal bicara?” Natasha berbicara pada Ray dengan wajah yang masih memerah.


“Eh, kau pikir aku benar-benar tau apa yang kau pikirkan?” Ray bertanya balik dengan wajah main-main.


“Kau...” Ucapan Natasha berhenti karena tak tahu harus berkata apa.


“Hahaha... Nona Natasha, kau terlihat kuat tapi bisa terlihat manis juga.” Ray malah tertawa karena melihat Natasha yang marah bercampur malu.


Natasha yang mendengar tawa Ray justru semakin malu, wajahnya sudah semerah tomat dan dia merasa ingin bersembunyi di dalam lubang. “Maa...ma..manis?? a..aku???” Natasha terbata-bata.


“Oh, tentu saja kau cukup manis dan cantik juga.” Ray berkata santai.


Natasha yang mendengar perkataan Ray hanya bisa terdiam dan tertunduk malu. Sebagai seorang putri dari Grand Mage terkuat jarang ada yang berani berbicara padanya seperti Ray, kebanyakan orang datang padanya dengan niat tersenyumbi atau rasa takut. Mungkin ini kali pertama seseorang berbicara santai dan tertawa dengannya. Saat pertama kali Natasha merasa kesal pada sikap Ray namun setelah beberapa kali berbicara dia tahu Ray memandangnya setara tak ada niat tersembunyi maupun rasa takut, dia merasa Ray berbeda dengan yang lainnya.


“Uhum... Ray, bisa kau berhenti menggoda keponakan ku?” Anthony menyela perbincangan Ray dan Natasha. “Selain itu bisa kau jelaskan bagaimana cara mu meledakan formasi teleportasi itu?” Lanjut Anthony.


“Meledakannya?” Anthony bingung dengan jawaban Ray.


“Hm... aku meledakannya dengan ini.” Ray mengeluarkan sebuah bola hitam kecil. Bola itu tak lain adalah bom air yang dibuat Ray. Ray sendiri terkejut saat tak sengaja menemukan informasi tentang bom yang dibuat dari pemisahan partikel air dalam catatan kuno, dengan kata lain bom ini merupakan bom hydrogen di dunia asalnya.


“Ini?” Anthony melihat bola hitam kecil di tangan Ray tapi tak tahu benda apa itu.


“Ini adalah barang yang ku buat ulang. Aku menemukannya dalam catatan kuno tentang bom yang dibuat dengan pemisahan partikel air, kalau tidak salah dalam catatan tersebut dikatakan bom ini bernaman bom air.” Ray menjelaskan barang yang dibawanya.


“Bom air?! Ray kau bisa membuat bom air?” Ying Yueru benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan Ray. Di Qin Empire sendiri sudah dilakukan penelitian tentang bom air ini selama lebih dari sepuluh tahun tapi tak menemukan apapun. Bahkan hampir semua ahli berpikir kalau benda ini hanya sebuah mitos, tapi lima tahun yang lalu ada anggota Eternal Tower yang menggunakannya yang membuat penelitian ini tetap dilanjutkan.


“Aku tak tahu ini adalah bom air yang sama dengan yang ada di catatan tapi aku membuat ini dengan mengikuti penjelasan dalam catatan itu.” Ray mencoba menjelaskan dengan setengah kebenaran. “Aku tak mungkin mengatakan tentang konsep atom molekular bukan?” batin Ray dalam hati.


“Tunggu?! Jadi kau membuat bom air ini dari catatan yang tak lengkap?!” Natasha justru takjub dengan penjelasan Ray. Jika memang yang dikatakan Ray benar, bukankah itu berarti dia adalah Blacksmith terhebat di kalangan manusia.


“Iya begitulah.” Ray menjawab dengan nada datar yang terkesan dia melakukan sesuatu yang biasa saja.


Semua hanya bisa terdiam mendengar jawaban datar dari Ray. Perkataan Ray yang datar seolah-olah dia hanya melakukan hal yang biasa membuat mereka tak tahu harus kagum karena kemampuannya atau menangis karena melihat Ray melakukan hal yang mustahil bagi orang lain tapi hanya menganggapnya sebagai hal yang biasa.