
“Sistem, memasukan +15 Poin ke AGI dan +10 Poin ke STR.” Ray memutuskan untuk mengambil jalur ‘all rounder’ atau serba bisa seperti yang biasa dia mainkan dalam game RPG.
Ray paham di dunia ini semakin seimbang kemampuannya maka semakin kuat pula dirinya, misalnya biasanya seorang Penyihir memiliki fisik lemah sehingga lemah dalam pertarungan jarak dekat, sedangkan seorang ksatria biasanya tidak terlalu baik dalam sihir dan hanya menggunakan sihir dasar untuk memperkuat serangan atau mempersepat gerakannya. Ray tentu tidak ingin mengalami dua hal itu dan dengan bantuan sistem dia yakin bisa mencapainya.
“Ding~~~ Perubahan STATUS dikonfirmasi.”
“Ding~~~ Memunculkan STATUS.”
\~\~\~***\~\~\~
Nama : Ray Ainsworth (16)
Tittle : [Sang Pembantai] [Blacksmith] [Alchemist]
Ras : Manusia
Level : 83
Exp : [ 13900 / 450000 ]
HP : 5400
MP : 6000
Uang : 36 Gold 97 Silver
STATUS (SP = 0)
STR : 260
VIT : 270
DEX : 290
AGI : 280
INT : 300
LUC : 999
Skill : Alchemist (A), Blacksmith (A), Sihir Element Api (A), Sihir Element Air (A), Sihir Element Tanah (A), Sihir Element Angin (A), Sihir Element Petir (A), Sihir Penyembuhan (A), Regenerasi (P), Peningkatan Fisik (P), Ketrampilan Pedang Dasar (P), Divine Sense (A), Analyze (A), Bahasa Universal (P), Memori Eidetik (P),
\~\~\~***\~\~\~
“Bagaimana keadaan kalian? Seharusnya baik-baik saja bukan?” Ray menanyakan keadaan Vali dan yang lainnya.
“Kami baik-baik saja, tapi sepertinya Vali dalam kondisi yang kurang baik.” William menjawab pertanyaan Ray.
“Yah, kalian sudah melakukannya dengan baik. Sekarang aku akan mengantar kalian ke wilayah luar Hutan Kematian untuk menyelesaikan hari terakhir peltihan ini.” Dengan sedikit rasa cemas Ray memberitahu yang lainnya untuk mundur ke wilayah luar.
“Ray, kau tak berniat masuk ke dalam Hutan Kematian bukan?” William yang melihat Ray yang terliat aneh akhirnya menanyakan niat Ray setelah pelatihan ini selesai.
“Aku harus pergi memeriksa keadaan Hutan Kematian ini, karena aku khawatir keadaan sebelumnya akan terulang dan itu akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.” Ray hanya menepuk bahu William untuk menghentikan kekhawatirannya.
“Haish... Aku tak bisa menghentikan mu bukan?” William menatap Ray yang sudah berniat pergi.
“Kau sudah paham seperti apa diri ku. Jujur aku merasa ada yang aneh dengan Hutan Kematian ini sendiri dan jika kita mengirim seseorang yang lebih lemah dari ku, mereka hanya akan mati sia-sia. Selain itu, jika kau ingin mengirim orang yang lebih kuat dari ku maka hanya ada tiga orang dalam opsi Silver Moon Kingdom, dan aku yakin bahwa pihak istana tidak mengirimnya.” Ray menjelaskan dengan tenang saat William mulai murung.
“Tiga orang? Bukannya orang yang lebih kuat dari mu hanya Kakek Estas dan Yang Mulia Rony?” Vali yang mendengar percakapan William dan Ray kebingungan dengan ucapan Ray.
“Oh, Vali kau sudah sadar?” Ray sedikit lega saat melihat Vali sadar.
“Ini tidak seburuk saat serangan di Silver City, dan apa maksud mu dengan tiga orang yang lebih kuat dari mu?” Vali kembali bertanya tentang tiga orang yang dimaksud Ray.
“Ini juga bukan rahasia untuk bangsawan kelas atas, tapi kau akan diberitahu Kakek Estas saat kau sudah lulus dari akademi.” Ray sedang berpikir untuk memberi tahu Vali atau tidak tentang kekuatan Silver Moon Kingdom.
“Ray kau bisa mengatakannya, lagipula itu bukan rahasia lagi.” William meyakinkan Ray untuk memberi tahu Vali.
“Sebenarnya, Silver Moon Kingdom memiliki dua orang Tingkat Overlord meskipun salah satunya sudah hampir mencapai akhir masa hidupnya. Dan juga orang ketiga yang lebih kuat dari ku adalah Yang Mulia Rony yang sudah berada di Tingkat Kaisar Akhir. Selain itu, Kakek Estas dan aku berada di tingkat kekuatan yang sama.” Ray menjelaskan pada Vali.
Vali tersentak kaget dengan informasi yang diterimanya, tapi akhirnya dia bisa menerima informasi itu setelah mengingat Ray bisa mengalahkan Divine Beast Tingkat Kaisar maka sudah pasti kekuatannya setara atau lebih kuat dari kakeknya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini...
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...